Ukuran korupsi Indonesia dilihat dari IPK
Rabu, 05 Desember 2018 - 18:26 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FXEBFO

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif menyatakan ukuran korupsi di Indonesia harus dilihat dari indeks persepsi korupsi (IPK).

"Ukuran korupsi beda dengan ukuran penyakit kanker stadium 1, 2, 3, dan 4. Ukuran korupsi itu harus dilihat dari indeks persepsi korupsi kita," kata Syarif.

Hal tersebut dikatakannya di sela-sela acara Festival Media Digital Pemerintah `Transparansi untuk Partisipasi` yang merupakan rangkaian acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2018 di Jakarta, Rabu (05/12).

Namun, Syarif tidak memungkuri bahwa Indonesia masih merupakan negara korup.

Akan tetapi, kalau di ASEAN itu, Indonesia sudah melebihi Thailand, Filipina, dan negara lain. Indonesia nomor tiga di ASEAN.

"Jadi, saya pikir memang korupsi masih banyak. Akan tetapi, apakah itu stadium 3 atau 4. Lebih bagus menggunakan standar yang IPK dari pada memakai standar yang tidak pernah dipakai untuk mengukur tingkat korupsi suatu negara," kata Syarif.

Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto mengatakan bahwa korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

Dalam acara The World in 2019 Gala Dinner yang diselenggarakan oleh Majalah The Economist di Singapura, Selasa (27/11), Prabowo menyebut Indonesia masuk darurat korupsi karena dari pejabat negara, kalangan anggota dewan, menteri, dan hakim tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut dia, isu utama di Indonesia saat ini adalah persoalan korupsi yang sudah menjalar ke semua lapisan pejabat sehingga harus segera diatasi, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 25 Mei 2019 - 16:51 WIB
Elshinta.com - Pimpinan dan civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati ...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 16:34 WIB
Elshinta.com - Airnav Indonesia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 16:23 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi akan mengawasi aksi pelaku kejahatan yang akan m...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 15:54 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia bidang Hak Sipil dan Partisipasi A...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 15:32 WIB
Elshinta.com - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi muda yang memiliki integrit...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 15:17 WIB
Elshinta.com - Matahari akan melintas tepat di atas Ka`bah pada 27-28 Mei 2019 dan menjadi...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Tim Manajemen Pertamina Marketing Operati...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Sejumlah tokoh agama (Tiga) dan tokoh masyarakat (Tomas) di Cirebon mengecam ker...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 13:52 WIB
Elshinta.com - Terminal Giwangan akan menjadi tujuan akhir bagi peserta program mudik grat...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 13:31 WIB
Elshinta.com - Menjelang Lebaran tahun 2019, warga Kabupaten Demak di Jabodetabek yang tergabun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung