Kapolri yakin kekerasan bersenjata di Papua segera bisa dikendalikan
Elshinta
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:35 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Kapolri yakin kekerasan bersenjata di Papua segera bisa dikendalikan
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Sumber foto: https://bit.ly/2Pjp5nn

Elshinta.com - Terkait dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi pembunuhan terhadap para pekerja proyek jembatan pada jalan Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, itu masalah eksistensi mereka, karena 1 Desember adalah hari penting bagi mereka yang berkaitan dengan masalah pandangan politis sebagai hari ketika Belanda memberikan kemerdekaan kepada kelompok itu di Papua.

"Sehingga 1 Desember ini biasanya mereka untuk menunjukkan eksistensi ada saja, mulai dari pengibaran bendera sampai kepada penyerangan oleh kelompok bersenjata. Itu 1 Desember semuanya, kan," kata Kapolri dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) siang.

Biasanya, lanjut Kapolri, jika menyerang, yang diserang biasanya aparat. Jika aparatnya sulit, mencari sasaran lemah dan sasaran lemahnya itu biasanya pendatang oleh kelompok-kelompok itu.

"Kelompok-kelompok ini seringkali mereka tidak sabar, menunjukkan eksistensi, bersenjata, mungkin juga mereka menikmati karena ditakuti, memberikan status sosial bersenjata," ujarnya.

Kapolri menyebutkan, kelompok bersenjata ini, Edianus Kogoya, pada saat Pilkada juga menekan, meminta, memeras kepada pemerintah daerah, kepada pendatang, dan masyarakat lainnya. Kemudian Kapolri mengirimkan pasukan Polri dan TNI kemudian ibu kota aman.

“Tapi kelompok ini Edianus Kogoya ini kemudian bergeser berpindah di sekitaran Nduga,” ujar Kapolri.

Saat ini, lanjut Kapolri, pemerintah mengirimkan tim gabungan Polri dan TNI yang dipimpin langsung oleh Kapolda dan Pangdam. Ia menilai, kekuatan mereka tidak banyak sebetulnya, lebih kurang 30 sampai 50 orang dengan 20 pucuk senjata. Karena itu, kekuatan yang dikirim jauh lebih besar.

“Sangat yakin kita sebentar lagi akan bisa kita kendalikan. Persoalannya adalah medan yang berat, hutan dan lain-lain yang luas. Sehingga mereka mungkin akan lari dari satu tempat ke tempat lainnya,” ungkap Kapolri.

Menurut Kapolri, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri PUPR untuk meningkatkan pengamanan, sehingga pembangunan sesuai dari perintah Presiden Joko Widodo harus jalan terus.

“Kita akan jalankan terus, kita akan amankan. Dan kami melakukan koordinasi yang lebih intens kepada jajaran Kementerian PUPR,” tegas Kapolri. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Partai Berkarya tak lanjutkan gugatan  ke MK
Jumat, 19 Juli 2019 - 20:17 WIB
Elshinta.com - Dari empat gugatan partai politik di Kabupaten Subang ke Mahkamah Konstitusi (MK...
Manipulasi BPJS, Periode 2014-2018 satu rumah sakit di Medan rugikan negara Rp5 miliar
Jumat, 19 Juli 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Tim Intelijen Kejati Sumatra Utara berhasil mengungkap penyimpangan pencair...
334 tersangka kerusuhan 21-22 Mei dilimpahkan ke Kejaksaan
Jumat, 19 Juli 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden ...
KPK sebut dalam penanganan perkara sesuai hukum acara
Jumat, 19 Juli 2019 - 17:34 WIB
Elshinta.com - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengata...
Kejari Jakpus tahan tersangka kasus penerbitan jaminan asuransi
Jumat, 19 Juli 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum  Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat mena...
Babak baru kasus Novel, TGPF rekomendasikan Polri bentuk tim teknis
Jumat, 19 Juli 2019 - 14:47 WIB
Elshinta.com - Polri akan menindaklanjuti hasil rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TG...
Rizal Ramli minta pimpinan KPK beresi kasus besar
Jumat, 19 Juli 2019 - 14:13 WIB
Elshinta.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Rizal Ra...
Tulisan `Telah Lulus Sensor` di konten `ikan asin` diduga palsu
Jumat, 19 Juli 2019 - 12:43 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, YouTuber Re...
KPK panggil dua hakim PN Jakbar
Jumat, 19 Juli 2019 - 11:55 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
KPK periksa hakim ketua PN Jakbar
Jumat, 19 Juli 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once