Senin, 17 Desember 2018 | 22:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Presiden: Pembangunan Papua terus berjalan

Rabu, 05 Desember 2018 - 14:54 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Indonesia Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2E3iwTZ
Presiden Indonesia Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2E3iwTZ

Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menegaskan, pembangunan infrastruktur di Papua akan tetap dilanjutkan menyusul insiden penembakan pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga pada Minggu (2/12).

"Saya sampaikan bahwa pembangunan Trans Papua tetap terus dijalankan, diteruskan. Tidak akan berhenti," kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12).

Presiden telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melanjutkan pembangunan Trans Papua sepanjang 4.600 Kilometer. Ia menambahkan bahwa 35 jembatan akan dibangun di jalur jalan Trans Papua dari Wamena menuju Mumugu.

"Jadi tetap harus diselesaikan. Artinya PU jalan terus untuk membangun Tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjut Jokowi.

Kepala Negara mengatakan, pembangunan wilayah Papua menghadapi cukup banyak kendala, antara lain kondisi geografis yang sulit, akses yang terbatas dan gangguan keamanan. Ia mencontohkan bahwa bahkan pengangkutan alat berat dan aspal menuju beberapa titik pembangunan jalan Trans Papua harus dilakukan menggunakan helikopter karena keterbatasan akses.

"Ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu, misalnya, karena alat yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian. Sehingga yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa," jelas Presiden, seperti dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menegaskan, pembangunan infrastruktur di Papua akan tetap dilanjutkan menyusul insiden penembakan pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga pada Minggu (2/12).

"Saya sampaikan bahwa pembangunan Trans Papua tetap terus dijalankan, diteruskan. Tidak akan berhenti," kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12).

Presiden telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melanjutkan pembangunan Trans Papua sepanjang 4.600 Kilometer. Ia menambahkan bahwa 35 jembatan akan dibangun di jalur jalan Trans Papua dari Wamena menuju Mumugu.

"Jadi tetap harus diselesaikan. Artinya PU jalan terus untuk membangun Tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjut Jokowi.

Kepala Negara mengatakan, pembangunan wilayah Papua menghadapi cukup banyak kendala, antara lain kondisi geografis yang sulit, akses yang terbatas dan gangguan keamanan. Ia mencontohkan bahwa bahkan pengangkutan alat berat dan aspal menuju beberapa titik pembangunan jalan Trans Papua harus dilakukan menggunakan helikopter karena keterbatasan akses.

"Ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu, misalnya, karena alat yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian. Sehingga yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa," jelas Presiden, seperti dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com