Minggu, 16 Desember 2018 | 00:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 / Startup

China geser posisi AS sebagai negara dengan startup unicorn terbanyak di dunia

Rabu, 05 Desember 2018 - 17:30 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2KYCEIo
Sumber foto: https://bit.ly/2KYCEIo

Elshinta.com - China merupakan salah satu negara dengan industri digital yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. Pada November lalu, China bahkan dikabarkan telah mengalahkan Amerika Serikat sebagai negara dengan startup unicorn terbanyak di dunia. Seperti diketahui, unicorn adalah istilah yang merujuk kepada sebuah perusahaan rintisan yang telah memiliki valuasi lebih dari USD 1 milliar. 

Menurut South China Morning Post pada November 2018 , China telah melahirkan 34 unicorn baru pada kuartal III tahun 2018.  Startup unicorn ini telah menambah jumlah startup unicorn di China menjadi sebanyak 181. Sementara Amerika Serikat, berdasarkan data dari CB Insight dan Pitchbook hanya memiliki 133-138 startup unicorn saja sampai Agustus 2018.

Sementara itu, sebanyak 20 perusahaan rintisan berstatus unicorn China telah mencatatkan diri di bursa efek negara tersebut pada kuartal III. Hal ini berarti mereka telah melepaskan status sebagai uncorn karena perusahaan yang sudah tercatat di bursa, tak lagi bisa dikategorikan sebagai unicorn. 

Baca juga: Tokopedia raih pendanaan baru sebesar Rp14,5 Triliun?

Pertumbuhan startup di China sendiri memang sudah cukup lama diprediksi bakal menyaingi startup di Global. Beijing disebut-sebut sebagai kota yang ramah startup karena mampu menciptakan ekosistem yang dapat menumbuhkan kembangkan startup seperti halnya di Sillicon Valey, Amerika Serikat. Hal ini tidak lepas dari upaya pemerintah China untuk membangun sektor kewirausahaan dan inovasi dengan gelontoran dana 2,2 triliun pada 2016. 

Melalui sejumlah dana yang diberikan oleh pemerintahan China, anak muda negara tersebut tak kesulitan untuk mendirikan startup mereka sendiri. Selain itu, dukungan Beijing sebagai kota ramah startup juga didukung oleh sejumlah fasilitas pusat inovasi yang ada di kota tersebut seperti Zhongguancun, Sanlitun and Guomao dan pusat inovasi milik Apple. 

***
Simak informasi menarik seputar startup pada eMajels edisi Desember 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - China merupakan salah satu negara dengan industri digital yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. Pada November lalu, China bahkan dikabarkan telah mengalahkan Amerika Serikat sebagai negara dengan startup unicorn terbanyak di dunia. Seperti diketahui, unicorn adalah istilah yang merujuk kepada sebuah perusahaan rintisan yang telah memiliki valuasi lebih dari USD 1 milliar. 

Menurut South China Morning Post pada November 2018 , China telah melahirkan 34 unicorn baru pada kuartal III tahun 2018.  Startup unicorn ini telah menambah jumlah startup unicorn di China menjadi sebanyak 181. Sementara Amerika Serikat, berdasarkan data dari CB Insight dan Pitchbook hanya memiliki 133-138 startup unicorn saja sampai Agustus 2018.

Sementara itu, sebanyak 20 perusahaan rintisan berstatus unicorn China telah mencatatkan diri di bursa efek negara tersebut pada kuartal III. Hal ini berarti mereka telah melepaskan status sebagai uncorn karena perusahaan yang sudah tercatat di bursa, tak lagi bisa dikategorikan sebagai unicorn. 

Baca juga: Tokopedia raih pendanaan baru sebesar Rp14,5 Triliun?

Pertumbuhan startup di China sendiri memang sudah cukup lama diprediksi bakal menyaingi startup di Global. Beijing disebut-sebut sebagai kota yang ramah startup karena mampu menciptakan ekosistem yang dapat menumbuhkan kembangkan startup seperti halnya di Sillicon Valey, Amerika Serikat. Hal ini tidak lepas dari upaya pemerintah China untuk membangun sektor kewirausahaan dan inovasi dengan gelontoran dana 2,2 triliun pada 2016. 

Melalui sejumlah dana yang diberikan oleh pemerintahan China, anak muda negara tersebut tak kesulitan untuk mendirikan startup mereka sendiri. Selain itu, dukungan Beijing sebagai kota ramah startup juga didukung oleh sejumlah fasilitas pusat inovasi yang ada di kota tersebut seperti Zhongguancun, Sanlitun and Guomao dan pusat inovasi milik Apple. 

***
Simak informasi menarik seputar startup pada eMajels edisi Desember 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com