Polisi imbau TKI mewaspadai calo
Jumat, 07 Desember 2018 - 08:19 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RKCDdG

Elshinta.com - Petugas Imigrasi dan Kepolisian Nunukan, Kalimantan Utara, mengimbau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru dideportasi dari Negeri Sabah, Malaysia, mewaspadai iming-iming calo.

"Jangan mau dipengaruhi oleh calo-calo dengan iming-iming. Saudara-saudara bapak-bapak dan ibu-ibu jika masih mau kembali ke Malaysia harus menggunakan dokumen resmi," ujar Kepala KSKP Polres Nunukan, AKP Eka Berlin di Nunukaj, Kamis (06/12).

Ia menekan kepada puluhan TKI yang baru tiba dari Malaysia agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Kemudian setelah ditampung oleh BP3TKI Nunukan dan memilih tinggal di rumah keluarganya agar melaporkan diri kepada Ketua RT setempat.

Tujuannya agar saat terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki dapat dipantau dan diawasi.

Hal yang sama dikatakan Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Nugraha Agustian Syahputra bahwa bagi TKI deportasi ini masih berkeinginan kembali bekerja di Malaysia agar memiliki paspor terlebih dahulu.

Proses untuk mendapatkan paspor tentunya telah diketahui bersama atau bertanya pada petugas Imigrasi apabila belum mengetahuinya.

"Jangan sampai menyeberang lagi ke Malaysia tanpa memiliki paspor. Risikonya tentunya bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sendiri," ujar Nugraha di hadapan puluhan TKI yang baru tiba karena dipulangkan Pemerintah Malaysia.

Para TKI deportasi pun secara bersama-sama meneriakkan bahwa dirinya telah paham resiko yang bakal diterimanya apabila tidak menggunakan paspor bekerja di negeri jiran.

Seperti yang dialaminya saat ini, yakni dipenjarakan atau dimasukkan dalam penampungan karena tertangkap tidak memiliki paspor berada di Malaysia, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)