Jumat, 14 Desember 2018 | 16:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Bareskrim tidak tahan Bahar Smith meski tersangka

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:37 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
 Pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith. Sumber foto: https://bit.ly/2zNtpX0
Pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith. Sumber foto: https://bit.ly/2zNtpX0

Elshinta.com - Penyidik Bareskrim Polri memutuskan tidak menahan pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith, meski telah menetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, setelah Bahar menjalani pemeriksaan perdana sebagai saksi kasus tersebut.

"Alasan teknis penyidik, yang bersangkutan masih kooperatif dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (07/12).

Menurut dia, Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti.

"Ya, dari hasil gelar perkara terpenuhi unsur pidananya dan penyidik menemukan dua alat bukti," katanya lagi, dikutip Antara.

Pemeriksaan polisi terhadap Bahar pada Kamis (6/12) merupakan tindak lanjut dari pelaporan ormas Cyber Indonesia ke polisi terkait video ceramah Bahar yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Video yang dipermasalahkan merupakan video rekaman ceramah Bahar pada 8 Januari 2017 dalam peringatan Maulid Nabi di Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Bahar dengan pasal berlapis, yakni pasal 16 angka 2 jo pasal 4 huruf b angka 2 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan atau pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 207 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Penyidik Bareskrim Polri memutuskan tidak menahan pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith, meski telah menetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, setelah Bahar menjalani pemeriksaan perdana sebagai saksi kasus tersebut.

"Alasan teknis penyidik, yang bersangkutan masih kooperatif dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (07/12).

Menurut dia, Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti.

"Ya, dari hasil gelar perkara terpenuhi unsur pidananya dan penyidik menemukan dua alat bukti," katanya lagi, dikutip Antara.

Pemeriksaan polisi terhadap Bahar pada Kamis (6/12) merupakan tindak lanjut dari pelaporan ormas Cyber Indonesia ke polisi terkait video ceramah Bahar yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Video yang dipermasalahkan merupakan video rekaman ceramah Bahar pada 8 Januari 2017 dalam peringatan Maulid Nabi di Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Bahar dengan pasal berlapis, yakni pasal 16 angka 2 jo pasal 4 huruf b angka 2 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan atau pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 207 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa dua hakim PN Jaksel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com