Minggu, 16 Desember 2018 | 00:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Pengikut ajaran sesat Sensen capai ribuan

Kamis, 06 Desember 2018 - 10:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi reaksi massa. Sumber foto: https://bit.ly/2Uj79wL
Ilustrasi reaksi massa. Sumber foto: https://bit.ly/2Uj79wL

Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan jumlah pengikut ajaran sesat orang yang mengaku rasul Sensen Komara, di Garut, mencapai ribuan orang, sehingga perlu upaya penyadaran dan pencegahan agar tidak terus meluas.

"Di Garut ada di atas 3.000-an, belum angkatan bersenjata ada sekitar 1.000 sampai 2.000-an," kata Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirojul Munir, Rabu (5/12).

Mengutip Antara, KH Sirojul Munir menuturkan, data yang diperoleh MUI Garut itu berdasarkan pengakuan beberapa orang pengikutnya yang mengungkapkan ada ribuan orang menjadi pengikut ajaran Sensen Komara. Bahkan, pengikut Sensen bukan hanya di Garut, tetapi ada di daerah lain di Indonesia yang jumlahnya lebih banyak daripada di Garut. 

"Kalau se-Indonesia ini banyak, mereka kan jaringannya se-Indonesia," kata KH Sirojul Munir.

Ia menjelaskan, MUI Garut telah berupaya melakukan pendekatan terhadap para pengikutnya secara personal maupun kelompok, tetapi hasilnya tetap memercayai Sensen sebagai rasulnya. Bahkan, Sensen pernah dilaporkan dan menjalani persidangan yang hasilnya Sensen harus direhabilitasi karena mengalami gangguan jiwa.

"Kita sudah melakukan pendekatan secara personal, tapi mereka tetap `keukeuh` (bertahan), ini hak kami," katanya.

Ia menambahkan, MUI Garut sudah mengeluarkan fatwa aliran sesat bagi Sensen Komara dan melarang setiap kegiatannya yang bertujuan untuk penyebaran pahamnya.

"Kami sudah mengeluarkan fatwa tentang aliran Sensen, keputusan fatwanya Sensen itu memiliki gerakan keagamaan mengaku sebagai rasul," tandasnya.

Sebelumnya, kasus orang mengaku rasul kembali muncul di Garut karena adanya satu keluarga di Kecamatan Caringin mengakui Sensen sebagai rasulnya secara tertulis. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan jumlah pengikut ajaran sesat orang yang mengaku rasul Sensen Komara, di Garut, mencapai ribuan orang, sehingga perlu upaya penyadaran dan pencegahan agar tidak terus meluas.

"Di Garut ada di atas 3.000-an, belum angkatan bersenjata ada sekitar 1.000 sampai 2.000-an," kata Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirojul Munir, Rabu (5/12).

Mengutip Antara, KH Sirojul Munir menuturkan, data yang diperoleh MUI Garut itu berdasarkan pengakuan beberapa orang pengikutnya yang mengungkapkan ada ribuan orang menjadi pengikut ajaran Sensen Komara. Bahkan, pengikut Sensen bukan hanya di Garut, tetapi ada di daerah lain di Indonesia yang jumlahnya lebih banyak daripada di Garut. 

"Kalau se-Indonesia ini banyak, mereka kan jaringannya se-Indonesia," kata KH Sirojul Munir.

Ia menjelaskan, MUI Garut telah berupaya melakukan pendekatan terhadap para pengikutnya secara personal maupun kelompok, tetapi hasilnya tetap memercayai Sensen sebagai rasulnya. Bahkan, Sensen pernah dilaporkan dan menjalani persidangan yang hasilnya Sensen harus direhabilitasi karena mengalami gangguan jiwa.

"Kita sudah melakukan pendekatan secara personal, tapi mereka tetap `keukeuh` (bertahan), ini hak kami," katanya.

Ia menambahkan, MUI Garut sudah mengeluarkan fatwa aliran sesat bagi Sensen Komara dan melarang setiap kegiatannya yang bertujuan untuk penyebaran pahamnya.

"Kami sudah mengeluarkan fatwa tentang aliran Sensen, keputusan fatwanya Sensen itu memiliki gerakan keagamaan mengaku sebagai rasul," tandasnya.

Sebelumnya, kasus orang mengaku rasul kembali muncul di Garut karena adanya satu keluarga di Kecamatan Caringin mengakui Sensen sebagai rasulnya secara tertulis. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com