Senin, 17 Desember 2018 | 22:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

BPOM sita 159 kosmetik ilegal di Pasar Batu, Tarakan

Rabu, 05 Desember 2018 - 15:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
BPOM sita 159 kosmetik ilegal di Pasar Batu, Tarakan. Foto: Rizkia/Elshinta
BPOM sita 159 kosmetik ilegal di Pasar Batu, Tarakan. Foto: Rizkia/Elshinta

Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita sebanyak 159 jenis kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang ditaksir senilai Rp37 juta dari daerah Pasar Batu, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (4/12).

Selama dua minggu pihak BPOM telah melakukan dua kali penertiban dan hasilnya banyak kosmetik berbahaya yang terjaring razia petugas. Beberapa produk bahkan tidak memiliki registrasi dan legalitasnya, serta seharusnya untuk dijual di negara lain tapi beredar di wilayah Indonesia.

"Kami lakukan pembinaan kepada pemilik toko-toko yang menjual, karena ini bukanlah toko yabg besar tapi banyak menjual kosmetik seperti ini, karena kami ingin melindungi kesehatan konsumen dan masyarakat," ujar Kepala Kantor BPOM Kota Tarakan, Musthofa Anwari di Tarakan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Rizkia, Rabu (5/12).

Baca juga: Penjelasan BPOM mengenai penarikan obat antihipertensi

Ditambahkan Anwari, produk-produk ini sebagian berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, meskipun ada produk Indonesia yang sudah lama dan tidak boleh diperjualbelikan. "Produk-produk tanpa izin edar kita tidak menjamin isinya akan aman. Kedua, produk pemutih dia akan tambahkan hidrokinon atau HG (mercuri), mohon maaf ya di Tarakan saya lihat banyak ibu-ibu yang wajahnya kinclong terus, sudah tidak seperti wajah aslinya," tambahnya lagi.

Anwari mengimbau kepada para pengguna untuk berhati-hati karena saat ini baru kepada penjual tradisional, belum kepada penjual-penjual online. Dia mengajak para masyarakat agar mengecek terlebih dahulu izin BPOM suatu kosmetik sebelum membeli. "Selanjutnya akan kita telusuri sampai ke otaknya, karena kawan-kawan pedagang hanya penjual," tutupnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita sebanyak 159 jenis kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang ditaksir senilai Rp37 juta dari daerah Pasar Batu, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (4/12).

Selama dua minggu pihak BPOM telah melakukan dua kali penertiban dan hasilnya banyak kosmetik berbahaya yang terjaring razia petugas. Beberapa produk bahkan tidak memiliki registrasi dan legalitasnya, serta seharusnya untuk dijual di negara lain tapi beredar di wilayah Indonesia.

"Kami lakukan pembinaan kepada pemilik toko-toko yang menjual, karena ini bukanlah toko yabg besar tapi banyak menjual kosmetik seperti ini, karena kami ingin melindungi kesehatan konsumen dan masyarakat," ujar Kepala Kantor BPOM Kota Tarakan, Musthofa Anwari di Tarakan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Rizkia, Rabu (5/12).

Baca juga: Penjelasan BPOM mengenai penarikan obat antihipertensi

Ditambahkan Anwari, produk-produk ini sebagian berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, meskipun ada produk Indonesia yang sudah lama dan tidak boleh diperjualbelikan. "Produk-produk tanpa izin edar kita tidak menjamin isinya akan aman. Kedua, produk pemutih dia akan tambahkan hidrokinon atau HG (mercuri), mohon maaf ya di Tarakan saya lihat banyak ibu-ibu yang wajahnya kinclong terus, sudah tidak seperti wajah aslinya," tambahnya lagi.

Anwari mengimbau kepada para pengguna untuk berhati-hati karena saat ini baru kepada penjual tradisional, belum kepada penjual-penjual online. Dia mengajak para masyarakat agar mengecek terlebih dahulu izin BPOM suatu kosmetik sebelum membeli. "Selanjutnya akan kita telusuri sampai ke otaknya, karena kawan-kawan pedagang hanya penjual," tutupnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com