Jumat, 14 Desember 2018 | 16:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Warga Bogor Selatan merasakan seperti kiamat

Jumat, 07 Desember 2018 - 07:38 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Angin puting beliung yang melanda wilayah Bogor Selatan. Sumber foto: https://bit.ly/2QhU3Sd
Angin puting beliung yang melanda wilayah Bogor Selatan. Sumber foto: https://bit.ly/2QhU3Sd

Elshinta.com - Bogor Selatan, kota Bogor, Jawa Barat diterjang angin puting beliung yang terjadi Kamis (06/12) sore, warga setempat yang menjadi saksi mata ketakutan melihat kekuatan angin kencang tersebut.

Andri Firmansyah (22) karyawan salah satu resto cepat saji di Jalan Shaleh Danasasmita tempat video terjangan angin melanda wilayah Cipaku, mengaku kencangnya angin menimbulkan rasa takut warga yang ada di sekitar kejadian.

"Terasa seperti mau kiamat, angin kencang semua atap berterbangan, ditambah hujan dan petir juga," kata Andri, dikutip Antara.

Andri mengatakan, saat kejadian dirinya sedang istirahat duduk di depan resto yang berada di pinggir jalan. Saat itu tidak banyak tamu datang berbelanja.

Menurutnya, angin datang dua kali. Kali pertama hanya selintas tidak menakutkan, tidak lama kemudian angin kedua yang menerjang semua rumah yang ada di sepanjang jalan Saleh Danasasmita.

"Orang-orang semua ketakutan dan mengucapkan Allahuakbar," kata pemuda asal Pamijahan ini.

Hal senada juga di rasakan Hidayat (27) warga Jalan Saleh Danasasmita, Cipaku yang rumahnya rusak diterjang angin kencang. "Saat kejadian saya baru beres kerja, ganti shift. Saya duduk depan rumah, tiba-tiba angin kencang datang menerbangkan semua yang ada," katanya.

Menurutnya kecepatan angin cukup mampu menerbangkan dirinya, jika ia tidak berlindung dan mencari pegangan. "Angin sangat, tangan saya aja sampai terluka kena serpihan asbes yang berterbangan, kejadiannya ada sekitar lima menitan," katanya.

Ini Pengakuan serupa juga dirasakan Ika Salihat (31), ibu dua anak yang tinggal di RT 02/RW 07 Jalan Saleh Danasasmita. Atap rumahnya yang berlantai dua rusak diterbangkan angin.

Ia mengatakan, saat kejadian dirinya bersama dua anaknya sedang beristirahat di lantai dua sambil tidur-tiduran,tiba-tiba ada bunyi cukup keras dari atap rumahnya yang diterbangkan angin kencang.

"Daya lari ke bawah sambil bawa lari anak-anak takut kenapa-napa," katanya.

Ika merasakan kecemasan luar biasa saat angin dengan kecepatan 30 Knot (50 km per jam) menerjang wilayah pemukiman. Seumur hidupnya belum pernah ada kejadian tersebut dialaminya.

"Baru kali ini pertama merasakan kejadian begini, mana saya sedang hamil tua, jadi agak panik juga," kata Ika yang sedang hamil enam bulan.

Kencangnya angin puting beliung yang menerjang wilayah Cipaku sempat diabadikan oleh salah seorang pemuda bernama Roni, video ini pun menjadi viral karena memperlihatkan dahsyatnya angin menyapu wilayah tersebut.

Akibat angin kencang ini sebanyak 770 rumah di Kecamatan Bogor Selatan rusak berat maupun ringan.

Kerusakan terberat dialami warga di wilayah Cipaku, rata-rata atap rumah milik warga diterbangkan oleh angin.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Bogor Selatan, kota Bogor, Jawa Barat diterjang angin puting beliung yang terjadi Kamis (06/12) sore, warga setempat yang menjadi saksi mata ketakutan melihat kekuatan angin kencang tersebut.

Andri Firmansyah (22) karyawan salah satu resto cepat saji di Jalan Shaleh Danasasmita tempat video terjangan angin melanda wilayah Cipaku, mengaku kencangnya angin menimbulkan rasa takut warga yang ada di sekitar kejadian.

"Terasa seperti mau kiamat, angin kencang semua atap berterbangan, ditambah hujan dan petir juga," kata Andri, dikutip Antara.

Andri mengatakan, saat kejadian dirinya sedang istirahat duduk di depan resto yang berada di pinggir jalan. Saat itu tidak banyak tamu datang berbelanja.

Menurutnya, angin datang dua kali. Kali pertama hanya selintas tidak menakutkan, tidak lama kemudian angin kedua yang menerjang semua rumah yang ada di sepanjang jalan Saleh Danasasmita.

"Orang-orang semua ketakutan dan mengucapkan Allahuakbar," kata pemuda asal Pamijahan ini.

Hal senada juga di rasakan Hidayat (27) warga Jalan Saleh Danasasmita, Cipaku yang rumahnya rusak diterjang angin kencang. "Saat kejadian saya baru beres kerja, ganti shift. Saya duduk depan rumah, tiba-tiba angin kencang datang menerbangkan semua yang ada," katanya.

Menurutnya kecepatan angin cukup mampu menerbangkan dirinya, jika ia tidak berlindung dan mencari pegangan. "Angin sangat, tangan saya aja sampai terluka kena serpihan asbes yang berterbangan, kejadiannya ada sekitar lima menitan," katanya.

Ini Pengakuan serupa juga dirasakan Ika Salihat (31), ibu dua anak yang tinggal di RT 02/RW 07 Jalan Saleh Danasasmita. Atap rumahnya yang berlantai dua rusak diterbangkan angin.

Ia mengatakan, saat kejadian dirinya bersama dua anaknya sedang beristirahat di lantai dua sambil tidur-tiduran,tiba-tiba ada bunyi cukup keras dari atap rumahnya yang diterbangkan angin kencang.

"Daya lari ke bawah sambil bawa lari anak-anak takut kenapa-napa," katanya.

Ika merasakan kecemasan luar biasa saat angin dengan kecepatan 30 Knot (50 km per jam) menerjang wilayah pemukiman. Seumur hidupnya belum pernah ada kejadian tersebut dialaminya.

"Baru kali ini pertama merasakan kejadian begini, mana saya sedang hamil tua, jadi agak panik juga," kata Ika yang sedang hamil enam bulan.

Kencangnya angin puting beliung yang menerjang wilayah Cipaku sempat diabadikan oleh salah seorang pemuda bernama Roni, video ini pun menjadi viral karena memperlihatkan dahsyatnya angin menyapu wilayah tersebut.

Akibat angin kencang ini sebanyak 770 rumah di Kecamatan Bogor Selatan rusak berat maupun ringan.

Kerusakan terberat dialami warga di wilayah Cipaku, rata-rata atap rumah milik warga diterbangkan oleh angin.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com