Jumat, 14 Desember 2018 | 16:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Waspadai penyakit wasir, bisa jadi gejala kanker usus besar

Jumat, 07 Desember 2018 - 12:39 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi - Perempuan obesitas sedang berkonsultasi dengan dokter (Shutterstock). Sumber foto: https://bit.ly/2Qh0yo1
Ilustrasi - Perempuan obesitas sedang berkonsultasi dengan dokter (Shutterstock). Sumber foto: https://bit.ly/2Qh0yo1

Elshinta.com - Kanker usus besar merupakan penyakit kanker nomor tiga yang paling sering ditemui. Penderita kanker ini rata-rata tidak menyadari gejalanya, bahkan banyak yang mengira jika hal tersebut adalah penyakit wasir (buang air besar berdarah) biasa.

Dr. Eko Priatno SpB-KBD, spesialis bedah dari Bethsaida Hospital mengungkapkan bahwa ciri-ciri kanker usus besar adalah buang air besar (bab) berdarah yang sering dianggap sebagai wasir, perubahan pola bab (diare atau bab dengan feses kecil-kecil), bab tidak puas, serta nyeri pada anus.

Menurut Dr. Eko, rata-rata penderita kanker usus besar baru datang pada dokter ketika stadium kanker sudah lanjut. Hal tersebut ditandai dengan perut buncit, kembung, tidak bisa bab/ kentut, muntah, berat badan menurun serta nyeri perut.

"Kanker usus besar ini berawal dari polip atau kutil. Kalau tidak ditangani bisa berubah sifat dari jinak jadi ganas. Seringnya memang dianggap wasir padahal belum tentu," ujar Dr. Eko dalam media gathering Bethsaida Hospital, Tangerang, Kamis (6/12), dikutip Antara.

Dr. Eko mengatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan masih rendah. Penyakit yang seharusnya bisa diobati sejak awal, malah dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

"Kalau di masyarakat, semua sakit perut dibilang maag. Kalau sakit perut bisa jadi tanda kanker usus besar terutama yang menyumbat usus. Kalau stadium awal memang tidak ada keluhannya," jelas Dr. Eko.

Ia kemudian memberitahu cara paling simpel untuk mendeteksi kanker usus besar. Namun, langkah ini hanya berlaku jika tumor atau kanker berada di dekat anus.

"Gejala kanker dan wasir memang mirip. Dia datang berobat ke mana pasti dibilang wasir. Untuk membedakannya adalah dengan cara colok dubur. Kalau kanker, pasti akan terasa keras dan ada tonjolannya. Kalau wasir, dia akan lembek. Tapi itu hanya bisa untuk yang bagian bawah aja, 8 cm dari anus. Ini pemeriksaan yang sangat penting dan simpel," kata Dr. Eko.

"Tidak perlu khawatir, kanker usus besar asal datang pada stadium awal," lanjutnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 14 Desember 2018 - 16:07 WIB

Strategi bisnis DAMN I Love Indonesia yang patut ditiru

Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Elshinta.com - Kanker usus besar merupakan penyakit kanker nomor tiga yang paling sering ditemui. Penderita kanker ini rata-rata tidak menyadari gejalanya, bahkan banyak yang mengira jika hal tersebut adalah penyakit wasir (buang air besar berdarah) biasa.

Dr. Eko Priatno SpB-KBD, spesialis bedah dari Bethsaida Hospital mengungkapkan bahwa ciri-ciri kanker usus besar adalah buang air besar (bab) berdarah yang sering dianggap sebagai wasir, perubahan pola bab (diare atau bab dengan feses kecil-kecil), bab tidak puas, serta nyeri pada anus.

Menurut Dr. Eko, rata-rata penderita kanker usus besar baru datang pada dokter ketika stadium kanker sudah lanjut. Hal tersebut ditandai dengan perut buncit, kembung, tidak bisa bab/ kentut, muntah, berat badan menurun serta nyeri perut.

"Kanker usus besar ini berawal dari polip atau kutil. Kalau tidak ditangani bisa berubah sifat dari jinak jadi ganas. Seringnya memang dianggap wasir padahal belum tentu," ujar Dr. Eko dalam media gathering Bethsaida Hospital, Tangerang, Kamis (6/12), dikutip Antara.

Dr. Eko mengatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan masih rendah. Penyakit yang seharusnya bisa diobati sejak awal, malah dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

"Kalau di masyarakat, semua sakit perut dibilang maag. Kalau sakit perut bisa jadi tanda kanker usus besar terutama yang menyumbat usus. Kalau stadium awal memang tidak ada keluhannya," jelas Dr. Eko.

Ia kemudian memberitahu cara paling simpel untuk mendeteksi kanker usus besar. Namun, langkah ini hanya berlaku jika tumor atau kanker berada di dekat anus.

"Gejala kanker dan wasir memang mirip. Dia datang berobat ke mana pasti dibilang wasir. Untuk membedakannya adalah dengan cara colok dubur. Kalau kanker, pasti akan terasa keras dan ada tonjolannya. Kalau wasir, dia akan lembek. Tapi itu hanya bisa untuk yang bagian bawah aja, 8 cm dari anus. Ini pemeriksaan yang sangat penting dan simpel," kata Dr. Eko.

"Tidak perlu khawatir, kanker usus besar asal datang pada stadium awal," lanjutnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:38 WIB

Daftar diskon dan promo ponsel Harbolnas 2018

Rabu, 12 Desember 2018 - 09:39 WIB

Benarkah telur bisa naikkan kolesterol?

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com