Minggu, 16 Desember 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Mendagri ingatkan Satpol PP cermati empat hal ini

Rabu, 05 Desember 2018 - 19:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2rkuSzi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2rkuSzi

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mencermati empat hal tantangan bangsa Indonesia, yakni radikalisme, narkoba, area rawan korupsi dan ketimpangan sosial.

"Sudah 73 tahun kita merdeka, masih ada radikalisme, hati-hati. Yang kedua soal narkoba, yang ketiga hati-hati pada masalah korupsi, yang keempat cermati masalah ketimpangan sosial yang ada. Ini tantangan yang dihadapi oleh bangsa," kata Tjahjo saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Satpol PP seluruh Provinsi dalam rangka Mendukung Pemilu Serentak 2019 di Media Tower Hotel Jakarta, Rabu (5/12).

Terkait radikalisme dan terorisme, Mendagri mengatakan anggota Satpol PP harus melebur dengan masyarakat dan meningkatkan pengawasannya terhadap warga atau kelompok yang aktivitasnya mencurigakan.

"Sebagai Satpol PP, cermati lingkungan anda, tetangga anda dimana anda berada, dimana anda bertugas, cermati lingkungannya; karena gerakan-gerakan yang berkaitan dengan radikalisme itu bisa muncul setiap saat," jelas Mendagri, dihimpun Antara.

Baca juga: Mendagri sebut seharusnya parpol dibiayai negara

Selanjutnya, soal narkoba, Mendagri berpesan agar seluruh kepala Satpol PP di daerah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan agar anggotanya tidak ada yang menggunakan narkoba. "Jangan sampai ada (anggota) Satpol PP yang ikut-ikutan narkoba, langsung pecat. Cermati itu," katanya.

Terakhir, terkait masih adanya ketimpangan sosial di masyarakat, Tjahjo meminta anggota Satpol PP untuk lebih peka terhadap lingkungan dan segera membantu masyarakat yang masih hidup dengan minim kebersihan dan fasilitas kesehatan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mencermati empat hal tantangan bangsa Indonesia, yakni radikalisme, narkoba, area rawan korupsi dan ketimpangan sosial.

"Sudah 73 tahun kita merdeka, masih ada radikalisme, hati-hati. Yang kedua soal narkoba, yang ketiga hati-hati pada masalah korupsi, yang keempat cermati masalah ketimpangan sosial yang ada. Ini tantangan yang dihadapi oleh bangsa," kata Tjahjo saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Satpol PP seluruh Provinsi dalam rangka Mendukung Pemilu Serentak 2019 di Media Tower Hotel Jakarta, Rabu (5/12).

Terkait radikalisme dan terorisme, Mendagri mengatakan anggota Satpol PP harus melebur dengan masyarakat dan meningkatkan pengawasannya terhadap warga atau kelompok yang aktivitasnya mencurigakan.

"Sebagai Satpol PP, cermati lingkungan anda, tetangga anda dimana anda berada, dimana anda bertugas, cermati lingkungannya; karena gerakan-gerakan yang berkaitan dengan radikalisme itu bisa muncul setiap saat," jelas Mendagri, dihimpun Antara.

Baca juga: Mendagri sebut seharusnya parpol dibiayai negara

Selanjutnya, soal narkoba, Mendagri berpesan agar seluruh kepala Satpol PP di daerah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan agar anggotanya tidak ada yang menggunakan narkoba. "Jangan sampai ada (anggota) Satpol PP yang ikut-ikutan narkoba, langsung pecat. Cermati itu," katanya.

Terakhir, terkait masih adanya ketimpangan sosial di masyarakat, Tjahjo meminta anggota Satpol PP untuk lebih peka terhadap lingkungan dan segera membantu masyarakat yang masih hidup dengan minim kebersihan dan fasilitas kesehatan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com