Tokoh masyarakat Papua kecam penembakan di Nduga
Elshinta
Kamis, 06 Desember 2018 - 21:37 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Tokoh masyarakat Papua kecam penembakan di Nduga
Ketua Umum DPN Gerakan Cinta Rakyat (Gercin) NKRI yang juga tokoh masyarakat Papua, Hendrik Yance Udam memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/12). Sumber foto: https://bit.ly/2rnZ24P

Elshinta.com - Tokoh masyarakat Papua mengecam penembakan terhadap puluhan pekerja PT Istaka Karya yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu (2/12) oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Ketua Umum DPN Gerakan Cinta Rakyat (Gercin) NKRI, Hendrik Yance Udam, di Jakarta, Kamis (6/12), mendukung penuh langkah pemerintahan Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku kejahatan KKB. "Kami mendukung pemerintah, dalam hal ini TNI dan Polri untuk menangkap para pelaku kejahatan kemanusiaan KKB yang selama ini membuat onar di wilayah Papua dan terlebih khusus di wilayah Pegunungan Tengah Papua," katanya.

Baginya tragedi penembakan di Papua adalah sebuah tragedi kemanusiaan. Kejadian tersebut merupakan pelangaran HAM yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum serta para penggiat HAM di NKRI. "Peristiwa tersebut merupakan pelanggaran HAM di Papua, harus kita usut sampai tuntas siapa aktor intelektual di balik gerakan itu," ucapnya, dikutip Antara.

Oleh karena itu, Hendrik juga meminta kepada para penggiat HAM lokal, nasional, bahkan internasional untuk bersuara mengutuk aksi pembantaian warga NKRI. Terlebih pembantaian dilakukan di tengah upaya pemerintah yang ingin memajukan Papua melalui pembangunan infrastruktur.

"Saat ini Papua sedang dibangun oleh presiden untuk jauh lebih baik. Itu (penembakan) sangat memilukan hati kami sebagai anak bangsa. Kami berterima kasih kepada Jokowi yang selama ini lakukan pembangunan infrastruktur Papua untuk lebih baik," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Curi gas elpiji 3 Kg, YT dihukum 2 bulan tahanan
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - YT (41) warga Kelurahan Mlati Kidul RT 4/2 Kecamatan Kota Kudus terpaksa ha...
Tertipu investasi obat herbal, ratusan warga serbu Polres Klaten
Senin, 15 Juli 2019 - 18:45 WIB
Elshinta.com - Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Polres Klaten untuk melaporkan ...
Polrestabes Medan selidiki begal di underpass Titi Kuning
Senin, 15 Juli 2019 - 07:05 WIB
Elshinta.com - Personel Reskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan terhadap komplota...
Lansia tanpa identitas ditemukan tewas di Kuburan Cina dalam kondisi leher tertusuk pisau
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Seorang lansia ditemukan tewas mengenaskan di area Pemakaman Cina di Kelurahan P...
Kapolda Bali: Skimming terjadi di seluruh dunia
Rabu, 10 Juli 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Bali Irjen Polisi Petrus Reinhard Golose mengemukakan kasus skimmin...
Menteri diduga pemerkosa PRT Indonesia ditahan
Rabu, 10 Juli 2019 - 11:46 WIB
Elshinta.com - Seorang executive councillor (Exco) atau Menteri Pemerintah Negeri Perak ditahan...
Polda NTT diminta ringkus PJTKI perekrut TKW secara ilegal
Selasa, 09 Juli 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur diminta meringkus penanggung ...
Penganiaya istri di Tanjung Priok sempat dipukuli warga
Selasa, 09 Juli 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Seorang pria di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tega menganiaya istrinya meng...
Polisi Majalengka tangkap pelaku pencurian dengan modus ganjal ATM
Senin, 08 Juli 2019 - 21:15 WIB
Elshinta.com - Satu dari tiga pelaku pencurian uang dengan modus ganjal ATM berhasil dirin...
Komnas Anak: Pembunuhan anak merupakan kategori tindak pidana luar biasa
Minggu, 07 Juli 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)