Senin, 17 Desember 2018 | 04:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Sembilan rumah di Trenggalek rusak diterjang longsor

Kamis, 06 Desember 2018 - 07:53 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Pb41E7
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Pb41E7

Elshinta.com - Sedikitnya sembilan rumah rusak parah dan beberapa akses jalan putus akibat diterjang tanah longsor di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Rabu (5/12).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek Joko Rusianto, Kamis (6/12) mengkonfirmasi, sembilan rumah warga yang rusak berlokasi di Desa Nglebeng dan Terbis, Kecamatan Panggul. "Di Desa Nglebeng ada delapan rumah yang rusak, sementara di Terbis satu," kata Joko.

Ia merinci, rumah yang rusak di Desa Nglebeng meliputi rumah Soiman, Sarino dan Miskidi di RT 35 RW 11; rumah Noto dan Jumadi di RT 37/RW 09; rumah Samin di RT 28/RW 09, rumah Misran di RT 32/RW 11, rumah Soijan di RT 31/RW 10, serta Desa Terbis rumah Yatno di RT 10/RW 05.

Baca juga: 16 kecamatan di DIY berisiko longsor

Diprediksi akibat hal tersebut kerugian yang dialami pemilik rumah mencapai jutaan rupiah.

Selain itu di Desa Nglebeng, juga terdapat satu pohon tumbang yang mengakibatkan jalan desa terputus sementara. "Untuk pohon tumbang telah kita tangani, sehingga akses jalan tersebut bisa dilalui," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Pihak BPBD sendiri sesaat setah kejadian langsung diterjunkan ke lokasi.

Tim mereka kemudian melakukan upaya pemetaan, mitigasi awal serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama pihak desa dan warga sekitar.

Tujuannya agar tindakan penanganan terkait peristiwa tersebut tepat.

Dari situlah diputuskan penanganan dilakukan dengan cara bekerja bakti untuk membersihkan material, agar pemilik rumah bisa segera menempatinya. Selain itu juga diberikan bantuan berupa makanan cepat saji kepada korban, mengingat sementara waktu korban belum bisa memasak.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Trenggalek, bencana akibat hujan juga terjadi di empat desa wilayah Kecamatan Munjungan.

Bencana tersebut di antaranya terjadi di Desa Craken yang mengakibatkan tebing penahan jalan utama Munjungan-Panggul longsor dengan dengan panjang 50 meter, dan abrasi di Pantai Ngadipuro yang menggerus jalan dengan panjang sekitar 20 meter.

Selain itu juga terjadi tanah longsor di Desa Masaran yang menimpa rumah Jumirah RT 09/RW 02, di Desa Ngulungkulon yang menimpa rumah Suyaji RT 08/RW 02, dan Subani, RT 16/ RW 02 serta di Desa Karangturi namun material longsor hanya jatuh di halaman rumah Tukiran RT 28/RW 05.

"Karena hujan dimungkinkan masih terus terjadi, kami berpesan kepada masyarakat agar lebih waspada, sedangkan untuk penanganan tanggap darurat atas bencana tersebut telah kami lakukan dengan cara menggandeng berbagai pihak untuk melakukan kerja bakti dan memberi bantuan yang diperlukan," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Sedikitnya sembilan rumah rusak parah dan beberapa akses jalan putus akibat diterjang tanah longsor di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Rabu (5/12).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek Joko Rusianto, Kamis (6/12) mengkonfirmasi, sembilan rumah warga yang rusak berlokasi di Desa Nglebeng dan Terbis, Kecamatan Panggul. "Di Desa Nglebeng ada delapan rumah yang rusak, sementara di Terbis satu," kata Joko.

Ia merinci, rumah yang rusak di Desa Nglebeng meliputi rumah Soiman, Sarino dan Miskidi di RT 35 RW 11; rumah Noto dan Jumadi di RT 37/RW 09; rumah Samin di RT 28/RW 09, rumah Misran di RT 32/RW 11, rumah Soijan di RT 31/RW 10, serta Desa Terbis rumah Yatno di RT 10/RW 05.

Baca juga: 16 kecamatan di DIY berisiko longsor

Diprediksi akibat hal tersebut kerugian yang dialami pemilik rumah mencapai jutaan rupiah.

Selain itu di Desa Nglebeng, juga terdapat satu pohon tumbang yang mengakibatkan jalan desa terputus sementara. "Untuk pohon tumbang telah kita tangani, sehingga akses jalan tersebut bisa dilalui," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Pihak BPBD sendiri sesaat setah kejadian langsung diterjunkan ke lokasi.

Tim mereka kemudian melakukan upaya pemetaan, mitigasi awal serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama pihak desa dan warga sekitar.

Tujuannya agar tindakan penanganan terkait peristiwa tersebut tepat.

Dari situlah diputuskan penanganan dilakukan dengan cara bekerja bakti untuk membersihkan material, agar pemilik rumah bisa segera menempatinya. Selain itu juga diberikan bantuan berupa makanan cepat saji kepada korban, mengingat sementara waktu korban belum bisa memasak.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Trenggalek, bencana akibat hujan juga terjadi di empat desa wilayah Kecamatan Munjungan.

Bencana tersebut di antaranya terjadi di Desa Craken yang mengakibatkan tebing penahan jalan utama Munjungan-Panggul longsor dengan dengan panjang 50 meter, dan abrasi di Pantai Ngadipuro yang menggerus jalan dengan panjang sekitar 20 meter.

Selain itu juga terjadi tanah longsor di Desa Masaran yang menimpa rumah Jumirah RT 09/RW 02, di Desa Ngulungkulon yang menimpa rumah Suyaji RT 08/RW 02, dan Subani, RT 16/ RW 02 serta di Desa Karangturi namun material longsor hanya jatuh di halaman rumah Tukiran RT 28/RW 05.

"Karena hujan dimungkinkan masih terus terjadi, kami berpesan kepada masyarakat agar lebih waspada, sedangkan untuk penanganan tanggap darurat atas bencana tersebut telah kami lakukan dengan cara menggandeng berbagai pihak untuk melakukan kerja bakti dan memberi bantuan yang diperlukan," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB

BMKG: Gempa di Papua akibat deformasi batuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com