Cara menaikkan derajat cemilan tradisional seperti bisnis cireng salju
Elshinta
Kamis, 06 Desember 2018 - 12:17 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Dewi Rusiana
Cara menaikkan derajat cemilan tradisional seperti bisnis cireng salju
Sumber foto: https://bit.ly/2Ees8fj

Elshinta.com - Indonesia sejak dahulu sudah terkenal dengan keanekaragaman makannya. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah di Indonesia pasti memiliki makanan khasnya sendiri-sendiri. Salah satu jajanan khas Indonesia yang cukup digemari oleh masyarakat adalah cireng atau aci goreng. Dalam bahasa Sunda, aci berarti tepung kanji. Makanan ini sudah popular sejak tahun 80an dan banyak dijajakan di warung-warung kecil atau pedang kaki lima yang mangkal di pinggir jalan. 

Di zaman sekarang, cireng tidak saja menjadi jajan tradisional biasa, tetapi sudah menjelma menjadi bisnis skala besar yang omzetnya jutaan hingga milyaran rupiah. Pada eMajels edisi April 2017, dibahas kisah tiga pemuda bernama Dimas Aritejo, M Catur Gunadi, dan M Najib yang sukses mengembangkan cireng salju hingga memiliki omzet Rp1 M perbulan. 

Dimas Aritejo bersama dua rekannya tersebut memulai bisnis sejak tahun 2011, namun saat ini masih dalam skala kecil, modalnya pun hanya ratusan juta rupiah. Pada 2014, mereka mulai serius menggarap bisnis cireng salju tersebut dengan menambah modal hingga Rp 100 juta. Keberanian Dimas dan dan kawan-kawan dalam bisnis cemilan tradisional hanya modal nekat. 

Mereka tahu betul bagaimana caranya memberikan nilai tambah pada cireng salju miliknya. 
Berikut ini, beberapa cara yang bisa ditiru bagi Anda yang berminat untuk menaikkan nilai makanan tradisional seperti cireng ini sehingga menjadi produk bisnis yang beromzet jutaan bahkan milyaran rupiah. 

1. Buat rasa yang lebih enak daripada jajan tradisional yang dijual di pinggir jalan

Bisnis kuliner tentu saja kekuatan utamanya adalah rasa. Agar membuat konsumen kembali lagi untuk membeli jajanan yang kita tawarkan, maka produk kita harus memiliki nilai yang lebih daripada produk serupa di pasaran. Gunakan bahan yang tepat dan terbaik dan pastikan mengolahnya dengan sebaik mungkin agar mendapatkan hasil yang enak. 

2. Buat sistem manajerial yang bagus, lakukan “ekspansi” ke berbagai wilayah

Inilah yang membedakan Dimas dengan “pedang cireng” lainnya. Dalam menjalankan bisnisnya, mereka membagi tugas agar proses produksi hingga distribusi berjalan secara simultan tanpa kendala. Dimas berperan sebagai marketing, Catur sebagai finace dan SMD, sementara Najib di bagian produksi. Untuk membangun bisnis yang besar, diperlukan sebuah yang solid dengan pembagian tugas yang jelas dan bertanggung jawab. 

3. Jajanan tradisional yang murah tetapi tidak murahan, tetap memperhatikan faktor kesehatan

Salah satu hal yang bisa dipelajari dari Cireng Salju dari Dimas dan kawan-kawannya ini adalah mereka sangat memperhatikan tingkat keberhasihan dan kesehatan produk mereka. Berbeda dengan pembuat cireng pada umumnya, Najib yang bertugas di bagian produksi selalu memastikan karyawannya menggunakan pakaian dan sarung tangan khusus untuk memastikan tidak ada kuman atau bakteri yang tercampur kedalam bahan cireng. Hal ini penting untuk menambah kepercayaan konsumen terhadap produk kita. 

