KPPPA berupaya percepat Kabupaten Layak Anak
Kamis, 06 Desember 2018 - 19:45 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin. Sumber foto: https://bit.ly/2G3Fahp

Elshinta.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya mempercepat pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak dengan mengadakan rapat koordinasi yang diikuti 211 kabupaten/kota di Denpasar, Bali.

"Rapat koordinasi kali ini diikuti oleh 211 kabupaten/kota yang sudah mencanangkan Kabupaten/Kota Layak Anak tetapi belum berhasil meraih predikat," kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Rosalin di Denpasar, Bali, Kamis (6/12).

Lenny mengatakan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang sudah berhasil meraih predikat dalam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak baru 177 dari 516 daerah. Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan salah satu upaya terpadu untuk melindungi anak karena melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa.

"Untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, kita harus bekerja keroyokan. Semua harus berpartisipasi, bersatu padu," tuturnya, dikutip Antara.

Lenny mengatakan cerita praktik terbaik dalam pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak selalu menyebutkan pelibatan semua pihak sebagai kunci utama. Pelaksanaan harus melibatkan banyak pihak karena terdapat 24 indikator Kabupaten/Kota Layak Anak yang berada dalam lima klaster yang bukan hanya ranah satu pihak saja.

Terdapat empat predikat yang bisa diraih kabupaten/kota sebelum dinyatakan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak, yaitu pratama, madya, nindya dan utama. Lenny mengatakan predikat tersebut bukan urutan. Bisa saja kabupaten/kota langsung meraih predikat madya atau nindya, setelah mencanangkan pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Baru dua kota yang sudah berhasil meraih predikat utama, yaitu Surakarta dan Surabaya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 25 Maret 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan agar kedua paslon capres-cawapre...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Selisih elektabilitas calon presiden pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin jauh dibandingk...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan, tidak ditemukan pelanggaran dalam pel...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:40 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya ...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:32 WIB
Elshinta.com - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan RI di bawah pimpinan Ros Ellya...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) pada hari ini, Senin (25/3) untuk pertama ka...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:55 WIB
Elshinta.com - PDIP sebagai pengusung capres Jokowi meraih elektabilitas tertinggi sebesar 26,8...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:36 WIB
Elshinta.com - Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang meneta...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:20 WIB
Elshinta.com - Akademisi Rocky Gerung tampak mengenakan jaket Partai Demokrat kala menghadiri k...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Diaz Hendropriyono me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)