Jakarta Smart City tampung aduan warga lewat aplikasi
Kamis, 06 Desember 2018 - 19:18 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat memberikan pengarahan di Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2PnXrW7

Elshinta.com - Kepala Unit Pelaksana (UP) Jakarta Smart City Provinsi DKI Jakarta, Setiaji mengungkapkan pihaknya tengah membangun aplikasi bernama Tata Kelola Hubungan Warga (Citizen Relation Management). Aplikasi ini akan menjembatani laporan warga ke pemerintahan.

"Aplikasi itu lebih cepat dibandingkan harus masuk ke admin dulu, baru admin menyampaikan ke SKPD terkait," kata Kepala Unit Pelaksana Jakarta Smart City DKI Jakarta, Setiaji, dalam pernyataan, di Jakarta, Kamis (6/12).

Setiaji mengatakan melalui aplikasi ini laporan masyarakat akan masuk langsung ke pihak kelurahan. Nanti akan keluar notifikasi saat ada laporan. Sedangkan untuk pengerjaan laporan, Setiaji mengklaim ada perubahan signifikan rata-rata laporan yang dikerjakan. Awalnya pengerjaan mencapai 300 jam.

"Rata-rata 300 jam hampir seminggu lebih, bisa dikurangin hingga sembilan jam. Paling cepat tujuh menit," ujarnya.

Setiaji mengatakan, semula pihak-pihak  itu agak terganggu menerima laporan dalam waktu berdekatan. Namun sekarang Setiaji mengatakan sudah tidak lagi. Selain itu, Smart City juga menggunakan Internet of Things (IoT) dalam penerapannya. Salah satunya untuk menelusuri pergerakan TransJakarta, truk sampah, dan ambulans.

Untuk ambulans, penerapannya dengan mengintegrasikan dengan layanan panggilan darurat 112,  mengirimkan ambulans yang terdekat dengan lokasi laporan. "Kemudian banjir, bisa tahu ketinggian air di pintu-pintu air, kondisinya sudah seperti apa, darurat, bahaya, sehingga bisa respon lebih cepat dibandingkan lapor manual," katanya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 25 Maret 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua DPR  Fahri Hamzah  mengatakan,  BUMN sebagai pengelol...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, halte Transjakarta Bundaran...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:08 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menyatukan pengelolaan antarmoda t...
Senin, 25 Maret 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI  Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pengintegrasian di S...
Minggu, 24 Maret 2019 - 10:38 WIB
Elshinta.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menampilkan kesenian k...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:55 WIB
Elshinta.com - Pengelola menyayangkan maraknya atribut kampanye dipasang calon anggota leg...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:28 WIB
Elshinta.com - Managemen PT Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta terus membuka dialog deng...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan Transjakarta dan tra...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Anggota Kepolisian Sektor Pancoran mengamankan dua pemuda yang diduga ikut ...
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:02 WIB
Elshinta.com - Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Faisal S mengk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)