Senin, 17 Desember 2018 | 22:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Dinkes Mimika tarik petugas dari perbatasan Nduga

Kamis, 06 Desember 2018 - 07:21 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber Foto: https://bit.ly/2BTCP4O
Sumber Foto: https://bit.ly/2BTCP4O

Elshinta.com - Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memutuskan menarik sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Hoeya dan Puskesmas Tsinga, dua wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga.

Sekretaris Dinkes Mimika Reynold Ubra di Timika, Kamis (6/12), mengatakan penarikan sementara para petugas kesehatan itu ke Timika mengingat situasi keamanan di Kabupaten Nduga akhir-akhir ini sering terjadi gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB.

"Kami sudah menghubungi Kepala Tata Usaha Puskesmas Tsinga, mereka melaporkan bahwa situasi keamanan di Tsinga dan Hoeya kini tidak terlalu kondusif. Makanya kami memutuskan untuk sementara waktu petugas kesehatan kita tarik ke Timika," jelas Reynold, seperti dikutip dari Antara.

Dinkes Mimika selanjutnya berkoordinasi dengan bagian Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia guna membantu menyediakan helikopter untuk menjemput para petugas kesehatan di dua wilayah tersebut.

Reynold menjelaskan bahwa saat ini di Puskesmas Tsinga terdapat empat petugas kesehatan pemerintah ditambah delapan orang petugas kesehatan yang ditempatkan Pelkesi (Pelkesi bekerja sama dengan Biro Kesehatan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro/LPMAK). Adapun di Hoeya terdapat lima orang petugas kesehatan.

Rencananya, para petugas kesehatan di dua Puskesmas tersebut akan dijemput dengan helikopter di lokasi tugas mereka pada Kamis ini.

Baca juga: Dinkes Jayapura deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

Wilayah lain yang juga berbatasan dengan Kabupaten Nduga seperti Alama, saat ini seluruh petugas kesehatannya sudah berada di Timika.

Reynold memastikan penarikan para petugas kesehatan tersebut hanya bersifat sementara, jika situasi keamanan kembali kondusif maka para petugas tersebut akan kembali ke tempat tugas mereka.

"Memang ada yang berkeinginan tetap bertahan di tempat tugas mereka, tapi kami melihat situasi ini cukup berisiko sehingga tidak boleh ada yang tinggal di sana. Kami tentu mempertimbangkan pengalaman sebelumnya seperti yang terjadi di Aroanop beberapa waktu lalu. Saat itu kami menarik petugas kesehatan di Puskesmas Aroanop setelah ada kejadian guru-guru disekap dan mengalami perlakuan kekerasan oleh KKB," jelas Reynold.

Sebagaimana diketahui, KKB pimpinan Egunius Kogoya dilaporkan membunuh puluhan pekerja PT Istaka yang mengerjakan Jembatan Kali Yigi Kabupaten Nduga.

Pada Rabu (5/12) petang, aparat gabungan TNI-Polri menemukan 15 jenazah pekerja PT Istaka di Puncak Kabo, Distrik Yal. Hingga kini aparat masih melakukan pencarian jenazah pekerja PT Istaka lainnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memutuskan menarik sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Hoeya dan Puskesmas Tsinga, dua wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga.

Sekretaris Dinkes Mimika Reynold Ubra di Timika, Kamis (6/12), mengatakan penarikan sementara para petugas kesehatan itu ke Timika mengingat situasi keamanan di Kabupaten Nduga akhir-akhir ini sering terjadi gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB.

"Kami sudah menghubungi Kepala Tata Usaha Puskesmas Tsinga, mereka melaporkan bahwa situasi keamanan di Tsinga dan Hoeya kini tidak terlalu kondusif. Makanya kami memutuskan untuk sementara waktu petugas kesehatan kita tarik ke Timika," jelas Reynold, seperti dikutip dari Antara.

Dinkes Mimika selanjutnya berkoordinasi dengan bagian Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia guna membantu menyediakan helikopter untuk menjemput para petugas kesehatan di dua wilayah tersebut.

Reynold menjelaskan bahwa saat ini di Puskesmas Tsinga terdapat empat petugas kesehatan pemerintah ditambah delapan orang petugas kesehatan yang ditempatkan Pelkesi (Pelkesi bekerja sama dengan Biro Kesehatan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro/LPMAK). Adapun di Hoeya terdapat lima orang petugas kesehatan.

Rencananya, para petugas kesehatan di dua Puskesmas tersebut akan dijemput dengan helikopter di lokasi tugas mereka pada Kamis ini.

Baca juga: Dinkes Jayapura deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

Wilayah lain yang juga berbatasan dengan Kabupaten Nduga seperti Alama, saat ini seluruh petugas kesehatannya sudah berada di Timika.

Reynold memastikan penarikan para petugas kesehatan tersebut hanya bersifat sementara, jika situasi keamanan kembali kondusif maka para petugas tersebut akan kembali ke tempat tugas mereka.

"Memang ada yang berkeinginan tetap bertahan di tempat tugas mereka, tapi kami melihat situasi ini cukup berisiko sehingga tidak boleh ada yang tinggal di sana. Kami tentu mempertimbangkan pengalaman sebelumnya seperti yang terjadi di Aroanop beberapa waktu lalu. Saat itu kami menarik petugas kesehatan di Puskesmas Aroanop setelah ada kejadian guru-guru disekap dan mengalami perlakuan kekerasan oleh KKB," jelas Reynold.

Sebagaimana diketahui, KKB pimpinan Egunius Kogoya dilaporkan membunuh puluhan pekerja PT Istaka yang mengerjakan Jembatan Kali Yigi Kabupaten Nduga.

Pada Rabu (5/12) petang, aparat gabungan TNI-Polri menemukan 15 jenazah pekerja PT Istaka di Puncak Kabo, Distrik Yal. Hingga kini aparat masih melakukan pencarian jenazah pekerja PT Istaka lainnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com