Senin, 17 Desember 2018 | 22:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Golkar kritisi data ganda DPT Pemilu Sukoharjo

Rabu, 05 Desember 2018 - 19:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ketua DPD Partai Golkar Sukoharjo menunjukkan temuan DPT ganda. Foto: Deni Suryanti/Elshinta
Ketua DPD Partai Golkar Sukoharjo menunjukkan temuan DPT ganda. Foto: Deni Suryanti/Elshinta

Elshinta.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sukoharjo menemukan sebanyak 975 pemilih ganda pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 yang segera dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Ketua DPD Partai Golkar Sukoharjo Giyarto mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran pemilih ganda berdasarkan pencermatan berbasis nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga. Nama ganda atau identik untuk satu NIK atau KK terjadi merata di seluruh Sukoharjo.

Giyarto menyebutkan, rincian data yang temukan yakni data ganda laki-laki sebanyak 439 dan perempuan sebanyak 536. Sehingga total ditemukan 975 pemilih ganda meski masih memiliki kemungkinan bertambah.

“Penyisiran oleh parpol ini sifatnya masukan kepada penyelenggara Pemilu agar lebih teliti dalam mendata pemilih untuk kepentingan Pemilu 2019,” kata Giyarto di Sukoharjo, Selasa (4/12), dilaporkan Kontributor Elshinta Deni Suryanti.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, temuan Partai Golkar merupakan masukan untuk KPU Sukoharjo dalam agenda sinkronisasi data dan konsolidasi. Tujuannya agar terwujud DPT yang menjamin hak pilih.

Masukan dari Partai Golkar merupakan data yang sudah ditandai NIK-nya sehingga akan dilakukan pengecekan kembali dengan hasil tindak lanjut rekomendasi Bawaslu. “ Untuk memastikan tidak ada lagi data ganda,” imbuhnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sukoharjo menemukan sebanyak 975 pemilih ganda pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 yang segera dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Ketua DPD Partai Golkar Sukoharjo Giyarto mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran pemilih ganda berdasarkan pencermatan berbasis nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga. Nama ganda atau identik untuk satu NIK atau KK terjadi merata di seluruh Sukoharjo.

Giyarto menyebutkan, rincian data yang temukan yakni data ganda laki-laki sebanyak 439 dan perempuan sebanyak 536. Sehingga total ditemukan 975 pemilih ganda meski masih memiliki kemungkinan bertambah.

“Penyisiran oleh parpol ini sifatnya masukan kepada penyelenggara Pemilu agar lebih teliti dalam mendata pemilih untuk kepentingan Pemilu 2019,” kata Giyarto di Sukoharjo, Selasa (4/12), dilaporkan Kontributor Elshinta Deni Suryanti.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, temuan Partai Golkar merupakan masukan untuk KPU Sukoharjo dalam agenda sinkronisasi data dan konsolidasi. Tujuannya agar terwujud DPT yang menjamin hak pilih.

Masukan dari Partai Golkar merupakan data yang sudah ditandai NIK-nya sehingga akan dilakukan pengecekan kembali dengan hasil tindak lanjut rekomendasi Bawaslu. “ Untuk memastikan tidak ada lagi data ganda,” imbuhnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Senin, 17 Desember 2018 - 19:24 WIB

PKB adakan acara konsolidasi caleg dihadiri Jokowi

Senin, 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com