Senin, 17 Desember 2018 | 04:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polres Temanggung tahan makelar mobil pengguna sabu-sabu

Rabu, 05 Desember 2018 - 18:55 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J8GdKY
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J8GdKY

Elshinta.com - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menahan seorang makelar mobil warga Desa Wonokerso, Tembarak, Kabupaten Temanggung, Nurcholis, karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

Demikian disampaikan Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Heni Widiyanti di Temanggung, Rabu (05/12).

Ia mengatakan, sebelumnya petugas mendapatkan informasi bahwa rumah tersangka sering digunakan untuk pesta narkoba.

Kemudian petugas Polres Temanggung melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan ternyata benar, maka pada 14 November 2018 petugas Polres Temanggung melakukan penggerebekan dan mengamankan Nurcholis dan sejumlah barang bukti.

Heni menuturkan dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu paket sabu-sabu seberat 0,84 gram, sebuah pipet kaca, alat hisap atau bong, telepon seluler, dan satu unit sepeda motor.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal dua belas tahun penjara dan denda minimal Rp800 juta hingga maksimal Rp8 miliar.

"Kami berhasil menangkap tersangka saat memakai sabu-sabu di rumahnya sendiri. Setelah petugas menggeledah, ternyata benar ditemukan barang bukti berupa paket sabu-sabu sisa pemakaian yang belum habis oleh tersangka," katanya, dikutip Antara.

Tersangka Nurcholis mengaku pernah dihukum lima tahun dalam kasus yang sama, penyalahgunaan narkoba di wilayah Semarang.

Ia mengaku sudah mengkonsumsi sabu-sabu sejak tahun 2008 dengan dalih iseng sekaligus untuk menambah stamina.

Sebelum ditangkap polisi, dirinya memesan paket sabu-sabu dari seseorang yang tidak diketahui namanya seharga Rp1.200.000 per gram via pesan whatsapp (WA). Setiap paket digunakan sebanyak empat hingga lima kali.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menahan seorang makelar mobil warga Desa Wonokerso, Tembarak, Kabupaten Temanggung, Nurcholis, karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

Demikian disampaikan Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Heni Widiyanti di Temanggung, Rabu (05/12).

Ia mengatakan, sebelumnya petugas mendapatkan informasi bahwa rumah tersangka sering digunakan untuk pesta narkoba.

Kemudian petugas Polres Temanggung melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan ternyata benar, maka pada 14 November 2018 petugas Polres Temanggung melakukan penggerebekan dan mengamankan Nurcholis dan sejumlah barang bukti.

Heni menuturkan dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu paket sabu-sabu seberat 0,84 gram, sebuah pipet kaca, alat hisap atau bong, telepon seluler, dan satu unit sepeda motor.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal dua belas tahun penjara dan denda minimal Rp800 juta hingga maksimal Rp8 miliar.

"Kami berhasil menangkap tersangka saat memakai sabu-sabu di rumahnya sendiri. Setelah petugas menggeledah, ternyata benar ditemukan barang bukti berupa paket sabu-sabu sisa pemakaian yang belum habis oleh tersangka," katanya, dikutip Antara.

Tersangka Nurcholis mengaku pernah dihukum lima tahun dalam kasus yang sama, penyalahgunaan narkoba di wilayah Semarang.

Ia mengaku sudah mengkonsumsi sabu-sabu sejak tahun 2008 dengan dalih iseng sekaligus untuk menambah stamina.

Sebelum ditangkap polisi, dirinya memesan paket sabu-sabu dari seseorang yang tidak diketahui namanya seharga Rp1.200.000 per gram via pesan whatsapp (WA). Setiap paket digunakan sebanyak empat hingga lima kali.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB

BMKG: Gempa di Papua akibat deformasi batuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com