Gunung Anak Krakatau 9 kali tremor
Elshinta
Kamis, 06 Desember 2018 - 09:04 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Gunung Anak Krakatau 9 kali tremor
Gunung Anak Krakatau. Sumber foto: https://bit.ly/2PIuZPR

Elshinta.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengalami sembilan kali kegempaan tremor harmonik sepanjang Rabu (5/12) hingga Kamis dini hari, dan secara visual gunung kabut 0-III, asap kawah tidak teramati, ombak laut tenang.

Menurut rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diterima di Bandarlampung, Kamis (06/12), meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Deny Mardiono AMd, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 5 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, kondisi cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara 25-31 derajat Celsius, kelembapan udara 66-100 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau alami tiga kegempaan letusan

Laporan aktivitas Kegempaan Tremor Harmonik 9 kali, amplitudo 2-23 mm, durasi 100-400 detik. Vulkanik Dangkal 25 kali, amplitudo 3-20 mm, durasi 3-16 detik. Vulkanik Dalam 5 kali, amplitudo 35-57 mm, S-P 1-2 detik, durasi 17-30 detik. Tektonik Jauh 1 kali, amplitudo 48 mm, S-P tidak terbaca, durasi 460 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-15 mm (dominan 3 mm).

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut ini disimpulkan tingkat aktivitas Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satu rumah rusak berat di Buleleng akibat gempa
Selasa, 16 Juli 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Sebuah rumah di Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Ka...
BNPB: 3.104 orang mengungsi akibat gempa Halmahera Selatan
Selasa, 16 Juli 2019 - 18:10 WIB
Elshinta.com - Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Bada...
Pemkab Halmahera Selatan butuh tenda untuk korban gempa
Selasa, 16 Juli 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara membutuhkan tenda untuk did...
Sejumlah bangunan rusak akibat gempa Jembrana Bali
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi magnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Jembrana Provinsi Bali pada ...
Kades di Halmahera gunakan Dana Desa untuk kebutuhan korban gempa
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:21 WIB
Elshinta.com - Kepala desa (Kades) di sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku U...
Gempa Jembrana akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,0 yang mengguncang Kabupaten Jembrana, Pr...
Seorang calon haji asal Papua batal berangkat karena hamil
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:10 WIB
Elshinta.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Hasanuddin membatalkan kebera...
Getaran gempa di Bali terasa sampai Lombok
Selasa, 16 Juli 2019 - 07:52 WIB
Elshinta.com - Getaran gempa dengan magnitudo 6 yang berpusat di Bali, Selasa (16/7) pagi teras...
BPBD Malut catat ratusan rumah rusak berat, tiga orang meninggal
Selasa, 16 Juli 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) mencatat, hingga...
Gempa guncang Bali
Selasa, 16 Juli 2019 - 07:20 WIB
Elshinta.com - Gempa berkekuatan Magnitudo 6.0 mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Ba...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)