Jumat, 14 Desember 2018 | 20:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Bila alat bukti cukup Bahar bisa jadi tersangka

Kamis, 06 Desember 2018 - 17:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Habib Bahar bin Smith memasuki gedung saat akan diperiksa polisi, Jakarta, Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2rnCYHx
Habib Bahar bin Smith memasuki gedung saat akan diperiksa polisi, Jakarta, Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2rnCYHx

Elshinta.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Syahar Diantono, mengatakan, penyidik bisa menetapkan pendiri Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo apabila penyidik sudah mengantongi dua alat bukti.

"Selama alat bukti cukup, bisa saja (jadi tersangka). Kalau sekarang masih (berstatus) saksi," kata Diantoro, saat dihubungi, Jakarta, Kamis (6/12).

Ia mengatakan, penyidik sudah menemukan adanya alat bukti terkait materi ceramah Bahar di Palembang, Sumatera Selatan yang bernada menghina Jokowi. "Penyidik sudah menemukan alat bukti terkait itu," kata dia, dikutip Antara.

Status perkara Bahar yang ditangani Kepolisian Indonesia saat ini sudah naik ke tahap penyidikan. Polisi sudah memeriksa 11 saksi dan empat ahli dalam kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan para saksi tersebut, diketahui video berisi ujaran kebencian Bahar yang dipermasalahkan merupakan video rekaman ceramah Bahar pada 8 Januari 2017 dalam peringatan Maulid Nabi, di Palembang, Sumatera Selatan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Syahar Diantono, mengatakan, penyidik bisa menetapkan pendiri Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo apabila penyidik sudah mengantongi dua alat bukti.

"Selama alat bukti cukup, bisa saja (jadi tersangka). Kalau sekarang masih (berstatus) saksi," kata Diantoro, saat dihubungi, Jakarta, Kamis (6/12).

Ia mengatakan, penyidik sudah menemukan adanya alat bukti terkait materi ceramah Bahar di Palembang, Sumatera Selatan yang bernada menghina Jokowi. "Penyidik sudah menemukan alat bukti terkait itu," kata dia, dikutip Antara.

Status perkara Bahar yang ditangani Kepolisian Indonesia saat ini sudah naik ke tahap penyidikan. Polisi sudah memeriksa 11 saksi dan empat ahli dalam kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan para saksi tersebut, diketahui video berisi ujaran kebencian Bahar yang dipermasalahkan merupakan video rekaman ceramah Bahar pada 8 Januari 2017 dalam peringatan Maulid Nabi, di Palembang, Sumatera Selatan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com