Presiden Jokowi ingin perbanyak usaha rintisan berorientasi ekspor
Elshinta
Jumat, 07 Desember 2018 - 12:05 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Dewi Rusiana
Presiden Jokowi ingin perbanyak usaha rintisan berorientasi ekspor
Acara Digital Startup Connection 2018 yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta,. Sumber foto: https://bit.ly/2RFLvkz

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menginginkan banyak usaha rintisan atau `start up` kecil yang berorientasi ekspor.

"Saya ingin banyak rintisan kecil yang ekspor, misal fesyen, handicraft, kopi, buah lokal," kata Presiden Jokowi ketika membuka Digital Startup Connection 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (07/12).

Menurut Kepala Negara, usaha rintisan terkait produk-produk itu tidak bisa masuk dalam jaringan karena masih ada persoalan teknis yang harus diselesaikan secara `offline`.

Presiden juga menyebutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 membuka peluang bagi masuknya pendatang baru ke dalam jaringan bisnis.

"Ada perubahan cepat, dunia sedang mencari kondisi normal yang baru, siapa yang bisa merespons secara cepat, dia yang akan mendapat keuntungan," katanya, dikutip Antara.

Kondisi seperti itu, lanjutnya, memberi kesempatan kepada yang kecil untuk mencuri kesempatan.

"Ini kesempatan bagi yang kreatif dan inovatif untuk menyalip di tikungan," kata Jokowi.

Ia juga menyebutkan bahwa ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2017 memberi kontribusi sebesar 7,3 persen kepada PDB. "Ini cukup besar saat pertumbuhan ekonomi kita sekitar 5,1 persen, tahun 2018 diperkirakan kontribusinya 8,5 persen terhadap PDB," katanya.

Presiden Jokowi juga menyebutkan saat ini ada tujuh unicorn terbesar di Asia di mana empat dari Indonesia. "Insya Allah akan muncul unicorn baru menyusul empat yang sudah ada," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertamina, BPH Migas dan Kementerian ESDM resmikan SPBU di Asmat
Rabu, 17 Juli 2019 - 01:24 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina (Persero), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ser...
Menkeu proyeksi defisit APBN 2019 bisa mencapai 1,93 persen PDB
Selasa, 16 Juli 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pend...
Rini: Sinergi BUMN dibangun agar beri nilai tambah ekonomi
Selasa, 16 Juli 2019 - 18:38 WIB
Elshinta.com - Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan sinergi BUMN akan terus dibangun ke...
Menkeu perkirakan kurs rupiah semester II Rp14.303 per dolar AS
Selasa, 16 Juli 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan asumsi dasar ...
Kementan lepas ekspor bawang merah dan jahe dari Surabaya
Selasa, 16 Juli 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertanian kembali melepas ekspor bawang merah sebanyak 1.000 ton dar...
Pemkab Tangerang lakukan sistem jemput bola pembayaran PBB
Selasa, 16 Juli 2019 - 15:35 WIB
Elshinta.com - Dalam meningkatkan pelayanan pajak kepada masyarakat yang ada di wilayah pe...
PBNU tolak penyederhanaan cukai dalam PMK
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:07 WIB
Elshinta.com - Diskusi mengenai adanya peraturan terkait penyederhanaan dan penggabungan batas ...
2020, sejuta keluarga ditargetkan keluar dari kemiskinan
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:47 WIB
Elshinta.com - Pemerintah menargetkan 10 persen atau satu juta dari total Keluarga Penerima Man...
 Proyek Jambaran-Tiung Biru capai kinerja progresif di Q2 2019
Senin, 15 Juli 2019 - 21:46 WIB
Elshinta.com - Melewati kuartal ke-2 tahun 2019, proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jam...
KPw BI Koordinator Wilayah Kalimantan lakukan edukasi dan sosialisasi Saving Bond Ritel
Senin, 15 Juli 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk penerbitan instrumen pembia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)