Minggu, 16 Desember 2018 | 00:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Panglima TNI: Indonesia dan Filipina perlu tingkatkan kerja sama bidang militer

Rabu, 05 Desember 2018 - 14:04 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: Ist. Dody Handoko/elshinta.com
Foto: Ist. Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa forum strategis Philippines-Indonesia Military Cooperation (Philindo MC) tahun 2018 menimbulkan dorongan dan keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk memulai pembahasan Terms Of Reference (TOR) dari masing-masing sub-komite di bawah Philindo MC.

“Hasil Sidang ke-2 Philippines-Indonesia Military Cooperation (Philindo MC) tahun 2018 akan memberikan andil besar yang bernilai strategis pada perwujudan kawasan ASEAN yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” kata Panglima TNI yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI  Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A.

Sambutan itu dibacakan pada saat memimpin bersama Sidang ke-2 Philindo MC Tahun 2018 dengan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Carlito G. Galvez Jr. yang diwakili oleh Deputy Chief of Staff AFP VADM Gaudencio C. Colloado Jr. di  Taal Vista Hotel, Filipina, Selasa (4/12).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa, mencermati dinamika lingkungan strategis saat ini, baik pada skala global maupun regional, dapat diprediksi berbagai tantangan dan ancaman yang patut diperhatikan dengan seksama serta memerlukan kewaspadaan bersama.

“Dalam mengantisipasi situasi keamanan di wilayah kawasan ASEAN, maka Indonesia dan Filipina perlu bekerja sama secara sinergi dalam suatu kerangka kerja sama yang saling menguntungkan dalam berbagai bentuk interaksi kegiatan guna meningkatkan kapasitas kedua Angkatan Bersenjata dan keamanan kawasan perbatasan serta kerja sama dengan negara sekitarnya,” ujar Panglima TNI dalam rilis tertulis yang diterima Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Rabu (5/12).

Dalam kesempatan yang sama, Pangab Filipina Jenderal Carlito G. Galvez JR, AFP yang diwakili oleh Deputy Chief of Staff AFP VADM Gaudencio C. Colloado Jr. menyampaikan bahwa kerja sama yang dimiliki oleh kedua Angkatan Bersenjata sebagai bentuk dedikasi dan komitmen yang tak terukur pada peningkatan hubungan kedua negara.

Selanjutnya, Pangab Filipina Jenderal Carlito G. Galvez Jr. menyampaikan bahwa sidang ke-2 Philindo MC dapat meningkatkan hubungan melalui perencanaan dan kolaborasi sebagai bentuk kerja sama untuk dimasa yang akan datang.

Sidang ke-2 Philindo MC diakhiri dengan penandatanganan Minutes of Meeting (dokumen hasil sidang) dan penandatanganan Term of Reference (TOR) Joint Education and Training Sub Committee (JETSC). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa forum strategis Philippines-Indonesia Military Cooperation (Philindo MC) tahun 2018 menimbulkan dorongan dan keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk memulai pembahasan Terms Of Reference (TOR) dari masing-masing sub-komite di bawah Philindo MC.

“Hasil Sidang ke-2 Philippines-Indonesia Military Cooperation (Philindo MC) tahun 2018 akan memberikan andil besar yang bernilai strategis pada perwujudan kawasan ASEAN yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” kata Panglima TNI yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI  Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A.

Sambutan itu dibacakan pada saat memimpin bersama Sidang ke-2 Philindo MC Tahun 2018 dengan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Carlito G. Galvez Jr. yang diwakili oleh Deputy Chief of Staff AFP VADM Gaudencio C. Colloado Jr. di  Taal Vista Hotel, Filipina, Selasa (4/12).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa, mencermati dinamika lingkungan strategis saat ini, baik pada skala global maupun regional, dapat diprediksi berbagai tantangan dan ancaman yang patut diperhatikan dengan seksama serta memerlukan kewaspadaan bersama.

“Dalam mengantisipasi situasi keamanan di wilayah kawasan ASEAN, maka Indonesia dan Filipina perlu bekerja sama secara sinergi dalam suatu kerangka kerja sama yang saling menguntungkan dalam berbagai bentuk interaksi kegiatan guna meningkatkan kapasitas kedua Angkatan Bersenjata dan keamanan kawasan perbatasan serta kerja sama dengan negara sekitarnya,” ujar Panglima TNI dalam rilis tertulis yang diterima Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Rabu (5/12).

Dalam kesempatan yang sama, Pangab Filipina Jenderal Carlito G. Galvez JR, AFP yang diwakili oleh Deputy Chief of Staff AFP VADM Gaudencio C. Colloado Jr. menyampaikan bahwa kerja sama yang dimiliki oleh kedua Angkatan Bersenjata sebagai bentuk dedikasi dan komitmen yang tak terukur pada peningkatan hubungan kedua negara.

Selanjutnya, Pangab Filipina Jenderal Carlito G. Galvez Jr. menyampaikan bahwa sidang ke-2 Philindo MC dapat meningkatkan hubungan melalui perencanaan dan kolaborasi sebagai bentuk kerja sama untuk dimasa yang akan datang.

Sidang ke-2 Philindo MC diakhiri dengan penandatanganan Minutes of Meeting (dokumen hasil sidang) dan penandatanganan Term of Reference (TOR) Joint Education and Training Sub Committee (JETSC). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com