Senin, 17 Desember 2018 | 22:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden ganti pembagian sepeda jadi bagi-bagi foto

Kamis, 06 Desember 2018 - 16:37 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam acara milad ke-100 tahun Madrasah Muallimin Muallimat Muhammadiyah, Yogyakarta pada Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2RDx0h4
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam acara milad ke-100 tahun Madrasah Muallimin Muallimat Muhammadiyah, Yogyakarta pada Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2RDx0h4

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengganti hadiah kuis saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah dari sepeda menjadi foto bersama Presiden, dan foto itu pun langsung diberikan dalam bentuk cetak.

"Saya minta satu siswa maju tapi yang maju jangan minta sepeda, sementara sepeda tidak bisa kita berikan," kata Presiden di Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (06/12).

Presiden hadir dalam acara milad ke-100 tahun Madrasah Muallimin Muallimat Muhammadiyah, Yogyakarta.

Seorang siswa kelas XI Madrasah Aliyah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta bernama Hendrawan Diko lalu maju. Bersama Diko, Azizah Nabir, siswi sekolah yang sama kelas XII yang biasa dipanggil Icha.

Presiden lalu mengajukan pertanyaan ke Diko dan Icha.

"Tadi sudah saya sebutkan infrastruktur yang sedang dibangun pemerintah, sebutkan apa saja dan manfaatnya apa saja?" tanya Presiden.

"Jalan tol, bendahara, jembatan, airport," jawab Diko lancar.

"Lalu apa manfaatnya?" tanya Presiden.

"Memudahkan mobilitas dari satu daerah ke daerah lain, juga sebagai salah satu sarana untuk mempersatukan bangsa kita karena bangsa kita bangsa yang besar," jawab Diko disambut dengan tepuk tangan santriwan dan santriwati yang lain.

"Memang yang saya tahu yang daftar banyak ke madrasah ini banyak, yang daftar 800 orang, yang masuk 300 orang, jadi sudah terseleksi dengan baik dan memang baik-baik," kata Presiden.

Presiden selanjutnya mengajukan pertanyaan kepada Icha.

"Kita memiliki 17 ribu pulau dan 714 suku, sebutkan lima suku dan tinggalnya di pulau mana?" tanya Presiden.

"Suku Dayak di Kalimantan, suku Jawa di Pulau Jawa, suku Asmat di Pulau Papua, suku Bugis di Pulau Sulawesi dan suku Batak di Pulau Sumatera," jawab Icha.

"Kesimpulan saya, siswa siswi madrasah muallimin dan mualimaat cerdas-cerdas, jawabannya tepat, tepat, tepat, nanti yang maju ke depan saya beri, sepeda tidak boleh, fotonya ada? oh itu baru disiapkan," ungkap Presiden dengan yakin.

Diko dan Icha pun bersalaman dengan Presiden, tidak lama, keduanya kembali ke panggung karena Presiden memberikan foto dirinya dengan Diko dan Icha masing-masing sudah tercetak.

"Uni cepat Diko berfoto dengan saya, coba tunjukkan ke teman-temanmu. Ini Icha kembali lagi, yang lain nanti bareng-bareng foto," kata Presiden.

Menurut Presiden, ia memang sengaja mengganti hadiah kuis sepeda menjadi foto karena selain menjadi Presiden RI, saat ini ia pun adalah calon presiden (capres) 01 untuk pemilihan presiden 2019.

"Ya yang disuruh maju kan mesti inginnya dapat sepeda, tapi dari pada nanti menjadi kontroversi ya sekarang kita beri foto saja. Foto cepat saja sekarang, tinggal klik. Albumnya langsung diberikan. Kelihatannya malah lebih senang itu," ungkap Presiden.

Selain memberikan foto yang sudah tercetak, Presiden juga kerap melakukan swafoto.

Swafoto tersebut misalnya ia lakukan saat peringatan hari Korpri (29/11) dan hari Guru Nasional (1/12).

"Ya kan kita tidak boleh memberikan sesuatu. Kalau ketemu dengan masyarakat memang harus ada alat komunikasinya. Dulu alat komunikasinya misalnya kita beri untuk kerudung atau syal, lalu sepeda. Tapi sekarang kan nanti dari pada jadi ramai ya sekarang ini (foto) yang gampang, murah meriah, enggak bayar," jelas Presiden, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengganti hadiah kuis saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah dari sepeda menjadi foto bersama Presiden, dan foto itu pun langsung diberikan dalam bentuk cetak.

"Saya minta satu siswa maju tapi yang maju jangan minta sepeda, sementara sepeda tidak bisa kita berikan," kata Presiden di Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (06/12).

Presiden hadir dalam acara milad ke-100 tahun Madrasah Muallimin Muallimat Muhammadiyah, Yogyakarta.

Seorang siswa kelas XI Madrasah Aliyah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta bernama Hendrawan Diko lalu maju. Bersama Diko, Azizah Nabir, siswi sekolah yang sama kelas XII yang biasa dipanggil Icha.

Presiden lalu mengajukan pertanyaan ke Diko dan Icha.

"Tadi sudah saya sebutkan infrastruktur yang sedang dibangun pemerintah, sebutkan apa saja dan manfaatnya apa saja?" tanya Presiden.

"Jalan tol, bendahara, jembatan, airport," jawab Diko lancar.

"Lalu apa manfaatnya?" tanya Presiden.

"Memudahkan mobilitas dari satu daerah ke daerah lain, juga sebagai salah satu sarana untuk mempersatukan bangsa kita karena bangsa kita bangsa yang besar," jawab Diko disambut dengan tepuk tangan santriwan dan santriwati yang lain.

"Memang yang saya tahu yang daftar banyak ke madrasah ini banyak, yang daftar 800 orang, yang masuk 300 orang, jadi sudah terseleksi dengan baik dan memang baik-baik," kata Presiden.

Presiden selanjutnya mengajukan pertanyaan kepada Icha.

"Kita memiliki 17 ribu pulau dan 714 suku, sebutkan lima suku dan tinggalnya di pulau mana?" tanya Presiden.

"Suku Dayak di Kalimantan, suku Jawa di Pulau Jawa, suku Asmat di Pulau Papua, suku Bugis di Pulau Sulawesi dan suku Batak di Pulau Sumatera," jawab Icha.

"Kesimpulan saya, siswa siswi madrasah muallimin dan mualimaat cerdas-cerdas, jawabannya tepat, tepat, tepat, nanti yang maju ke depan saya beri, sepeda tidak boleh, fotonya ada? oh itu baru disiapkan," ungkap Presiden dengan yakin.

Diko dan Icha pun bersalaman dengan Presiden, tidak lama, keduanya kembali ke panggung karena Presiden memberikan foto dirinya dengan Diko dan Icha masing-masing sudah tercetak.

"Uni cepat Diko berfoto dengan saya, coba tunjukkan ke teman-temanmu. Ini Icha kembali lagi, yang lain nanti bareng-bareng foto," kata Presiden.

Menurut Presiden, ia memang sengaja mengganti hadiah kuis sepeda menjadi foto karena selain menjadi Presiden RI, saat ini ia pun adalah calon presiden (capres) 01 untuk pemilihan presiden 2019.

"Ya yang disuruh maju kan mesti inginnya dapat sepeda, tapi dari pada nanti menjadi kontroversi ya sekarang kita beri foto saja. Foto cepat saja sekarang, tinggal klik. Albumnya langsung diberikan. Kelihatannya malah lebih senang itu," ungkap Presiden.

Selain memberikan foto yang sudah tercetak, Presiden juga kerap melakukan swafoto.

Swafoto tersebut misalnya ia lakukan saat peringatan hari Korpri (29/11) dan hari Guru Nasional (1/12).

"Ya kan kita tidak boleh memberikan sesuatu. Kalau ketemu dengan masyarakat memang harus ada alat komunikasinya. Dulu alat komunikasinya misalnya kita beri untuk kerudung atau syal, lalu sepeda. Tapi sekarang kan nanti dari pada jadi ramai ya sekarang ini (foto) yang gampang, murah meriah, enggak bayar," jelas Presiden, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com