Jumat, 14 Desember 2018 | 20:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Darurat banjir dan longsor, masyarakat Lumajang diminta tingkatkan kewaspadaan

Jumat, 07 Desember 2018 - 11:10 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Plt. Sekertaris BPBD kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo. Sumber foto: Radio Elshinta / Efendi Murdiono.
Plt. Sekertaris BPBD kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo. Sumber foto: Radio Elshinta / Efendi Murdiono.

Elshinta.com - Penetapan darurat banjir dan longsor atas dasar surat yang dikeluarkan oleh pihak BMKG Klas l Juanda tanggal 15 November, Surat edaran Menteri Dalam Negeri RI 27 November, dan surat BPBD provinsi Jawa Timur tanggal 28 November.

Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, dari Lumajang, Jawa Timur, Jumat (07/12), melaporkan, atas dasar surat tersebut, BPBD kabupaten Lumajang Jawa Timur menyiapkan personil dan alat pendukung juga berupaya potensi bencana yang ada dipahami masyarakat.

Plt. Sekertaris BPBD kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan isi surat BPBD provinsi Jawa Timur menghimbau sehubungan dengan cuaca ekstrem pada musim penghujan, diminta seluruh wilayah kota dan kabupaten untuk mengaktifkan radio komunikasi posko kecamatan selama 1X24 jam, menetapkan resiko bencana wilayah banjir dan longsor dapat di waspadai dan ditingkatkan kewaspadaannya.

BPBD kata Wawan Hadi Siswoyo melakukan koordinasi dengan Muspida, OPD terkait untuk mensosialisasikan supaya lebih waspada dan meningkatkan kehati-hatian kemungkinan bencana terjadi.

Atas dasar surat itu, BPBD Lumajang akan dijadikan bahan sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat baik itu langsung bertatap muka atau melalui media yang ada, dengan harapan sehingga potensi ancaman kebencanaan cepat dan tepat menyentuh masyarakat. 

Wawan Hadi menegaskan, wilayah yang ada di peta rawan bencana diminta masyarakat selalu waspada jika terjadi bencana potensi korban jiwa dan materi bisa ditekan, maka dari itu papan himbauan yang ada dapat dipahami dengan baik dalam menciptakan keluarga yang tangguh menghadapi bencana.

Pemerintah tanpa didukung kesadaran masyarakat dalam membentuk karakter kesiapsiagaan akan terkendala tugas yang diembannya maka kekompakan sangat diperlukan membentuk wilayah tanggap dan tangguh menghadapi bencana.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Penetapan darurat banjir dan longsor atas dasar surat yang dikeluarkan oleh pihak BMKG Klas l Juanda tanggal 15 November, Surat edaran Menteri Dalam Negeri RI 27 November, dan surat BPBD provinsi Jawa Timur tanggal 28 November.

Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, dari Lumajang, Jawa Timur, Jumat (07/12), melaporkan, atas dasar surat tersebut, BPBD kabupaten Lumajang Jawa Timur menyiapkan personil dan alat pendukung juga berupaya potensi bencana yang ada dipahami masyarakat.

Plt. Sekertaris BPBD kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan isi surat BPBD provinsi Jawa Timur menghimbau sehubungan dengan cuaca ekstrem pada musim penghujan, diminta seluruh wilayah kota dan kabupaten untuk mengaktifkan radio komunikasi posko kecamatan selama 1X24 jam, menetapkan resiko bencana wilayah banjir dan longsor dapat di waspadai dan ditingkatkan kewaspadaannya.

BPBD kata Wawan Hadi Siswoyo melakukan koordinasi dengan Muspida, OPD terkait untuk mensosialisasikan supaya lebih waspada dan meningkatkan kehati-hatian kemungkinan bencana terjadi.

Atas dasar surat itu, BPBD Lumajang akan dijadikan bahan sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat baik itu langsung bertatap muka atau melalui media yang ada, dengan harapan sehingga potensi ancaman kebencanaan cepat dan tepat menyentuh masyarakat. 

Wawan Hadi menegaskan, wilayah yang ada di peta rawan bencana diminta masyarakat selalu waspada jika terjadi bencana potensi korban jiwa dan materi bisa ditekan, maka dari itu papan himbauan yang ada dapat dipahami dengan baik dalam menciptakan keluarga yang tangguh menghadapi bencana.

Pemerintah tanpa didukung kesadaran masyarakat dalam membentuk karakter kesiapsiagaan akan terkendala tugas yang diembannya maka kekompakan sangat diperlukan membentuk wilayah tanggap dan tangguh menghadapi bencana.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com