4.Jangan hanya berhenti pada satu jenis makanan, lakukan inovasi

Sebagai seorang pengusaha, mental kita seharusnya berbeda dengan mental pedagang. Mental pengusaha yaitu selalu tidak puas dengan yang diraih saat ini, dalam arti terus berupaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, bukan semata menjual produk yang mendatangkan profit. Dimas misalnya, setelah sukses dengan cireng saljunya, ia lalu merambah ke makanan tradisional lainnya yaitu cilok dan cuanki. Dengan terus berinovasi, akan membuat pelanggan terus penasaran. Bisnis Anda pun dapat bertahan di tengah kompetitor yang terus bermunculan. 

5. Branding kunci menaikkan derajat jajanan tradisional menjadi seperti jajanan modern lainnya 

Jika Anda melihat kemasan yang dipakai oleh Cireng Salju buatan tiga pemuda asal Kota Kembang, Bandung ini, tentu membuat Anda bergairah untuk membeli, bukan? Branding merupakan hal utama untuk menaikkan “kelas” sebuah produk. Dengan desain kemasan, iklan dan berbagai metode branding lainnya, kesan produk dapat dibentuk. Dimas dan dua orang temannya tampaknya menyadari betul hal ini sehingga kemasan, desain website hingga media sosial mereka mampu membangun citra cireng salju. 

6.Gunakan strategi pemasaran yang aktif dan kreatif

Staretgi cireng salju garapan Dimas dan kawan-kawan ini terbilang cukup bagus. Mereka menggunakan hampir semua sarana digital yang memungkinkan mereka untuk mengenalkan produk cireng saljunya. Mereka bahkan memiliki website dengan tampilan yang menarik dilengkapi dengan foto produk yang menggoda konsumen untuk memesan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Riset: Transformasi digital UMKM perlu edukasi dan pendampingan
Kamis, 08 April 2021 - 10:54 WIB
NeuroSensum, perusahaan riset konsumen berbasis neurosains dan kecerdasan artifisial, memaparkan has...
Pemkot Surabaya siap pamerkan produk 1.400 UMKM
Sabtu, 03 April 2021 - 10:30 WIB
Dinas Perdagangan Kota Surabaya siap memamerkan produk dari 1.400 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ...
Digitalisasi UMKM untuk bertahan, maju, dan naik kelas
Sabtu, 27 Maret 2021 - 18:55 WIB
Ketika pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia pada awal Maret 2020, usaha mikro kecil menengah (UM...
Aktivitas pameran UMKM di Depok mulai diperbolehkan
Jumat, 26 Maret 2021 - 17:19 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok Jawa Barat Dadang Wihana mengatakan untuk me...
UMKM Surabaya minta penambahan jam operasional selama PPKM
Jumat, 26 Maret 2021 - 09:01 WIB
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan di Kota Surabaya, Jawa Timur meminta penambahan jam...
Beragam dampak positif yang timbul dari kehadiran holding ultra mikro
Minggu, 21 Maret 2021 - 06:34 WIB
Rencana pemerintah membentuk holding atau perusahaan induk ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN yak...
Industri kreatif Depok siapkan program digital marketing
Jumat, 19 Maret 2021 - 12:15 WIB
 Asosiasi Industri Kreatif Depok (AIKD) menyiapkan sejumlah program digital marketing untuk meningk...
UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis
Selasa, 16 Maret 2021 - 16:58 WIB
Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam program Gerakan Nasional Bangga Buata...
Kiat manfaatkan platform digital untuk iklankan produk UMKM
Selasa, 16 Maret 2021 - 16:37 WIB
Marketing Director Kantar Indonesia, Fanny Murhayati, membagikan beberapa kiatnya untuk pelaku usaha...
Pemkab Lombok Utara bangkitkan ekonomi dengan bazar UMKM
Senin, 08 Maret 2021 - 20:27 WIB
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat menggelar bazar produk usaha mikro kecil dan m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV