Jumat, 14 Desember 2018 | 20:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Ketua DPR minta tindakan preventif terhadap kasus Papua

Rabu, 05 Desember 2018 - 13:24 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua DPR Bambang Soesatyo memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/12). Sumber foto: https://bit.ly/2E0n51b
Ketua DPR Bambang Soesatyo memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/12). Sumber foto: https://bit.ly/2E0n51b

Elshinta.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah melakukan tindakan preventif dalam menangani kasus kasus kekerasan di wilayah Papua termasuk kasus pembunuhan pekerja pembangunan infrastruktur jalan. 

"Kita semua harus waspada dan harus melakukan tindakan-tindakan preventif dan langkah-langkah yang membuat mereka jera," kata Bambang usai pertemuan Pengurus FKPPI dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/12). 

Ia tidak bisa mengatakan kejadian pembunuhan puluhan pekerja infrastruktur itu sebagai kecolongan karena setiap awal Desember pasti ada peringatan organisasi tertentu di daerah itu. "Saya tidak bisa mengatakan itu suatu kecolongan. Tapi kita semua harus waspada dan harus melakukan tindakan preventif dan langkah langkah membuat mereka jera," tegasnya. 

Baca juga: KSP kutuk teror terhadap pekerja pembangunan Papua

Ia menyebutkan sikap pimpinan DPR terhadap kasus itu adalah mengutuk keras tindak kekerasan dan kekejaman yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. "Kami mendesak dan mendorong seluruh pasukan yang ada untuk segera memburu pelakunya dan menyeret ke pengadilan," katanya. 

Ia juga mendorong Panglima TNI dan Kapolri  mengirim pasukan-pasukan elite yang ada di kesatuan-kesatuannya karena kasus itu tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan secepatnya. "Kami di DPR mendorong aparat hukum dan keamanan tidak bertindak tanggung-tanggung," katanya, dikutip Antara.

Ia juga meminta Komisi I DPR mengundang Panglima TNI untuk menjelaskan bagaimana langkah-langkah penanggulangannya, juga Komisi III mengundang Kapolri untuk menjelaskan langkah untuk menumpas kelompok bersenjata itu. "Sekali lagi kita memang harus memperhatikan HAM, tapi untuk urusan keamanan negara dan keselamatan masyarakat, penegak hukum dan pasukan kita harus bertindak tegas dan keras," kata Bamsoet yang juga Ketua Badan Bela Negara FKPPI. 

Ketika ditanya apakah DPR setuju dengan langkah represif,  Bamsoet mengatakan apapun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan masalah itu, DPR pasti setuju. "Yang dipentingkan DPR adalah menyelamatkan bangsa ini, menyelamatkan rakyat kita. Jangan sampai ada lagi korban yang jatuh. Berapa pun ongkosnya," katanya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah melakukan tindakan preventif dalam menangani kasus kasus kekerasan di wilayah Papua termasuk kasus pembunuhan pekerja pembangunan infrastruktur jalan. 

"Kita semua harus waspada dan harus melakukan tindakan-tindakan preventif dan langkah-langkah yang membuat mereka jera," kata Bambang usai pertemuan Pengurus FKPPI dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/12). 

Ia tidak bisa mengatakan kejadian pembunuhan puluhan pekerja infrastruktur itu sebagai kecolongan karena setiap awal Desember pasti ada peringatan organisasi tertentu di daerah itu. "Saya tidak bisa mengatakan itu suatu kecolongan. Tapi kita semua harus waspada dan harus melakukan tindakan preventif dan langkah langkah membuat mereka jera," tegasnya. 

Baca juga: KSP kutuk teror terhadap pekerja pembangunan Papua

Ia menyebutkan sikap pimpinan DPR terhadap kasus itu adalah mengutuk keras tindak kekerasan dan kekejaman yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. "Kami mendesak dan mendorong seluruh pasukan yang ada untuk segera memburu pelakunya dan menyeret ke pengadilan," katanya. 

Ia juga mendorong Panglima TNI dan Kapolri  mengirim pasukan-pasukan elite yang ada di kesatuan-kesatuannya karena kasus itu tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan secepatnya. "Kami di DPR mendorong aparat hukum dan keamanan tidak bertindak tanggung-tanggung," katanya, dikutip Antara.

Ia juga meminta Komisi I DPR mengundang Panglima TNI untuk menjelaskan bagaimana langkah-langkah penanggulangannya, juga Komisi III mengundang Kapolri untuk menjelaskan langkah untuk menumpas kelompok bersenjata itu. "Sekali lagi kita memang harus memperhatikan HAM, tapi untuk urusan keamanan negara dan keselamatan masyarakat, penegak hukum dan pasukan kita harus bertindak tegas dan keras," kata Bamsoet yang juga Ketua Badan Bela Negara FKPPI. 

Ketika ditanya apakah DPR setuju dengan langkah represif,  Bamsoet mengatakan apapun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan masalah itu, DPR pasti setuju. "Yang dipentingkan DPR adalah menyelamatkan bangsa ini, menyelamatkan rakyat kita. Jangan sampai ada lagi korban yang jatuh. Berapa pun ongkosnya," katanya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com