Minggu, 16 Desember 2018 | 00:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Polri terus sosialisasi tak sebar berita hoax di medsos

Rabu, 05 Desember 2018 - 21:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Dody Handoko/Elshinta
Istimewa. Foto: Dody Handoko/Elshinta

Elshinta.com - Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Budi Setiawan mengatakan Polri akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar berita hoax tidak terus disebarkan di media sosial. 

"Kita berikan suatu penjelasan pada masyarakat, supaya memahami, bahwa menyebarkan berita hoax tidak benar," katanya saat acara Junior Chamber International (JCI) Indonesia di Satrio Tower, Jakarta, Rabu (5/12).

"Sehari bisa ribuan hoax yang tersebar ini cukup masif," lanjut dia, dilaporkan Reporter Elshinta Dody Handoko.

Dijelaskannya beredarnya berita hoax terjadi akibat banyak hal dan alasan. Satu di antaranya keinginan masyarakat yang ingin dianggap eksis. Keinginan itu membuat mereka menyebarkan berita secara cepat tanpa mempelajari kebenaran informasinya terlebih dahulu.

Dikatakannya, jika ragu pada sebuah berita, sebaiknya dibaca dari awal sampai akhir. "Menyaring dengan membaca, setelah itu kalau ragu, dipelajari berita itu diproduksi oleh siapa? Sumbernya dari siapa? Tanyakan apakah medianya kredibel? Kalau di media-media tertentu, berita yang belum jelas itu tidak begitu diberitakan. Jadi sebenarnya nggak susah cuman tinggal mau apa nggak?," paparnya. 

Budi menyebutkan, tanda -tanda berita hoax adalah adanya ujaran kebencian dan ajakan untuk menyebarkan. "Ada hujatan, titik koma, atau tanda seru yang aneh-aneh," ungkapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Budi Setiawan mengatakan Polri akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar berita hoax tidak terus disebarkan di media sosial. 

"Kita berikan suatu penjelasan pada masyarakat, supaya memahami, bahwa menyebarkan berita hoax tidak benar," katanya saat acara Junior Chamber International (JCI) Indonesia di Satrio Tower, Jakarta, Rabu (5/12).

"Sehari bisa ribuan hoax yang tersebar ini cukup masif," lanjut dia, dilaporkan Reporter Elshinta Dody Handoko.

Dijelaskannya beredarnya berita hoax terjadi akibat banyak hal dan alasan. Satu di antaranya keinginan masyarakat yang ingin dianggap eksis. Keinginan itu membuat mereka menyebarkan berita secara cepat tanpa mempelajari kebenaran informasinya terlebih dahulu.

Dikatakannya, jika ragu pada sebuah berita, sebaiknya dibaca dari awal sampai akhir. "Menyaring dengan membaca, setelah itu kalau ragu, dipelajari berita itu diproduksi oleh siapa? Sumbernya dari siapa? Tanyakan apakah medianya kredibel? Kalau di media-media tertentu, berita yang belum jelas itu tidak begitu diberitakan. Jadi sebenarnya nggak susah cuman tinggal mau apa nggak?," paparnya. 

Budi menyebutkan, tanda -tanda berita hoax adalah adanya ujaran kebencian dan ajakan untuk menyebarkan. "Ada hujatan, titik koma, atau tanda seru yang aneh-aneh," ungkapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com