BPOM sita 159 kosmetik ilegal di Pasar Batu, Tarakan
Rabu, 05 Desember 2018 - 15:24 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
BPOM sita 159 kosmetik ilegal di Pasar Batu, Tarakan. Foto: Rizkia/Elshinta

Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita sebanyak 159 jenis kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang ditaksir senilai Rp37 juta dari daerah Pasar Batu, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (4/12).

Selama dua minggu pihak BPOM telah melakukan dua kali penertiban dan hasilnya banyak kosmetik berbahaya yang terjaring razia petugas. Beberapa produk bahkan tidak memiliki registrasi dan legalitasnya, serta seharusnya untuk dijual di negara lain tapi beredar di wilayah Indonesia.

"Kami lakukan pembinaan kepada pemilik toko-toko yang menjual, karena ini bukanlah toko yabg besar tapi banyak menjual kosmetik seperti ini, karena kami ingin melindungi kesehatan konsumen dan masyarakat," ujar Kepala Kantor BPOM Kota Tarakan, Musthofa Anwari di Tarakan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Rizkia, Rabu (5/12).

Baca juga: Penjelasan BPOM mengenai penarikan obat antihipertensi

Ditambahkan Anwari, produk-produk ini sebagian berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, meskipun ada produk Indonesia yang sudah lama dan tidak boleh diperjualbelikan. "Produk-produk tanpa izin edar kita tidak menjamin isinya akan aman. Kedua, produk pemutih dia akan tambahkan hidrokinon atau HG (mercuri), mohon maaf ya di Tarakan saya lihat banyak ibu-ibu yang wajahnya kinclong terus, sudah tidak seperti wajah aslinya," tambahnya lagi.

Anwari mengimbau kepada para pengguna untuk berhati-hati karena saat ini baru kepada penjual tradisional, belum kepada penjual-penjual online. Dia mengajak para masyarakat agar mengecek terlebih dahulu izin BPOM suatu kosmetik sebelum membeli. "Selanjutnya akan kita telusuri sampai ke otaknya, karena kawan-kawan pedagang hanya penjual," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:48 WIB
Elshinta.com -Sejak awal Maret 2019 hingga kini sudah sebanyak 10 terduga teroris jaringan Lamp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com -Seorang warga di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, divonis ber...
Senin, 25 Maret 2019 - 20:43 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, Jawa Barat menggelar kon...
Senin, 25 Maret 2019 - 17:36 WIB
Elshinta.com - Petugas Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Nusa Tenggara Barat be...
Minggu, 24 Maret 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menduga Ramyadjie Priamb...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Petugas di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali berhasil m...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:10 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa Prov...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Bali bersama Polresta Denpasar dan Polsek Badung masih me...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Keluarga Zulfirman Syah, WNI yang terluka akibat aksi penembakan massal di ...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kemungkinan tersangka baru setelah 10 or...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)