Minggu, 16 Desember 2018 | 00:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

Dolar AS melemah tertekan sejumlah data ekonomi negatif

Jumat, 07 Desember 2018 - 07:15 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Dolar AS melemah tertekan sejumlah data ekonomi negatif. Foto: Ilustrasi/Elshinta.
Dolar AS melemah tertekan sejumlah data ekonomi negatif. Foto: Ilustrasi/Elshinta.

Elshinta.com - Kurs dolar AS memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat (7/12) pagi WIB), karena sejumlah data ekonomi negatif menyebabkan sentimen investor yang menyenangkan berubah menjadi muram.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun merosot menjadi 2,83 persen pada Kamis (6/12), memperpanjang kerugiannya dari di atas 3,00 persen pada Senin (3/12) mengutip Antara.

Imbal hasil biasanya dilihat sebagai barometer untuk biaya pinjaman, baik untuk sektor publik dan swasta. Para analis mengatakan penurunan tersebut mencerminkan ketakutan investor terhadap volatilitas pasar yang meningkat dan kemungkinan perlambatan ekonomi.

Ekspektasi pasar pada kenaikan suku bunga lebih lanjut di pertemuan The Fed pada 18-19 Desember juga berkurang, karena kekhawatiran luas atas potensi pertumbuhan ekonomi yang melambat disebabkan oleh kurva imbal hasil terbalik dalam obligasi AS pada Selasa (4/12).

Investor memperkirakan tidak ada lebih dari satu kenaikan suku bunga dari The Fed pada 2019, dibandingkan dengan ekspektasi sebulan sebelumnya untuk kemungkinan dua kenaikan suku bunga, menurut alat FedWatch CME Group.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Kurs dolar AS memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat (7/12) pagi WIB), karena sejumlah data ekonomi negatif menyebabkan sentimen investor yang menyenangkan berubah menjadi muram.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun merosot menjadi 2,83 persen pada Kamis (6/12), memperpanjang kerugiannya dari di atas 3,00 persen pada Senin (3/12) mengutip Antara.

Imbal hasil biasanya dilihat sebagai barometer untuk biaya pinjaman, baik untuk sektor publik dan swasta. Para analis mengatakan penurunan tersebut mencerminkan ketakutan investor terhadap volatilitas pasar yang meningkat dan kemungkinan perlambatan ekonomi.

Ekspektasi pasar pada kenaikan suku bunga lebih lanjut di pertemuan The Fed pada 18-19 Desember juga berkurang, karena kekhawatiran luas atas potensi pertumbuhan ekonomi yang melambat disebabkan oleh kurva imbal hasil terbalik dalam obligasi AS pada Selasa (4/12).

Investor memperkirakan tidak ada lebih dari satu kenaikan suku bunga dari The Fed pada 2019, dibandingkan dengan ekspektasi sebulan sebelumnya untuk kemungkinan dua kenaikan suku bunga, menurut alat FedWatch CME Group.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com