Senin, 17 Desember 2018 | 04:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkeu: Reformasi Regulasi penting sebagai mitigasi krisis

Kamis, 06 Desember 2018 - 12:29 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Suasana pembukaan The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2PnuNEw
Suasana pembukaan The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2PnuNEw

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan reformasi regulasi penting untuk dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap krisis ekonomi yang bisa datang sewaktu-waktu.

"Meski tidak menjamin krisis tidak akan terjadi lagi, tapi reformasi harus tetap ada," kata Sri Mulyani dalam acara pembukaan `The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED)` di Nusa Dua, Bali, Kamis (06/12).

Sri Mulyani mengatakan dalam lingkungan global yang dinamis saat ini, Indonesia perlu menyiapkan antisipasi, salah satunya melalui penguatan kondisi domestik, agar tidak rentan terhadap tekanan eksternal.

"Indonesia perlu memahami apa yang terjadi dengan kondisi global dan perlu menyiapkan mitigasi karena kita merupakan negara dengan `open economy`," ujarnya, dikutip Antara.

Untuk itu, ia mengharapkan Indonesia di masa mendatang bisa melakukan upaya transformasi dalam bidang ekonomi untuk menghadapi perubahan global yang selalu disertai ketidakpastian.

"Dalam 20 tahun setelah krisis Asia, Indonesia telah melakukan refleksi untuk maju, kita harus terus berubah karena kita tahu perubahan tidak terelakan," katanya.

Baca juga: Kata Menkeu beda G20 saat ini dan 10 tahun lalu

Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memicu produktivitas seiring dengan kemajuan teknologi digital agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

Untuk mencapai hal tersebut, maka peningkatan investasi pada pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia harus terus menjadi prioritas.

Pertemuan AIFED merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sejak 2011 atas kerja sama Kementerian Keuangan dengan Asian Development Bank (ADB) dan Pemerintah Australia.

Penyelenggaraan AIFED bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai transformasi ekonomi Indonesia dalam konteks perubahan lanskap global, serta upaya kebijakan yang diperlukan. Forum ini menjadi sarana bagi para pembuat kebijakan untuk berkolaborasi dengan para akademisi, pelaku usaha, dan institusi internasional untuk mengidentifikasi berbagai tantangan.

Selain itu, pembuat kebijakan bisa membuat strategi yang mampu memanfaatkan potensi profil demografi dan kemajuan teknologi guna mewujudkan visi transformasi ekonomi Indonesia menjadi negara maju.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan reformasi regulasi penting untuk dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap krisis ekonomi yang bisa datang sewaktu-waktu.

"Meski tidak menjamin krisis tidak akan terjadi lagi, tapi reformasi harus tetap ada," kata Sri Mulyani dalam acara pembukaan `The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED)` di Nusa Dua, Bali, Kamis (06/12).

Sri Mulyani mengatakan dalam lingkungan global yang dinamis saat ini, Indonesia perlu menyiapkan antisipasi, salah satunya melalui penguatan kondisi domestik, agar tidak rentan terhadap tekanan eksternal.

"Indonesia perlu memahami apa yang terjadi dengan kondisi global dan perlu menyiapkan mitigasi karena kita merupakan negara dengan `open economy`," ujarnya, dikutip Antara.

Untuk itu, ia mengharapkan Indonesia di masa mendatang bisa melakukan upaya transformasi dalam bidang ekonomi untuk menghadapi perubahan global yang selalu disertai ketidakpastian.

"Dalam 20 tahun setelah krisis Asia, Indonesia telah melakukan refleksi untuk maju, kita harus terus berubah karena kita tahu perubahan tidak terelakan," katanya.

Baca juga: Kata Menkeu beda G20 saat ini dan 10 tahun lalu

Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memicu produktivitas seiring dengan kemajuan teknologi digital agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

Untuk mencapai hal tersebut, maka peningkatan investasi pada pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia harus terus menjadi prioritas.

Pertemuan AIFED merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sejak 2011 atas kerja sama Kementerian Keuangan dengan Asian Development Bank (ADB) dan Pemerintah Australia.

Penyelenggaraan AIFED bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai transformasi ekonomi Indonesia dalam konteks perubahan lanskap global, serta upaya kebijakan yang diperlukan. Forum ini menjadi sarana bagi para pembuat kebijakan untuk berkolaborasi dengan para akademisi, pelaku usaha, dan institusi internasional untuk mengidentifikasi berbagai tantangan.

Selain itu, pembuat kebijakan bisa membuat strategi yang mampu memanfaatkan potensi profil demografi dan kemajuan teknologi guna mewujudkan visi transformasi ekonomi Indonesia menjadi negara maju.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com