Minggu, 16 Desember 2018 | 00:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Kapolri sebut akar masalah kekerasan bersenjata di Papua soal kesejahteraan

Kamis, 06 Desember 2018 - 14:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) siang. Sumber foto: https://bit.ly/2UidPet
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) siang. Sumber foto: https://bit.ly/2UidPet

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menilai, akar masalah utama dari aksi kekerasan bersenjata oleh kelompok-kelompok bersenjata di Papua lebih utama karena masalah pembangunan, masalah kesejahteraan.

“Kita melihat dulu, kelompok-kelompok bersenjata itu lebih banyak dulu awalnya di Papua Barat, di daerah Manokwari. Tapi dengan pembangunan yang sudah sangat bagus saat ini tidak ada lagi di daerah-daerah itu,” kata Kapolri dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) siang.

Diakui Kapolri, memang pembangunan agak terlambat karena kondisi geografis yang sulit itu di Pegunungan Tengah dan Pegunungan Tengah bagian barat, mulai dari Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, kemudian Nduga, Yahukimo itu daerah pegunungan tengah. Pegunungan tengah bagian barat itu daerah Paniai, Daiyai, Intan Jaya, Dogiyai, empat kabupaten itu ditambah dengan di daerah sekitar Timika.

Namun demikian, menurut Kapolri, Presiden Joko Widodo telah memiliki tekad yang sangat kuat untuk membangun pegunungan tengah ini, salah satunya dengan cara membuka akses jalan Trans Papua, yang dari zaman dulu sulit diwujudkan.

“Beliau bertekad untuk itu. Beliau memerintahkan kepada Menteri PUPR untuk bekerja sama dengan semua stakeholder lain, termasuk TNI, Zeni membangun Trans Papua itu,” ujar Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab.

Kapolri meyakini, kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah dalam membangun Papua disyukuri oleh masyarakat setempat. Hal ini diketahui Tito karena dirinya pernah jadi Kapolda di Papua selama dua tahun. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menilai, akar masalah utama dari aksi kekerasan bersenjata oleh kelompok-kelompok bersenjata di Papua lebih utama karena masalah pembangunan, masalah kesejahteraan.

“Kita melihat dulu, kelompok-kelompok bersenjata itu lebih banyak dulu awalnya di Papua Barat, di daerah Manokwari. Tapi dengan pembangunan yang sudah sangat bagus saat ini tidak ada lagi di daerah-daerah itu,” kata Kapolri dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) siang.

Diakui Kapolri, memang pembangunan agak terlambat karena kondisi geografis yang sulit itu di Pegunungan Tengah dan Pegunungan Tengah bagian barat, mulai dari Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, kemudian Nduga, Yahukimo itu daerah pegunungan tengah. Pegunungan tengah bagian barat itu daerah Paniai, Daiyai, Intan Jaya, Dogiyai, empat kabupaten itu ditambah dengan di daerah sekitar Timika.

Namun demikian, menurut Kapolri, Presiden Joko Widodo telah memiliki tekad yang sangat kuat untuk membangun pegunungan tengah ini, salah satunya dengan cara membuka akses jalan Trans Papua, yang dari zaman dulu sulit diwujudkan.

“Beliau bertekad untuk itu. Beliau memerintahkan kepada Menteri PUPR untuk bekerja sama dengan semua stakeholder lain, termasuk TNI, Zeni membangun Trans Papua itu,” ujar Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab.

Kapolri meyakini, kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah dalam membangun Papua disyukuri oleh masyarakat setempat. Hal ini diketahui Tito karena dirinya pernah jadi Kapolda di Papua selama dua tahun. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com