Jumat, 14 Desember 2018 | 20:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

BNN Batang ungkap kasus peredaran narkoba

Rabu, 05 Desember 2018 - 17:18 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FXH0R3
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FXH0R3

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengungkap kasus peredaran narkotika dan obat berbahaya jenis sabu-sabu dengan meringkus pelaku Dedi Wibowo (36) warga Bendan, Kota Pekalongan.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kabupaten Batang Teguh Budi Santosa di Batang, Rabu (05/12).

Ia mengatakan bahwa terungkapnya kasus itu berawal adanya laporan masyarakat melalui `Call Center` BNN yang meninformasikan adanya transaksi narkoba di Batang.

Setelah menerima informasi itu, pihaknya melakukan pengintaian dan penyelidikan, kemudian mengamankan pelaku pada hari Selasa (4/12) sekitar pukul 00.30 WIB.

Dedi Wibowo ditangkap BNN saat mengendarai sedan nomor polisi B-1405-KDY dan berhenti di depan sebuah hotel, Jalan Jenderal Sudirman Batang.

Tim BNN melakukan penggeledahan dan menemukan sabu-sabu sebesar 3,6 gram yang disimpan di bawah karpet pedal gas mobil tersangka.

Setelah menemukan barang bukti kejahatan, BNN mengembangkan kasus itu di indekos tersangka dan mengamankan dua paket kristal putih yang diduga sabu-sabu, empat telepon genggam, dan timbangan digital.

"Tersangka Dedi Wibowo sebelumnya sudah tiga kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Akan tetapi, tersangka tidak jera dan mengulangi kasus kejahatan yang sama untuk keempat kalinya," kata Budi Santosa, dikutip Antara.

Menurut dia, akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 112 subsider Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

"Saat ini, tersangka masih kami amankan di sel BNN. Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka akan kami titipkan di Rutan Rowobelang Batang," katanya.

Tersangka Dedi Wibowo mengatakan bahwa sabu-sabu itu diperoleh dari perintah seseorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Semarang.

"Saya membeli sabu-sabu itu seharga Rp12 juta. Rencananya, sabu-sabu itu saya jual lagi per paket dengan keuntungan Rp100 ribu/ paket," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengungkap kasus peredaran narkotika dan obat berbahaya jenis sabu-sabu dengan meringkus pelaku Dedi Wibowo (36) warga Bendan, Kota Pekalongan.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kabupaten Batang Teguh Budi Santosa di Batang, Rabu (05/12).

Ia mengatakan bahwa terungkapnya kasus itu berawal adanya laporan masyarakat melalui `Call Center` BNN yang meninformasikan adanya transaksi narkoba di Batang.

Setelah menerima informasi itu, pihaknya melakukan pengintaian dan penyelidikan, kemudian mengamankan pelaku pada hari Selasa (4/12) sekitar pukul 00.30 WIB.

Dedi Wibowo ditangkap BNN saat mengendarai sedan nomor polisi B-1405-KDY dan berhenti di depan sebuah hotel, Jalan Jenderal Sudirman Batang.

Tim BNN melakukan penggeledahan dan menemukan sabu-sabu sebesar 3,6 gram yang disimpan di bawah karpet pedal gas mobil tersangka.

Setelah menemukan barang bukti kejahatan, BNN mengembangkan kasus itu di indekos tersangka dan mengamankan dua paket kristal putih yang diduga sabu-sabu, empat telepon genggam, dan timbangan digital.

"Tersangka Dedi Wibowo sebelumnya sudah tiga kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Akan tetapi, tersangka tidak jera dan mengulangi kasus kejahatan yang sama untuk keempat kalinya," kata Budi Santosa, dikutip Antara.

Menurut dia, akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 112 subsider Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

"Saat ini, tersangka masih kami amankan di sel BNN. Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka akan kami titipkan di Rutan Rowobelang Batang," katanya.

Tersangka Dedi Wibowo mengatakan bahwa sabu-sabu itu diperoleh dari perintah seseorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Semarang.

"Saya membeli sabu-sabu itu seharga Rp12 juta. Rencananya, sabu-sabu itu saya jual lagi per paket dengan keuntungan Rp100 ribu/ paket," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com