Jumat, 14 Desember 2018 | 20:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK panggil empat saksi kasus Rendra Kresna

Jumat, 07 Desember 2018 - 11:43 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Rendra Kresna yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sumber foto: https://bit.ly/2UmjL6h
Rendra Kresna yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sumber foto: https://bit.ly/2UmjL6h

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus penerimaan suap dengan tersangka Bupati Malang,Jawa Timur nonaktif Rendra Kresna (RK).

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi untuk tersangka RK terkait kasus suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang TA 2011," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (07/12).

Empat saksi itu adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang 2012-2016 atau Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Malang 2007-2012 Suwandi dan Eryk Armando Talla seorang kontraktor perusahaan.

Selanjutnya Budiyono seorang ajudan dan Ali Murtopo dari unsur swasta.

KPK pada 11 Oktober 2018 telah mengumumkan Rendra Kresna sebagai tersangka menerima suap dan gratifikasi.Dalam perkara suap, tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo (AM) dari pihak swasta sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendid|kan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Selain itu, Rendra juga telah ditetapkan sebagai tersangka menerima gratifikasi. Dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna bersama-sama dengan Eryk Armando Talla (EAT) dari pihak swasta diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar.

Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus penerimaan suap dengan tersangka Bupati Malang,Jawa Timur nonaktif Rendra Kresna (RK).

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi untuk tersangka RK terkait kasus suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang TA 2011," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (07/12).

Empat saksi itu adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang 2012-2016 atau Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Malang 2007-2012 Suwandi dan Eryk Armando Talla seorang kontraktor perusahaan.

Selanjutnya Budiyono seorang ajudan dan Ali Murtopo dari unsur swasta.

KPK pada 11 Oktober 2018 telah mengumumkan Rendra Kresna sebagai tersangka menerima suap dan gratifikasi.Dalam perkara suap, tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo (AM) dari pihak swasta sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendid|kan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Selain itu, Rendra juga telah ditetapkan sebagai tersangka menerima gratifikasi. Dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna bersama-sama dengan Eryk Armando Talla (EAT) dari pihak swasta diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar.

Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com