Senin, 17 Desember 2018 | 04:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Bamsoet: Penegak hukum diminta tegas kepada pelaku pembunuhan di Papua

Kamis, 06 Desember 2018 - 15:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12). Sumber foto: https://bit.ly/2QfUNqP
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12). Sumber foto: https://bit.ly/2QfUNqP

Elshinta.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo berharap TNI dan Polri bertindak tegas kepada pelaku pembunuhan pekerja proyek pembangunan jembatan di distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

DPR, kata dia, akan mendukung pembiayaan yang diperlukan oleh TNI Polri untuk mencari pelaku. "Sehingga kali ini enggak boleh main-main dan tidak boleh hal sepele kerahkan seluruh kekuatan yang ada berapa pun biayanya DPR akan mendukung gabungan pasukan TNI-Polri untuk memburu pelaku gerombolan bersenjata yang duga OPM," kata Bambang di Jakarta, Kamis (6/12) dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini juga meminta TNI dan Polri tidak lembek dalam mengatasi kasus pembunuhan di Papua. Sebab kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali. "Sama suara kami dari DPR bahwa kami kita minta TNI dan Polri tidak lembek menghadapi ini karena ini bukan kejadian yang pertama. Ini di tempat yang sama terjadi hal yang sama," tuturnya.

Terkait perbedaan pandangan soal pelaku penembakan, Bamsoet merasa hal itu tidak perlu diperdebatkan. Bagi dia, yang terpenting TNI dan Polri bisa segera menangkap pelaku dan membawanya ke ranah hukum. "Yang penting ini sikap dulu aja ini suatu tindakan brutal penindasan atas nama kemanusiaan engga perlu terjebak dalam perdebatan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) dan OPM (Organisasi Papua Merdeka). TNI-Polri fokus pada perburuan pelaku dan menyeretnya ke pengadilan jika ada perlawanan hadapi dengan ketegasan," ucapnya.

Sementara itu, Peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth, menganggap terlalu dini untuk menyatakan bahwa peristiwa penembakan itu terkait dengan ideologi dan politik. "Kalau bicara ideologi Papua merdeka, itu kan basisnya banyak di Pegunungan Tengah. Tapi kan juga tidak serta-merta semua kejadian dikaitkan dengan persoalan ideologis," kata Adriana.

Sedangkan untuk kemerdekaan Papua, adriana menegaskan hal tersebut tidak dapat dilakukan karena sudah ada ketetapan dari Hukum Internasional. "Secara Hukum international sudah ditetapkan bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia, dan itu sah tidak bisa diubah lagi," ucapnya.

Sehingga untuk penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang harus diselesaikan dengan baik agar kejadian tersebut tidak dapat terulang kembali.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo berharap TNI dan Polri bertindak tegas kepada pelaku pembunuhan pekerja proyek pembangunan jembatan di distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

DPR, kata dia, akan mendukung pembiayaan yang diperlukan oleh TNI Polri untuk mencari pelaku. "Sehingga kali ini enggak boleh main-main dan tidak boleh hal sepele kerahkan seluruh kekuatan yang ada berapa pun biayanya DPR akan mendukung gabungan pasukan TNI-Polri untuk memburu pelaku gerombolan bersenjata yang duga OPM," kata Bambang di Jakarta, Kamis (6/12) dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini juga meminta TNI dan Polri tidak lembek dalam mengatasi kasus pembunuhan di Papua. Sebab kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali. "Sama suara kami dari DPR bahwa kami kita minta TNI dan Polri tidak lembek menghadapi ini karena ini bukan kejadian yang pertama. Ini di tempat yang sama terjadi hal yang sama," tuturnya.

Terkait perbedaan pandangan soal pelaku penembakan, Bamsoet merasa hal itu tidak perlu diperdebatkan. Bagi dia, yang terpenting TNI dan Polri bisa segera menangkap pelaku dan membawanya ke ranah hukum. "Yang penting ini sikap dulu aja ini suatu tindakan brutal penindasan atas nama kemanusiaan engga perlu terjebak dalam perdebatan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) dan OPM (Organisasi Papua Merdeka). TNI-Polri fokus pada perburuan pelaku dan menyeretnya ke pengadilan jika ada perlawanan hadapi dengan ketegasan," ucapnya.

Sementara itu, Peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth, menganggap terlalu dini untuk menyatakan bahwa peristiwa penembakan itu terkait dengan ideologi dan politik. "Kalau bicara ideologi Papua merdeka, itu kan basisnya banyak di Pegunungan Tengah. Tapi kan juga tidak serta-merta semua kejadian dikaitkan dengan persoalan ideologis," kata Adriana.

Sedangkan untuk kemerdekaan Papua, adriana menegaskan hal tersebut tidak dapat dilakukan karena sudah ada ketetapan dari Hukum Internasional. "Secara Hukum international sudah ditetapkan bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia, dan itu sah tidak bisa diubah lagi," ucapnya.

Sehingga untuk penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang harus diselesaikan dengan baik agar kejadian tersebut tidak dapat terulang kembali.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB

BMKG: Gempa di Papua akibat deformasi batuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com