Minggu, 16 Desember 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK minta masyarakat ikut kampanye antikorupsi lewat medsos

Rabu, 05 Desember 2018 - 15:35 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif meminta seluruh masyarakat ikut serta mengampanyekan antikorupsi melalui media sosial dengan cara mengunggah di media sosial jika menemukan praktik-praktik korupsi.

"Misal kalian lihat ya tulis aja. Misalnya masih ada kades yang minta uang saat urus KTP," katanya di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ditambahkannya, "KPK yakin media sosial bisa digunakan untuk kebajikan".

Febri menyebut, akun media sosial KPK memiliki jutaan follower atau pengikut. Ia yakin para pengikut media sosial KPK itu juga memiliki jiwa antikorupsi.

"Saya yakin pengikut itu, saya yakin antikorupsi. Kalau orang itu betul-betul menyatukan untuk antikorupsi negeri ini pasti akan lebih baik,"katanya.

Menurut Febri, jumlah pengikut akun media sosial KPK masih kalah dengan beberapa akun media sosial milik lembaga pemerintahan yang lain. Ia berharap akun media sosial lembaga pemerintahan itu juga turut mengkampanyekan gerakan antikorupsi.

"Kami juga harap konten di media sosial khususnya pemerintah bisa kampanye antikorupsi. Misalnya, Mendagri 'sekarang yang urus KTP tidak bayar-bayar lagi'," paparnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif meminta seluruh masyarakat ikut serta mengampanyekan antikorupsi melalui media sosial dengan cara mengunggah di media sosial jika menemukan praktik-praktik korupsi.

"Misal kalian lihat ya tulis aja. Misalnya masih ada kades yang minta uang saat urus KTP," katanya di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ditambahkannya, "KPK yakin media sosial bisa digunakan untuk kebajikan".

Febri menyebut, akun media sosial KPK memiliki jutaan follower atau pengikut. Ia yakin para pengikut media sosial KPK itu juga memiliki jiwa antikorupsi.

"Saya yakin pengikut itu, saya yakin antikorupsi. Kalau orang itu betul-betul menyatukan untuk antikorupsi negeri ini pasti akan lebih baik,"katanya.

Menurut Febri, jumlah pengikut akun media sosial KPK masih kalah dengan beberapa akun media sosial milik lembaga pemerintahan yang lain. Ia berharap akun media sosial lembaga pemerintahan itu juga turut mengkampanyekan gerakan antikorupsi.

"Kami juga harap konten di media sosial khususnya pemerintah bisa kampanye antikorupsi. Misalnya, Mendagri 'sekarang yang urus KTP tidak bayar-bayar lagi'," paparnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com