Jokowi prihatin sembilan juta orang percaya fitnah
Jumat, 07 Desember 2018 - 13:32 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Sumber Foto: https://bit.ly/2UhE9p4

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo prihatin sekitar sembilan juta orang percaya dengan isu fitnah yang beredar di masyarakat termasuk melalui media sosial. 

"Harus saya sampaikan, ada sembilan juta masyarakat percaya karena saya dapat survei masyarakat percaya dengan fitnah seperti ini," kata Presiden Jokowi saat membuka Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Tahun 2018 di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta, Jumat (7/12).

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menunjukkan gambar tokoh PKI DN Aidit sedang berpidato pada tahun 1955. "Coba lihat di medsos,  banyak sekali gambar DN Aidit sedang pidato pada tahun 1955, kok di dekatnya ada saya," kata Jokowi. 

Menurut dia,  penyebaran isu-isu seperti itu merupakan cara yang tak beretika dan tak beradab. "Saya lahir saja belum, hal yg tidak masuk akal sehingga harus dijelaskan," katanya. 

Ia menyebutkan PKI bubar tahun 1965 sementara dirinya lahir pada tahun 1961. "Masa ada PKI balita, cara berpolitik seperti itu harus dihentikan," kata Jokowi. 

Ia menyebutkan selama sekitar empat tahun dirinya mendiamkan isu itu.  Namun, saat ini dia harus menjawab atau menjelaskan isu tidak benar itu. 

Ia juga menyinggung isu dirinya sebagai antek aseng.  Ia menyebutkan Blok Mahakam yang dulu dikuasasi Jepang dan Prancis,  saat ini sudah 100 persen dikuasai Pertamina. "Juga Freeport yang saya minta bulan ini harus dapat mayoritas 51 persen," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan lebih dari 40 tahun Indonesia hanya mendapat bagian sembilan persen dan Indonesia hanya diam saja, tidak ada yang demo.  "Ketika 51 persen malah bilang antek asing, aseng,  saya tak akan diam kalau ada isu-isu seperti ini, akan saya jawab," katanya.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo,  Ketua Badan Bela Negara FKPPI yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo.  

Juga hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja antara lain Menko Polhukam Wiranto, Mensos Agus Gumiwang K, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,  Seskab Pramono Anung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)