Senin, 17 Desember 2018 | 15:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Lima kilogram sabu merupakan jaringan Internasional

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:28 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QgOi73
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QgOi73

Elshinta.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan barang bukti sabu-sabu seberat lima kilogram yang disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bersama dua pelaku pada 1 Desember merupakan jaringan internasional.

"Memang benar, pelakunya masuk dalam jaringan internasional peredaran gelap narkotika. Untung saja kami berhasil menangkap mereka berdua sebelum mengedarkan barang haram itu di wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya," katanya di Banjarmasin, Kamis (06/12).

Dia mengatakan, kedua pelaku yang masuk dalam jaring narkoba internasional itu diketahui bernama M Arif Firdaus (21) warga Celegon dan M Fahryzal (22) warga Pasar Baru Jakarta Pusat.

Kedua pelaku terlibat dalam pengirim sabu-sabu jaringan internasional dengan jalur Malaysia - Padang selanjutnya Banjarmasin.

Sesampainya, di Banjarmasin, akhirnya pada 1 Desember 2018, kedua pelaku dibekuk beserta barang bukti sabu-sabu seberat lima kilogram di Hotel Pesona Banjarmasin Utara.

"Dari hasil pengungkapan kasus sabu-sabu jaringan internasional itu Polresta Banjarmasin telah menyelamatkan 100.000 jiwa," tutur perwira tinggi berpangkat bintang dua itu.

Hasil penyidikan sementara, pelaku Firdaus dan Fahryzal ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun.

Kepada masyarakat, Kapolda mengajak, untuk bersama-sama merapatkan barisan guna memerangi peredaran gelap Narkoba yang masuk ke wilayah ini.

"Mari kita bersama-sama untuk merapatkan barisan guna memerangi dan memberantas Narkoba, karena saat ini Kalsel menjadi sasaran empuk peredaran barang laknat tersebut," kata Kapolda didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto dan Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Wisnu Widarto, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan barang bukti sabu-sabu seberat lima kilogram yang disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bersama dua pelaku pada 1 Desember merupakan jaringan internasional.

"Memang benar, pelakunya masuk dalam jaringan internasional peredaran gelap narkotika. Untung saja kami berhasil menangkap mereka berdua sebelum mengedarkan barang haram itu di wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya," katanya di Banjarmasin, Kamis (06/12).

Dia mengatakan, kedua pelaku yang masuk dalam jaring narkoba internasional itu diketahui bernama M Arif Firdaus (21) warga Celegon dan M Fahryzal (22) warga Pasar Baru Jakarta Pusat.

Kedua pelaku terlibat dalam pengirim sabu-sabu jaringan internasional dengan jalur Malaysia - Padang selanjutnya Banjarmasin.

Sesampainya, di Banjarmasin, akhirnya pada 1 Desember 2018, kedua pelaku dibekuk beserta barang bukti sabu-sabu seberat lima kilogram di Hotel Pesona Banjarmasin Utara.

"Dari hasil pengungkapan kasus sabu-sabu jaringan internasional itu Polresta Banjarmasin telah menyelamatkan 100.000 jiwa," tutur perwira tinggi berpangkat bintang dua itu.

Hasil penyidikan sementara, pelaku Firdaus dan Fahryzal ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun.

Kepada masyarakat, Kapolda mengajak, untuk bersama-sama merapatkan barisan guna memerangi peredaran gelap Narkoba yang masuk ke wilayah ini.

"Mari kita bersama-sama untuk merapatkan barisan guna memerangi dan memberantas Narkoba, karena saat ini Kalsel menjadi sasaran empuk peredaran barang laknat tersebut," kata Kapolda didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto dan Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Wisnu Widarto, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com