Wapres minta insinyur Indonesia unjuk kemampuan bangun infrastruktur
Kamis, 06 Desember 2018 - 18:25 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Wapres Jusuk Kalla saat sampaikan sambutan di Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2PoQqEC

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan insinyur lokal memiliki banyak kesempatan dalam membangun berbagai proyek infrastruktur di Indonesia sehingga tak lagi bergantung dengan pihak asing.

"Selama puluhan tahun banyak bandara yang dibangun insinyur asing, dan kali ini insinyur lokal harus diberi kesempatan karena sudah mampu," kata Wapres Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI dan dialog nasional di Padang, Kamis (6/12).

Hadir dalam acara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Ketua Umum PII Hermanto Dardak serta ratusan insinyur dari seluruh provinsi.

Wapres menekankan, banyak pembangunan infrastruktur di Indonesia yang sudah dilakukan insinyur lokal dan hasilnya sangat bagus.

Untuk menjadi negara maju, Wapres mengatakan perlu ada semangat dan paksaan serta bersatu dengan profesi lain semisal dengan ekonom. "Karena tanpa sumber daya manusia yang kuat maka kita juga tidak bisa jadi bangsa kuat. Ini yang perlu kita perhatikan," kata Jusuf Kalla.

Kata Wapres, insinyur Indonesia sebenarnya sudah banyak bisa bicara di kancah internasional terlihat dengan produk yang dihasilkan digunakan oleh negara lain. "Contohnya garbarata yang digunakan sebagai jembatan penumpang pesawat di bandara buatan insinyur Indonesia, sudah banyak diekspor," kata Jusuf Kalla, dikutip Antara.

Indonesia, kata wapres lebih lanjut, sudah tidak seharusnya terus berkutat dengan perdebatan soal pangan yang tidak kunjung selesai. Karena, katanya, dibanding dengan negara Asean lain, Indonesia masih saja terus disibukkan dengan masalah pangan baik stok maupun perlu tidaknya impor beras.

Jusuf Kalla kepada insinyur juga minta kepada insinyur untuk mau turun ke lapangan, karena saat lulus tidak bekerja dibidangnya tapi di bidang lain seperti media dan perbankan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 22 Februari 2019 - 12:30 WIB
Elshinta.com -Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kupang mencatat ekspor gurita...
Jumat, 22 Februari 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com -Kementerian Perindustrian fokus menumbuhkan dan mengembangkan industri elektronik...
Jumat, 22 Februari 2019 - 11:27 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2...
Jumat, 22 Februari 2019 - 11:00 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar rupiah pada Jumat (22/2), diperkirakan melemah seiring ditahann...
Jumat, 22 Februari 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (...
Jumat, 22 Februari 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ...
Kamis, 21 Februari 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (...
Kamis, 21 Februari 2019 - 11:05 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah pada Kamis (21/2), diprediksi menguat pasca rilis...
Rabu, 20 Februari 2019 - 19:37 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Rabu (20/2) m...
Rabu, 20 Februari 2019 - 18:34 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)