Jumat, 14 Desember 2018 | 20:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Kemenperin beri bantuan Rp77 miliar untuk tingkatkan IKM

Rabu, 05 Desember 2018 - 13:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Pemberian bantuan dari Kementerian Perindustrian kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah, di Bandung, Selasa (4/12). Foto: Dudy Supriyadi/Elshinta
Pemberian bantuan dari Kementerian Perindustrian kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah, di Bandung, Selasa (4/12). Foto: Dudy Supriyadi/Elshinta

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian memberikan bantuan restrukturisasi mesin atau peralatan sebesar Rp77,2 miliar kepada 111 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih, di mana dari total investasi itu, Rp11,78 miliar merupakan nilai potongan (reimburse).

"Untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas IKM perlu mesin yang lebih canggih. Oleh karena itu kami fasilitasi bantuan mesin dan peralatan. Kami tidak berikan cuma-cuma 100 persen, tapi kami fasilitasi 30 persen kalau mesinnya buatan dalam negeri. Kalau luar negeri import, diberikan 25 persen," tegas Gati di Bandung, Selasa (4/12).

Baca juga: Kemenperin pacu IKM naik kelas di era digital

Dia menambahkan pemerintah tidak memberikan bantuan 100 persen untuk pembelian mesin atau peralatan agar para pelaku IKM dapat membeli mesin yang dibutuhkan serta bertanggung jawab untuk merawatnya. Ditambah lagi, lanjut Gati, mesin yang dibeli dari program restrukturisasi tidak boleh dijual atau berpindah tangan dalam kurun waktu dua tahun.

"Harapan kami dengan program restrukturisasi ini produktufitas IKM meningkat, khususnya menghadapi Revolusi Industri 4.0, bukan hanya SDM tetapi teknologi juga harus ditingkatkan," ungkapnya, dilaporkan Kontributor Elshinta Dudy Supriyadi.

Tahun 2019 nanti, timpal Gati, anggaran program restrukturisasi akan ditingkatkan sekitar Rp20 miliar dari anggaran tahun 2018 yang mencapai Rp11 miliar lebih.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian memberikan bantuan restrukturisasi mesin atau peralatan sebesar Rp77,2 miliar kepada 111 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih, di mana dari total investasi itu, Rp11,78 miliar merupakan nilai potongan (reimburse).

"Untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas IKM perlu mesin yang lebih canggih. Oleh karena itu kami fasilitasi bantuan mesin dan peralatan. Kami tidak berikan cuma-cuma 100 persen, tapi kami fasilitasi 30 persen kalau mesinnya buatan dalam negeri. Kalau luar negeri import, diberikan 25 persen," tegas Gati di Bandung, Selasa (4/12).

Baca juga: Kemenperin pacu IKM naik kelas di era digital

Dia menambahkan pemerintah tidak memberikan bantuan 100 persen untuk pembelian mesin atau peralatan agar para pelaku IKM dapat membeli mesin yang dibutuhkan serta bertanggung jawab untuk merawatnya. Ditambah lagi, lanjut Gati, mesin yang dibeli dari program restrukturisasi tidak boleh dijual atau berpindah tangan dalam kurun waktu dua tahun.

"Harapan kami dengan program restrukturisasi ini produktufitas IKM meningkat, khususnya menghadapi Revolusi Industri 4.0, bukan hanya SDM tetapi teknologi juga harus ditingkatkan," ungkapnya, dilaporkan Kontributor Elshinta Dudy Supriyadi.

Tahun 2019 nanti, timpal Gati, anggaran program restrukturisasi akan ditingkatkan sekitar Rp20 miliar dari anggaran tahun 2018 yang mencapai Rp11 miliar lebih.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com