Mendagri ingatkan Satpol PP cermati empat hal ini
Rabu, 05 Desember 2018 - 19:55 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2rkuSzi

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mencermati empat hal tantangan bangsa Indonesia, yakni radikalisme, narkoba, area rawan korupsi dan ketimpangan sosial.

"Sudah 73 tahun kita merdeka, masih ada radikalisme, hati-hati. Yang kedua soal narkoba, yang ketiga hati-hati pada masalah korupsi, yang keempat cermati masalah ketimpangan sosial yang ada. Ini tantangan yang dihadapi oleh bangsa," kata Tjahjo saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Satpol PP seluruh Provinsi dalam rangka Mendukung Pemilu Serentak 2019 di Media Tower Hotel Jakarta, Rabu (5/12).

Terkait radikalisme dan terorisme, Mendagri mengatakan anggota Satpol PP harus melebur dengan masyarakat dan meningkatkan pengawasannya terhadap warga atau kelompok yang aktivitasnya mencurigakan.

"Sebagai Satpol PP, cermati lingkungan anda, tetangga anda dimana anda berada, dimana anda bertugas, cermati lingkungannya; karena gerakan-gerakan yang berkaitan dengan radikalisme itu bisa muncul setiap saat," jelas Mendagri, dihimpun Antara.

Baca juga: Mendagri sebut seharusnya parpol dibiayai negara

Selanjutnya, soal narkoba, Mendagri berpesan agar seluruh kepala Satpol PP di daerah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan agar anggotanya tidak ada yang menggunakan narkoba. "Jangan sampai ada (anggota) Satpol PP yang ikut-ikutan narkoba, langsung pecat. Cermati itu," katanya.

Terakhir, terkait masih adanya ketimpangan sosial di masyarakat, Tjahjo meminta anggota Satpol PP untuk lebih peka terhadap lingkungan dan segera membantu masyarakat yang masih hidup dengan minim kebersihan dan fasilitas kesehatan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 23 Februari 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Animo masyarakat Jawa Timur menjadi pekerja migran di Arab Saudi sebelum mo...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 12:16 WIB
Elshinta.com - Kementerian Keuangan memastikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Ap...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 10:49 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, bersama pih...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 10:02 WIB
Elshinta.com - Pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bertemu puluhan tokoh...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 09:15 WIB
Elshinta.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bah...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 09:12 WIB
Elshinta.com - Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang...
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:48 WIB
Elshinta.com - Calon wakil presiden Sandiaga Uno beserta istri dan ibundanya, Ibu Mien Uno...
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:24 WIB
Elshinta.com - Ahmad Khoiri Fuadi bayi dari Dewi Murtosiyah (22) warga Desa Lambangan, Kec...
Jumat, 22 Februari 2019 - 19:39 WIB
Elshinta.com - Dewan Pers meminta Kepolisian memproses pelaku tindakan kekerasan terhadap ...
Jumat, 22 Februari 2019 - 19:09 WIB
Elshinta.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon menyesalkan masih terjadinya tin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)