Jumat, 14 Desember 2018 | 16:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Jalan lintas Riau-Sumbar longsor lagi

Kamis, 06 Desember 2018 - 15:27 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zHbyyP
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zHbyyP

Elshinta.com - Jalan lintas Riau menuju Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali terganggu karena longsor di XIII Koto Kampar Kilometer 110, Kabupaten Kampar, Kamis (06/12).

Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Budi Rahmadi ketika dikonfirmasi dari Pekanbaru menyatakan longsor sekitar 06.00 WIB. Material tanah dan batu menutupi sebagian badan jalan hingga menyebabkan kemacetan.

Ini adalah kedua kalinya terjadi di jalan itu, setelah sebelumnya Oktober 2018.

Ia menerangkan petugas Polsek XIII Koto Kampar dan Satlantas Polres Kampar datang ke lokasi lalu melakukan pengaturan arus lalu lintas. Kemacetan bisa ditanggulangi dengan sistem buka tutup, yakni kendaraan dari arah Riau ke Sumbar dan sebaliknya melewati lokasi longsor secara bergantian.

"Kini kendaraan masih bisa melewati jalan ini dengan system buka tutup yang diatur polisi," katanya, dikutip Antara.

Menurutnya pemerintah setempat akan mendatangkan alat berat dari Kementerian PUPR yang siaga di Posko Desa Merangin Kecamatan Kuok untuk membersihkan meterial longsor.

Kapolsek menghimbau pengguna jalan yang akan melalui daerah ini untuk berhati-hati dan waspada, sebab rawan longsor terutama saat hujan.

"Pengguna jalan diminta berhati-hati," ujarnya.

Jalur lintas Riau-Sumbar selama ini memang rawan longsor terutama saat hujan. Pemerintah Provinsi Riau sudah menetapkan status siaga banjir dan longsor menyusul meningkatnya curah hujan di wilayah itu hingga akhir 2018.

Selama 11 bulan terakhir, Provinsi Riau menyandang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penetapan tersebut dilakukan pada awal 2018 dan sempat mengalami perpanjangan pada Juni 2018, sebelum berakhir 30 November 2018.

Riau tidak akan memperpanjang status itu setelah sepanjang sebulan terakhir terjadi perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Jalan lintas Riau menuju Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali terganggu karena longsor di XIII Koto Kampar Kilometer 110, Kabupaten Kampar, Kamis (06/12).

Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Budi Rahmadi ketika dikonfirmasi dari Pekanbaru menyatakan longsor sekitar 06.00 WIB. Material tanah dan batu menutupi sebagian badan jalan hingga menyebabkan kemacetan.

Ini adalah kedua kalinya terjadi di jalan itu, setelah sebelumnya Oktober 2018.

Ia menerangkan petugas Polsek XIII Koto Kampar dan Satlantas Polres Kampar datang ke lokasi lalu melakukan pengaturan arus lalu lintas. Kemacetan bisa ditanggulangi dengan sistem buka tutup, yakni kendaraan dari arah Riau ke Sumbar dan sebaliknya melewati lokasi longsor secara bergantian.

"Kini kendaraan masih bisa melewati jalan ini dengan system buka tutup yang diatur polisi," katanya, dikutip Antara.

Menurutnya pemerintah setempat akan mendatangkan alat berat dari Kementerian PUPR yang siaga di Posko Desa Merangin Kecamatan Kuok untuk membersihkan meterial longsor.

Kapolsek menghimbau pengguna jalan yang akan melalui daerah ini untuk berhati-hati dan waspada, sebab rawan longsor terutama saat hujan.

"Pengguna jalan diminta berhati-hati," ujarnya.

Jalur lintas Riau-Sumbar selama ini memang rawan longsor terutama saat hujan. Pemerintah Provinsi Riau sudah menetapkan status siaga banjir dan longsor menyusul meningkatnya curah hujan di wilayah itu hingga akhir 2018.

Selama 11 bulan terakhir, Provinsi Riau menyandang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penetapan tersebut dilakukan pada awal 2018 dan sempat mengalami perpanjangan pada Juni 2018, sebelum berakhir 30 November 2018.

Riau tidak akan memperpanjang status itu setelah sepanjang sebulan terakhir terjadi perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com