Senin, 17 Desember 2018 | 04:19 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kapolda: Anggota Polri harus jadi pendingin suasana

Kamis, 06 Desember 2018 - 16:06 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DOh7Bu
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DOh7Bu

Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja mengimbau seluruh anggota Polri di daerah tersebut menjadi pendingin suasana pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2019.

"Setiap anggota Polri harus bisa memainkan peran `water coolent` atau pendingin suasana di tengah masyarakat. Jangan justru menjadi pemicu," kata Kapolda saat membuka Asistensi Operasi Mantab Brata Mansinam 2018 di Manokwari, Kamis (06/12).

Dia mengatakan Pemilu 2019 memiliki karakteristik berbeda dari Pemilu sebelumnya. Potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal agar tidak muncul di permukaan dan menimbulkan gangguan.

Menurut Rodja, Polri harus menetralisir berbagai intervensi, intimidasi dan provokasi dari pihak-pihak yang hendak memicu konflik. Dengan demikian, potensi kerawanan tertekan dan Pemilu serentak ini berjalan lancar.

Rodja menjelaskan, Pemilu 2019 dilaksanakan untuk memilih anggota legislatif dan presiden secara bersamaan. Hal ini memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.

Tensi persaingan para pasangan calon untuk meraih simpati masyarakat akan semakin meningkat. Hal-hal yang harus diantisipasi diantaranya ujaran kebencian, hoaks dan kampanye hitam.

"Pada Pilkada 2018, secara umum berlangsung dengan tertib, aman dan kondusif. Persaingan antar-calon untuk mendapatkan simpati dan suara berlangsung secara wajar," kata dia, dikutip Antara.

Meski demikian, kata Kapolda, riak persaingan para calon cukup menghangat. Berkat kesiap-siagaan dan manajemen pengamanan Polda Papua Barat saat itu, berbagai potensi ancaman Pilkada tahun 2018 dapat diminimalisir dan diatasi.

"Pengalaman baik atas suksesnya pelaksanaan Pilkada tahun 2018 tersebut, tentunya tidak lepas dari monitoring dan asistensi yang dilakukan oleh Mabes Polri, ujarnya.

Ketua Tim Asistensi Mabes Polri Brigjen Pol Bayu Wisnumurti, pada kesempatan itu mengatakan asistensi dilakukan untuk meninjau kesiapan satuan kewilayahan dalam menghadapi Pilpres dan Pileg tahun 2019. "Kita juga ingin menyamakan persepsi tentang upaya Polri dalam menghadapi berbagai potensi permasalahan sehingga diharapkan seluruh tahapan Pilpres dan Pileg berjalan aman, lancar, tertib dan demokratis," kata Bayu.

Asistensi, lanjut Bayu, merupakan salah satu fungsi yang menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Polri.

Melalui kegiatan ini, Satker Pembina Mabes Polri dapat melakukan monitoring dan memberikan arahan-arahan untuk meningkatkan efektivitas kerja terhadap langkah-langkah persiapan yang sudah dilaksanakan.

Menurutnya, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah, Polda Papua Barat, dituntut untuk tidak lengah terhadap berbagai dinamika masyarakat.

Kepada Satwil dan Satker teknis Kepolisian, segera lakukan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan sosial yang bersumber dari proses politik maupun sosial kemasyaratakan, ujar Bayu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja mengimbau seluruh anggota Polri di daerah tersebut menjadi pendingin suasana pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2019.

"Setiap anggota Polri harus bisa memainkan peran `water coolent` atau pendingin suasana di tengah masyarakat. Jangan justru menjadi pemicu," kata Kapolda saat membuka Asistensi Operasi Mantab Brata Mansinam 2018 di Manokwari, Kamis (06/12).

Dia mengatakan Pemilu 2019 memiliki karakteristik berbeda dari Pemilu sebelumnya. Potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal agar tidak muncul di permukaan dan menimbulkan gangguan.

Menurut Rodja, Polri harus menetralisir berbagai intervensi, intimidasi dan provokasi dari pihak-pihak yang hendak memicu konflik. Dengan demikian, potensi kerawanan tertekan dan Pemilu serentak ini berjalan lancar.

Rodja menjelaskan, Pemilu 2019 dilaksanakan untuk memilih anggota legislatif dan presiden secara bersamaan. Hal ini memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.

Tensi persaingan para pasangan calon untuk meraih simpati masyarakat akan semakin meningkat. Hal-hal yang harus diantisipasi diantaranya ujaran kebencian, hoaks dan kampanye hitam.

"Pada Pilkada 2018, secara umum berlangsung dengan tertib, aman dan kondusif. Persaingan antar-calon untuk mendapatkan simpati dan suara berlangsung secara wajar," kata dia, dikutip Antara.

Meski demikian, kata Kapolda, riak persaingan para calon cukup menghangat. Berkat kesiap-siagaan dan manajemen pengamanan Polda Papua Barat saat itu, berbagai potensi ancaman Pilkada tahun 2018 dapat diminimalisir dan diatasi.

"Pengalaman baik atas suksesnya pelaksanaan Pilkada tahun 2018 tersebut, tentunya tidak lepas dari monitoring dan asistensi yang dilakukan oleh Mabes Polri, ujarnya.

Ketua Tim Asistensi Mabes Polri Brigjen Pol Bayu Wisnumurti, pada kesempatan itu mengatakan asistensi dilakukan untuk meninjau kesiapan satuan kewilayahan dalam menghadapi Pilpres dan Pileg tahun 2019. "Kita juga ingin menyamakan persepsi tentang upaya Polri dalam menghadapi berbagai potensi permasalahan sehingga diharapkan seluruh tahapan Pilpres dan Pileg berjalan aman, lancar, tertib dan demokratis," kata Bayu.

Asistensi, lanjut Bayu, merupakan salah satu fungsi yang menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Polri.

Melalui kegiatan ini, Satker Pembina Mabes Polri dapat melakukan monitoring dan memberikan arahan-arahan untuk meningkatkan efektivitas kerja terhadap langkah-langkah persiapan yang sudah dilaksanakan.

Menurutnya, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah, Polda Papua Barat, dituntut untuk tidak lengah terhadap berbagai dinamika masyarakat.

Kepada Satwil dan Satker teknis Kepolisian, segera lakukan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan sosial yang bersumber dari proses politik maupun sosial kemasyaratakan, ujar Bayu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com