Senin, 17 Desember 2018 | 22:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Runner up Miss Grand Indonesia mengaku pernah jadi korban bullying

Kamis, 06 Desember 2018 - 14:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com
Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Vivi Wijaya, 1st Runner Up Miss Grand Indonesia 2018 mengaku pernah menjadi korban bullying saat masih kecil karena gendut.

"Saya dulu pernah menjadi korban bullying karena badan saya gendut," ujarnya di acara Junior Chamber International (JCI) Indonesia, di Satrio Tower, Jakarta Selatan, Rabu (5/12) kemarin.

Reporter Elshinta.com, Dody Handoko melaporkan, belajar dari pengalaman pahitnya saat kecil itu, Vivi berhati-hati menjaga sikap agar tidak melakukan bullying. "Kita harus tahu ketika kita berbicara ataupun memposting sesuatu, kita harus tahu apakah ini yang menyinggung orang lain atau tidak. Jika nggak benar, sudah melanggar kode etik jangan diposting atau jangan disebarkan," ucapnya. 

Kemudian perlu dilihat sebuah pembicaraan seperti guyonan atau ujung-ujungnya menyakitkan hati orang lain. Sebaiknya jangan dilakukan.

Ia mencontohkan kalimat yang sepertinya bercanda tapi sebenarnya tidak perlu dikeluarkan untuk menghindari bullying yaitu menyebut orang lain gemuk, khususnya pada wanita. "Itu termasuk dalam body shaming yang bisa dikaitkan dengan undang-undang bullying," katanya. 

Ia memahami menginformasikan bahwa orang lain gemuk tujuannya  agar orang itu sehat, supaya punya pola hidup yang lebih sehat dan gaya juga lebih sehat. Tapi cara penyampaian juga harus diperhatikan supaya tidak menyinggung perasaan. "Lebih baik kita memberikan informasi yang informatif daripada yang menjatuhkan seperti itu," tukasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Vivi Wijaya, 1st Runner Up Miss Grand Indonesia 2018 mengaku pernah menjadi korban bullying saat masih kecil karena gendut.

"Saya dulu pernah menjadi korban bullying karena badan saya gendut," ujarnya di acara Junior Chamber International (JCI) Indonesia, di Satrio Tower, Jakarta Selatan, Rabu (5/12) kemarin.

Reporter Elshinta.com, Dody Handoko melaporkan, belajar dari pengalaman pahitnya saat kecil itu, Vivi berhati-hati menjaga sikap agar tidak melakukan bullying. "Kita harus tahu ketika kita berbicara ataupun memposting sesuatu, kita harus tahu apakah ini yang menyinggung orang lain atau tidak. Jika nggak benar, sudah melanggar kode etik jangan diposting atau jangan disebarkan," ucapnya. 

Kemudian perlu dilihat sebuah pembicaraan seperti guyonan atau ujung-ujungnya menyakitkan hati orang lain. Sebaiknya jangan dilakukan.

Ia mencontohkan kalimat yang sepertinya bercanda tapi sebenarnya tidak perlu dikeluarkan untuk menghindari bullying yaitu menyebut orang lain gemuk, khususnya pada wanita. "Itu termasuk dalam body shaming yang bisa dikaitkan dengan undang-undang bullying," katanya. 

Ia memahami menginformasikan bahwa orang lain gemuk tujuannya  agar orang itu sehat, supaya punya pola hidup yang lebih sehat dan gaya juga lebih sehat. Tapi cara penyampaian juga harus diperhatikan supaya tidak menyinggung perasaan. "Lebih baik kita memberikan informasi yang informatif daripada yang menjatuhkan seperti itu," tukasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com