Jumat, 14 Desember 2018 | 16:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Peristiwa Hari Ini

Kapolres Lumajang kembalikan bayi yang dibuang kepada orang tuanya

Jumat, 07 Desember 2018 - 06:36 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban serahkan bayi yang dibuang. Foto: NTMC Polri/Elshinta.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban serahkan bayi yang dibuang. Foto: NTMC Polri/Elshinta.

Elshinta.com - Kasus bayi yang dibuang bulan kemarin oleh orangtuanya, telah berhasil menemui titik terang karena terungkap dalang pembuangan bayi tersebut.

Pelaku pembuangan bayi yang baru lahir itu adalah ibu kandungnya sendiri berinisial WD (32) warga Dusun Besuk Selatan, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pelaku mengaku tega membuang bayi kandungnya karena mengalami kesulitan ekonomi. Selain bayi yang dibuangnya, pelaku juga memiliki dua anak kecil. Sementara, penghasilan suaminya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bayi yang dirawat di RS Bhayangkara oleh Kapolres Lumajang dikembalikan kepada orangtuanya sekaligus memberikan santunan ke sang ibu sebagai rasa kemanusiaan dan untuk membantu permasalahan ekonomi yang menjerat mereka.

“Ini ibu, bayinya saya kembalikan kepada ibu agar dirawat baik-baik bayi lucu ini. Kasihan bayi tak berdosa ini karena dia juga darah daging ibu jagalah calon penerus bangsa ini dan kami selaku pihak Kepolisian hanya bisa membantu melalui santunan ini. Mohon diterima agar bisa membantu meringankan biaya perawatan,” ungkap Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban seperti dikutip dari laman NTMC Polri, Jumat (7/12).

Sang ibu dengan rasa penuh penyesalan menerima si bayi beserta santunannya. “maafkan saya pak, saya khilaf melakukan ini semua karena perekonomian kami yang sulit, saya gelap mata membuang darah daging saya sendiri. Terima kasih telah merawat anak saya mulai sekarang saya akan jaga anak ini dan juga terimakasih atas bantuannya.” ujar WD.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 (c) junto Pasal 80 (4) UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 3,5 tahun penjara. Tetapi atas dasar kemanusiaan dan kebijaksanaan, Kapolres Lumajang menyatakan bahwa WD tidak dinyatakan sebagai tersangka.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 14 Desember 2018 - 16:07 WIB

Strategi bisnis DAMN I Love Indonesia yang patut ditiru

Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Elshinta.com - Kasus bayi yang dibuang bulan kemarin oleh orangtuanya, telah berhasil menemui titik terang karena terungkap dalang pembuangan bayi tersebut.

Pelaku pembuangan bayi yang baru lahir itu adalah ibu kandungnya sendiri berinisial WD (32) warga Dusun Besuk Selatan, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pelaku mengaku tega membuang bayi kandungnya karena mengalami kesulitan ekonomi. Selain bayi yang dibuangnya, pelaku juga memiliki dua anak kecil. Sementara, penghasilan suaminya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bayi yang dirawat di RS Bhayangkara oleh Kapolres Lumajang dikembalikan kepada orangtuanya sekaligus memberikan santunan ke sang ibu sebagai rasa kemanusiaan dan untuk membantu permasalahan ekonomi yang menjerat mereka.

“Ini ibu, bayinya saya kembalikan kepada ibu agar dirawat baik-baik bayi lucu ini. Kasihan bayi tak berdosa ini karena dia juga darah daging ibu jagalah calon penerus bangsa ini dan kami selaku pihak Kepolisian hanya bisa membantu melalui santunan ini. Mohon diterima agar bisa membantu meringankan biaya perawatan,” ungkap Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban seperti dikutip dari laman NTMC Polri, Jumat (7/12).

Sang ibu dengan rasa penuh penyesalan menerima si bayi beserta santunannya. “maafkan saya pak, saya khilaf melakukan ini semua karena perekonomian kami yang sulit, saya gelap mata membuang darah daging saya sendiri. Terima kasih telah merawat anak saya mulai sekarang saya akan jaga anak ini dan juga terimakasih atas bantuannya.” ujar WD.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 (c) junto Pasal 80 (4) UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 3,5 tahun penjara. Tetapi atas dasar kemanusiaan dan kebijaksanaan, Kapolres Lumajang menyatakan bahwa WD tidak dinyatakan sebagai tersangka.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com