Minggu, 16 Desember 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi tangkap residivis peretas siber

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:43 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2E2ETbS
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2E2ETbS

Elshinta.com - Anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat telah menangkap dua orang peretas siber residivis yang diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba.

Kapolsek Kalideres Kompol Pius Ponggeng SH mengungkapkan, di Jakarta, Kamis, dua orang yang tertangkap dari pengungkapan tersebut, yakni tersangka RRK bin GMK (36) dan APR (39). Mereka ditangkap di sebuah apartemen di Jakarta Pusat.

"Untuk tersangka RRK kita tangkap di kamar tidurnya, sedangkan tersangka APR kita tangkap di lobi apartemen," ujar Kompol Pius, dikutip Antara.

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar menambahkan, penangkapan terhadap dua orang tersangka tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang mencurigai gerak-gerik tersangka. Setelah mendapatkan informasi, anggota Polsek Kalideres menyelidiki dan akhirnya menangkap dua tersangka tersebut dam mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari tersangka RRK, barang bukti yang disita antaranya satu plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,33 gram, satu set alat hisap sabu, dan 22 pil psikotropika.

Sedangkan dari tersangka APR diantaranya satu plastik klip kecil narkotika jenis sabu seberat 0,47gram, dan tiga butir pil psikotropika.

Dari hasil keterangan tersangka, dua orang tersangka tersebut merupakan peretas dan juga residivis dengan kasus yang sama.

"Mereka (tersangka) ini pernah ditahan atas kasus yang sama. Kami masih mendalaminya terkait barang haram yang didapat oleh tersangka," ujar AKP Syafri.

Kini, kedua tersangka tersebut kembali mendekam di tahanan dengan ancaman Pasal 114 ayat (1) Sub. Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 UURI No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat telah menangkap dua orang peretas siber residivis yang diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba.

Kapolsek Kalideres Kompol Pius Ponggeng SH mengungkapkan, di Jakarta, Kamis, dua orang yang tertangkap dari pengungkapan tersebut, yakni tersangka RRK bin GMK (36) dan APR (39). Mereka ditangkap di sebuah apartemen di Jakarta Pusat.

"Untuk tersangka RRK kita tangkap di kamar tidurnya, sedangkan tersangka APR kita tangkap di lobi apartemen," ujar Kompol Pius, dikutip Antara.

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar menambahkan, penangkapan terhadap dua orang tersangka tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang mencurigai gerak-gerik tersangka. Setelah mendapatkan informasi, anggota Polsek Kalideres menyelidiki dan akhirnya menangkap dua tersangka tersebut dam mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari tersangka RRK, barang bukti yang disita antaranya satu plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,33 gram, satu set alat hisap sabu, dan 22 pil psikotropika.

Sedangkan dari tersangka APR diantaranya satu plastik klip kecil narkotika jenis sabu seberat 0,47gram, dan tiga butir pil psikotropika.

Dari hasil keterangan tersangka, dua orang tersangka tersebut merupakan peretas dan juga residivis dengan kasus yang sama.

"Mereka (tersangka) ini pernah ditahan atas kasus yang sama. Kami masih mendalaminya terkait barang haram yang didapat oleh tersangka," ujar AKP Syafri.

Kini, kedua tersangka tersebut kembali mendekam di tahanan dengan ancaman Pasal 114 ayat (1) Sub. Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 UURI No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com