Senin, 17 Desember 2018 | 04:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polisi imbau TKI mewaspadai calo

Jumat, 07 Desember 2018 - 08:19 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RKCDdG
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RKCDdG

Elshinta.com - Petugas Imigrasi dan Kepolisian Nunukan, Kalimantan Utara, mengimbau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru dideportasi dari Negeri Sabah, Malaysia, mewaspadai iming-iming calo.

"Jangan mau dipengaruhi oleh calo-calo dengan iming-iming. Saudara-saudara bapak-bapak dan ibu-ibu jika masih mau kembali ke Malaysia harus menggunakan dokumen resmi," ujar Kepala KSKP Polres Nunukan, AKP Eka Berlin di Nunukaj, Kamis (06/12).

Ia menekan kepada puluhan TKI yang baru tiba dari Malaysia agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Kemudian setelah ditampung oleh BP3TKI Nunukan dan memilih tinggal di rumah keluarganya agar melaporkan diri kepada Ketua RT setempat.

Tujuannya agar saat terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki dapat dipantau dan diawasi.

Hal yang sama dikatakan Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Nugraha Agustian Syahputra bahwa bagi TKI deportasi ini masih berkeinginan kembali bekerja di Malaysia agar memiliki paspor terlebih dahulu.

Proses untuk mendapatkan paspor tentunya telah diketahui bersama atau bertanya pada petugas Imigrasi apabila belum mengetahuinya.

"Jangan sampai menyeberang lagi ke Malaysia tanpa memiliki paspor. Risikonya tentunya bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sendiri," ujar Nugraha di hadapan puluhan TKI yang baru tiba karena dipulangkan Pemerintah Malaysia.

Para TKI deportasi pun secara bersama-sama meneriakkan bahwa dirinya telah paham resiko yang bakal diterimanya apabila tidak menggunakan paspor bekerja di negeri jiran.

Seperti yang dialaminya saat ini, yakni dipenjarakan atau dimasukkan dalam penampungan karena tertangkap tidak memiliki paspor berada di Malaysia, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Petugas Imigrasi dan Kepolisian Nunukan, Kalimantan Utara, mengimbau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru dideportasi dari Negeri Sabah, Malaysia, mewaspadai iming-iming calo.

"Jangan mau dipengaruhi oleh calo-calo dengan iming-iming. Saudara-saudara bapak-bapak dan ibu-ibu jika masih mau kembali ke Malaysia harus menggunakan dokumen resmi," ujar Kepala KSKP Polres Nunukan, AKP Eka Berlin di Nunukaj, Kamis (06/12).

Ia menekan kepada puluhan TKI yang baru tiba dari Malaysia agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Kemudian setelah ditampung oleh BP3TKI Nunukan dan memilih tinggal di rumah keluarganya agar melaporkan diri kepada Ketua RT setempat.

Tujuannya agar saat terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki dapat dipantau dan diawasi.

Hal yang sama dikatakan Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Nugraha Agustian Syahputra bahwa bagi TKI deportasi ini masih berkeinginan kembali bekerja di Malaysia agar memiliki paspor terlebih dahulu.

Proses untuk mendapatkan paspor tentunya telah diketahui bersama atau bertanya pada petugas Imigrasi apabila belum mengetahuinya.

"Jangan sampai menyeberang lagi ke Malaysia tanpa memiliki paspor. Risikonya tentunya bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sendiri," ujar Nugraha di hadapan puluhan TKI yang baru tiba karena dipulangkan Pemerintah Malaysia.

Para TKI deportasi pun secara bersama-sama meneriakkan bahwa dirinya telah paham resiko yang bakal diterimanya apabila tidak menggunakan paspor bekerja di negeri jiran.

Seperti yang dialaminya saat ini, yakni dipenjarakan atau dimasukkan dalam penampungan karena tertangkap tidak memiliki paspor berada di Malaysia, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com