Bareskrim tidak tahan Bahar Smith meski tersangka
Elshinta
Jumat, 07 Desember 2018 - 09:37 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Sigit Kurniawan
 Bareskrim tidak tahan Bahar Smith meski tersangka
Pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith. Sumber foto: https://bit.ly/2zNtpX0

Elshinta.com - Penyidik Bareskrim Polri memutuskan tidak menahan pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith, meski telah menetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, setelah Bahar menjalani pemeriksaan perdana sebagai saksi kasus tersebut.

"Alasan teknis penyidik, yang bersangkutan masih kooperatif dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (07/12).

Menurut dia, Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti.

"Ya, dari hasil gelar perkara terpenuhi unsur pidananya dan penyidik menemukan dua alat bukti," katanya lagi, dikutip Antara.

Pemeriksaan polisi terhadap Bahar pada Kamis (6/12) merupakan tindak lanjut dari pelaporan ormas Cyber Indonesia ke polisi terkait video ceramah Bahar yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Video yang dipermasalahkan merupakan video rekaman ceramah Bahar pada 8 Januari 2017 dalam peringatan Maulid Nabi di Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Bahar dengan pasal berlapis, yakni pasal 16 angka 2 jo pasal 4 huruf b angka 2 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan atau pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 207 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertemuan Melanesian Spearhead Group bahas isu kriminal dan kejahatan global
Rabu, 17 Juli 2019 - 00:26 WIB
Elshinta.com - Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Jermias Rontini, memimpin delegasi Indonesi...
391 jemaah calhaj resti tetap semangat berangkat ke Mekkah
Selasa, 16 Juli 2019 - 22:37 WIB
Elshinta.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)Embarkasi Medan, Sumatera Utara, ...
 Rakorwil TPID se-Kalimantan fokus bahas sinergi kerjasama antardaerah
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Sinergi dan inovasi menjadi pokok pembahasan Rakorwil Tim Pengendalian Inflasi D...
Gapensi Jayapura agendakan Muscab
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:37 WIB
Elshinta.com - Badan Pimpinan Cabang Sentani (BPC) Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (G...
Perbanyak Kampung KB, Bupati Kudus harapkan penurunan angka TFR
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan yakni deng...
Ekspedisi Destana Tsunami di Lumajang sukses
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Ekspedisi Destana Tsunami 2019 yang telah dilaksanakan di Kabupaten Lumajan...
Reuni Magellan ke-10, jalan tingkatkan peran strategis luar negeri Indonesia
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:15 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia menggelar seminar internasional menyambut pertemuan ke...
Sekalipun Tol BORR mangkrak, kontraktor tak diberi dispensasi waktu
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmodjo menegaskan bahwa...
Manipulasi data PPDB, lima anak di Bogor batal masuk SMA Negeri
Selasa, 16 Juli 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto menyebutkan bahwa ada lima ...
Sukoharjo komitmen cegah pernikahan anak
Selasa, 16 Juli 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke–26 di Kabupaten Sukoh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)