Jumat, 14 Desember 2018 | 20:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Personel gabungan TNI-Polri kejar pelaku penembakan di Nduga

Rabu, 05 Desember 2018 - 12:53 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
TNI dan Polri terus melaukan pengejaran pelaku penembakan. Sumber foto: https://bit.ly/2QcwHwZ
TNI dan Polri terus melaukan pengejaran pelaku penembakan. Sumber foto: https://bit.ly/2QcwHwZ

Elshinta.com - Personel gabungan dari TNI dan Polri terus mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengejar pelaku penembakan pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak," kata Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi ketika dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (05/12).

Ia pun enggan menyebutkan berapa personel yang diterjunkan dan wilayah mana yang akan menjadi sasaran pengejaran mengingat hal itu merupakan wilayah operasi. Saat ini, personel TNI dan Polri tengah berupaya melakukan evakuasi jenazah yang menjadi korban penembakan.

"Kami berharap kondisi cuaca baik, sehingga proses evakuasi korban penembakan bisa dilakukan dengan lancar," kata Aidi. Ia juga membenarkan satu orang prajurit gugur setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pos Yalet, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Baca juga: Polri kantongi identitas pelaku penembakan di Papua

"Saat ini prajurit yang gugur tersebut sudah dievakuasi ke Wamena," kata Kapendam. Selain itu, tambah dia, satu orang prajurit TNI mengalami luka tembak di bagian lengan saat berupaya bersembunyi ke bukit-bukit mengingat jumlah personel TNI dan KKB tidak sebanding.

Adanya kasus penembakan itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa langsung terbang ke Papua untuk melihat kondisi Papua pasca penembakan.

"Panglima TNI, Kapolri dan KSAD sudah terbang ke Papua melihat kondisi Papua," kata Irjen Mabes TNI Letjen M Herindra usai Membuka Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Herindra berharap kondisi di Papua sudah kondusif pascapenembakan tersebut, demikian mengutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Personel gabungan dari TNI dan Polri terus mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengejar pelaku penembakan pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak," kata Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi ketika dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (05/12).

Ia pun enggan menyebutkan berapa personel yang diterjunkan dan wilayah mana yang akan menjadi sasaran pengejaran mengingat hal itu merupakan wilayah operasi. Saat ini, personel TNI dan Polri tengah berupaya melakukan evakuasi jenazah yang menjadi korban penembakan.

"Kami berharap kondisi cuaca baik, sehingga proses evakuasi korban penembakan bisa dilakukan dengan lancar," kata Aidi. Ia juga membenarkan satu orang prajurit gugur setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pos Yalet, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Baca juga: Polri kantongi identitas pelaku penembakan di Papua

"Saat ini prajurit yang gugur tersebut sudah dievakuasi ke Wamena," kata Kapendam. Selain itu, tambah dia, satu orang prajurit TNI mengalami luka tembak di bagian lengan saat berupaya bersembunyi ke bukit-bukit mengingat jumlah personel TNI dan KKB tidak sebanding.

Adanya kasus penembakan itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa langsung terbang ke Papua untuk melihat kondisi Papua pasca penembakan.

"Panglima TNI, Kapolri dan KSAD sudah terbang ke Papua melihat kondisi Papua," kata Irjen Mabes TNI Letjen M Herindra usai Membuka Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Herindra berharap kondisi di Papua sudah kondusif pascapenembakan tersebut, demikian mengutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com