Jumat, 14 Desember 2018 | 20:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Gempa Mataram tak pengaruhi `Forum Demokrasi Bali`

Kamis, 06 Desember 2018 - 11:00 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Forrum Demokrasi Bali yang diadakan pada 6-7 Desember 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2Qf2LAG
Forrum Demokrasi Bali yang diadakan pada 6-7 Desember 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2Qf2LAG

Elshinta.com - Gempa berkekuatan 5,7 skala Richter yang berpusat di Mataram, NTB, tidak mempengaruhi Forum Demokrasi Bali (BDF) ke-11 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. 

"Getaran memang sempat terasa hanya beberapa detik tetapi setelah itu kami biasa saja," kata Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz ketika menghadiri pembukaan BDF ke-11 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (06/12).

Sesuai prosedur, pengelola gedung tempat berlangsungnya forum tersebut juga telah memberikan instruksi dan standar keamanan apabila terjadi bencana sesaat sebelum gempa mengguncang. Dengan begitu, sejumlah delegasi memahami alur evakuasi saat bertepatan terjadi gempa bumi.

Setelah terjadi gempa, pengelola gedung juga kembali memberikan arahan terkait standar dan prosedur keamanan termasuk mengimbau para delegasi untuk tetap tenang. Tidak berselang lama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kemudian membuka BDF ke-11 bersama dengan Presiden Nauru Baron Divavesi Waqa.

Baca juga: Siswa korban gempa masih belajar di tenda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tektonik yang terjadi pukul 09.02 Wita itu terletak pada koordinat 8,5 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km arah barat laut Mataram, NTB. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme, BMKG menambahkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik," katanya dalam siaran pers.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. BMKG juga menyebutkan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Gempa berkekuatan 5,7 skala Richter yang berpusat di Mataram, NTB, tidak mempengaruhi Forum Demokrasi Bali (BDF) ke-11 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. 

"Getaran memang sempat terasa hanya beberapa detik tetapi setelah itu kami biasa saja," kata Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz ketika menghadiri pembukaan BDF ke-11 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (06/12).

Sesuai prosedur, pengelola gedung tempat berlangsungnya forum tersebut juga telah memberikan instruksi dan standar keamanan apabila terjadi bencana sesaat sebelum gempa mengguncang. Dengan begitu, sejumlah delegasi memahami alur evakuasi saat bertepatan terjadi gempa bumi.

Setelah terjadi gempa, pengelola gedung juga kembali memberikan arahan terkait standar dan prosedur keamanan termasuk mengimbau para delegasi untuk tetap tenang. Tidak berselang lama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kemudian membuka BDF ke-11 bersama dengan Presiden Nauru Baron Divavesi Waqa.

Baca juga: Siswa korban gempa masih belajar di tenda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tektonik yang terjadi pukul 09.02 Wita itu terletak pada koordinat 8,5 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km arah barat laut Mataram, NTB. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme, BMKG menambahkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik," katanya dalam siaran pers.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. BMKG juga menyebutkan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com