Senin, 17 Desember 2018 | 22:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek IPA jadi perhatian pengunjung

Jumat, 07 Desember 2018 - 11:32 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek pipanisasi Instalasi Pipa Air (IPA). Sumber foto: Radio Elshinta / Amsal.
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek pipanisasi Instalasi Pipa Air (IPA). Sumber foto: Radio Elshinta / Amsal.

Elshinta.com - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek pipanisasi Instalasi Pipa Air (IPA) kapasitas 200 meter per detik dengan terdakwa Staf Keuangan Promits LJU Flora Simbolon dan  Ir M Suhairi MM selaku PPK PDAM Tirtanadi Sumut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/12), malam kian menarik perhatian pengunjung sidang. 

Kontributor Elshinta, Amsal, dari Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Jumat (07/12), melaporkan, fakta yang terungkap di persidangan, bahwa sejak perencanaan pelaksanaan proyek ditemukan indikasi sarat masalah disertai dengan jawaban sejumlah saksi seakan kompak mengatakan tidak tahu dan lupa serta alasan yang dicari-cari.

Seperti disampaikan Kepala IPA, Martubung Adi Supratman dalam kesaksiannya tidak mengetahui secara persis pelaksanaan teknis proyek EPC meski terdaftar sebagai anggota pokja dalam proses tender tersebut. Bahkan dalam persidangan tersebut ia menyebutkan penyebab rubuhnya atap di Laboratorium di IPA Martubung dikait-kaitkan dengan peristiwa angin puting beliung yang terjadi sebulan sebelum kejadian.

Mengenai proyek Rp58 miliar pada 2012 katanya, tidak terlepas dari campur tangannya Azzam Rizal selaku Direktur Utama sehingga memenangkan KSO Promits Lju. Namun ketika JPU dari Kejari Belawan dimotori Nurdiono SH memastikan alasan robohnya atap di Laboratorium IPA Martubung semula katanya karena faktor alam atau adanya kelalaian akhirnya diralat,  tidak tahu dan masuk dalam kategori milestone.

Begitu juga soal keterlibatan Azzam yang sudah dipenjara ketika proyek IPA Martubung, ia pun berargumen bahwa hal itu kewenangan Pimpro (PPK) berikut unsur Direksi PDAM Tirtanadi Sumut.

Hal yang mengejutkan dalam persidangan saat keterangan Sulaiman, selaku Anggota Pokja Lelang/Tender Proyek EPC yang kini menjabat Kabag hublang PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan yang mengaku tidak mengerti soal proyek. 

Ia pun mengatakan juga belum memiliki sertifikat keahlian dibidang pengadaan barang dan jasa sesuai surat edaran 14A tentang pedoman pekerjaan epc pdam tirtanadi akan tetapi menurut kesaksian dan tetap menjalan tugas sebatas administrasi yakni mencatat surat masuk dan keluar saja.

Fakta lainnya terungkap, saksi mengakui bahwa masalah limit waktu pengurusan izin ke sejumlah instansi terkait ada dimasukkan dalam lelang. Berbeda dengan keterangan saksi-saksi terdahulu yang menyebutkan, soal perizinan tidak ada dibahas dalam lelang.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek pipanisasi Instalasi Pipa Air (IPA) kapasitas 200 meter per detik dengan terdakwa Staf Keuangan Promits LJU Flora Simbolon dan  Ir M Suhairi MM selaku PPK PDAM Tirtanadi Sumut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/12), malam kian menarik perhatian pengunjung sidang. 

Kontributor Elshinta, Amsal, dari Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Jumat (07/12), melaporkan, fakta yang terungkap di persidangan, bahwa sejak perencanaan pelaksanaan proyek ditemukan indikasi sarat masalah disertai dengan jawaban sejumlah saksi seakan kompak mengatakan tidak tahu dan lupa serta alasan yang dicari-cari.

Seperti disampaikan Kepala IPA, Martubung Adi Supratman dalam kesaksiannya tidak mengetahui secara persis pelaksanaan teknis proyek EPC meski terdaftar sebagai anggota pokja dalam proses tender tersebut. Bahkan dalam persidangan tersebut ia menyebutkan penyebab rubuhnya atap di Laboratorium di IPA Martubung dikait-kaitkan dengan peristiwa angin puting beliung yang terjadi sebulan sebelum kejadian.

Mengenai proyek Rp58 miliar pada 2012 katanya, tidak terlepas dari campur tangannya Azzam Rizal selaku Direktur Utama sehingga memenangkan KSO Promits Lju. Namun ketika JPU dari Kejari Belawan dimotori Nurdiono SH memastikan alasan robohnya atap di Laboratorium IPA Martubung semula katanya karena faktor alam atau adanya kelalaian akhirnya diralat,  tidak tahu dan masuk dalam kategori milestone.

Begitu juga soal keterlibatan Azzam yang sudah dipenjara ketika proyek IPA Martubung, ia pun berargumen bahwa hal itu kewenangan Pimpro (PPK) berikut unsur Direksi PDAM Tirtanadi Sumut.

Hal yang mengejutkan dalam persidangan saat keterangan Sulaiman, selaku Anggota Pokja Lelang/Tender Proyek EPC yang kini menjabat Kabag hublang PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan yang mengaku tidak mengerti soal proyek. 

Ia pun mengatakan juga belum memiliki sertifikat keahlian dibidang pengadaan barang dan jasa sesuai surat edaran 14A tentang pedoman pekerjaan epc pdam tirtanadi akan tetapi menurut kesaksian dan tetap menjalan tugas sebatas administrasi yakni mencatat surat masuk dan keluar saja.

Fakta lainnya terungkap, saksi mengakui bahwa masalah limit waktu pengurusan izin ke sejumlah instansi terkait ada dimasukkan dalam lelang. Berbeda dengan keterangan saksi-saksi terdahulu yang menyebutkan, soal perizinan tidak ada dibahas dalam lelang.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Nggak sesuai fakta persidangan
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com