Minggu, 16 Desember 2018 | 00:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Imigrasi Pangkalpinang tahan WNA asal China

Kamis, 06 Desember 2018 - 12:58 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2SunuNl
Sumber Foto: https://bit.ly/2SunuNl

Elshinta.com - Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang menahan Huabin (54), warga negara asing berkebangsaan China yang sebelumnya ditahan tim pengawasan orang asing Kota Pangkalpinang dalam operasi gabungan pada Selasa (4/12).

"Penahanan ini kami lakukan karena adanya dugaan tindak pidana pelanggaran keimigrasian terkait kegiatannya di wilayah Indonesia, khususnya Babel," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Mas Ari di Pangkalpinang, Kamis (6/12).

Huabin ditahan tim pengawasan orang asing karena diduga melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan visa yang dikeluarkan pemerintah. Huabin diduga bekerja di PT Putra Bangka, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan zircon dengan menggunakan visa kunjungan. "Kami akan melakukan penahanan terhadap Huabin hingga diterbitkannya hasil penyidikan dari imigrasi terkait pelanggaran yang dilakukan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Penerbangan Langsung China-Darwin Masih Sepi Penumpang

Plt Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muksin mengatakan akan melakukan penyidikan secara mendalam untuk memastikan langkah hukum selanjutnya. Jika sudah cukup bukti WNA tersebut ilegal, maka sanksi paling berat adalah kurungan selama lima tahun sesuai ketentuan Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.

"Namun jika hanya melakukan pelanggaran administratif saja maka akan dilakukan pendeportasian dan pencekalan, atau diusir dan dicekal tidak boleh lagi masuk ke Indonesia," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang menahan Huabin (54), warga negara asing berkebangsaan China yang sebelumnya ditahan tim pengawasan orang asing Kota Pangkalpinang dalam operasi gabungan pada Selasa (4/12).

"Penahanan ini kami lakukan karena adanya dugaan tindak pidana pelanggaran keimigrasian terkait kegiatannya di wilayah Indonesia, khususnya Babel," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Mas Ari di Pangkalpinang, Kamis (6/12).

Huabin ditahan tim pengawasan orang asing karena diduga melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan visa yang dikeluarkan pemerintah. Huabin diduga bekerja di PT Putra Bangka, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan zircon dengan menggunakan visa kunjungan. "Kami akan melakukan penahanan terhadap Huabin hingga diterbitkannya hasil penyidikan dari imigrasi terkait pelanggaran yang dilakukan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Penerbangan Langsung China-Darwin Masih Sepi Penumpang

Plt Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muksin mengatakan akan melakukan penyidikan secara mendalam untuk memastikan langkah hukum selanjutnya. Jika sudah cukup bukti WNA tersebut ilegal, maka sanksi paling berat adalah kurungan selama lima tahun sesuai ketentuan Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.

"Namun jika hanya melakukan pelanggaran administratif saja maka akan dilakukan pendeportasian dan pencekalan, atau diusir dan dicekal tidak boleh lagi masuk ke Indonesia," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com