Jumat, 14 Desember 2018 | 20:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPPPA berupaya percepat Kabupaten Layak Anak

Kamis, 06 Desember 2018 - 19:45 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin. Sumber foto: https://bit.ly/2G3Fahp
Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin. Sumber foto: https://bit.ly/2G3Fahp

Elshinta.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya mempercepat pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak dengan mengadakan rapat koordinasi yang diikuti 211 kabupaten/kota di Denpasar, Bali.

"Rapat koordinasi kali ini diikuti oleh 211 kabupaten/kota yang sudah mencanangkan Kabupaten/Kota Layak Anak tetapi belum berhasil meraih predikat," kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Rosalin di Denpasar, Bali, Kamis (6/12).

Lenny mengatakan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang sudah berhasil meraih predikat dalam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak baru 177 dari 516 daerah. Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan salah satu upaya terpadu untuk melindungi anak karena melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa.

"Untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, kita harus bekerja keroyokan. Semua harus berpartisipasi, bersatu padu," tuturnya, dikutip Antara.

Lenny mengatakan cerita praktik terbaik dalam pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak selalu menyebutkan pelibatan semua pihak sebagai kunci utama. Pelaksanaan harus melibatkan banyak pihak karena terdapat 24 indikator Kabupaten/Kota Layak Anak yang berada dalam lima klaster yang bukan hanya ranah satu pihak saja.

Terdapat empat predikat yang bisa diraih kabupaten/kota sebelum dinyatakan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak, yaitu pratama, madya, nindya dan utama. Lenny mengatakan predikat tersebut bukan urutan. Bisa saja kabupaten/kota langsung meraih predikat madya atau nindya, setelah mencanangkan pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Baru dua kota yang sudah berhasil meraih predikat utama, yaitu Surakarta dan Surabaya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya mempercepat pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak dengan mengadakan rapat koordinasi yang diikuti 211 kabupaten/kota di Denpasar, Bali.

"Rapat koordinasi kali ini diikuti oleh 211 kabupaten/kota yang sudah mencanangkan Kabupaten/Kota Layak Anak tetapi belum berhasil meraih predikat," kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Rosalin di Denpasar, Bali, Kamis (6/12).

Lenny mengatakan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang sudah berhasil meraih predikat dalam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak baru 177 dari 516 daerah. Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan salah satu upaya terpadu untuk melindungi anak karena melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa.

"Untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, kita harus bekerja keroyokan. Semua harus berpartisipasi, bersatu padu," tuturnya, dikutip Antara.

Lenny mengatakan cerita praktik terbaik dalam pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak selalu menyebutkan pelibatan semua pihak sebagai kunci utama. Pelaksanaan harus melibatkan banyak pihak karena terdapat 24 indikator Kabupaten/Kota Layak Anak yang berada dalam lima klaster yang bukan hanya ranah satu pihak saja.

Terdapat empat predikat yang bisa diraih kabupaten/kota sebelum dinyatakan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak, yaitu pratama, madya, nindya dan utama. Lenny mengatakan predikat tersebut bukan urutan. Bisa saja kabupaten/kota langsung meraih predikat madya atau nindya, setelah mencanangkan pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Baru dua kota yang sudah berhasil meraih predikat utama, yaitu Surakarta dan Surabaya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com