Senin, 17 Desember 2018 | 04:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Jokowi prihatin sembilan juta orang percaya fitnah

Jumat, 07 Desember 2018 - 13:32 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber Foto: https://bit.ly/2UhE9p4
Sumber Foto: https://bit.ly/2UhE9p4

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo prihatin sekitar sembilan juta orang percaya dengan isu fitnah yang beredar di masyarakat termasuk melalui media sosial. 

"Harus saya sampaikan, ada sembilan juta masyarakat percaya karena saya dapat survei masyarakat percaya dengan fitnah seperti ini," kata Presiden Jokowi saat membuka Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Tahun 2018 di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta, Jumat (7/12).

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menunjukkan gambar tokoh PKI DN Aidit sedang berpidato pada tahun 1955. "Coba lihat di medsos,  banyak sekali gambar DN Aidit sedang pidato pada tahun 1955, kok di dekatnya ada saya," kata Jokowi. 

Menurut dia,  penyebaran isu-isu seperti itu merupakan cara yang tak beretika dan tak beradab. "Saya lahir saja belum, hal yg tidak masuk akal sehingga harus dijelaskan," katanya. 

Ia menyebutkan PKI bubar tahun 1965 sementara dirinya lahir pada tahun 1961. "Masa ada PKI balita, cara berpolitik seperti itu harus dihentikan," kata Jokowi. 

Ia menyebutkan selama sekitar empat tahun dirinya mendiamkan isu itu.  Namun, saat ini dia harus menjawab atau menjelaskan isu tidak benar itu. 

Ia juga menyinggung isu dirinya sebagai antek aseng.  Ia menyebutkan Blok Mahakam yang dulu dikuasasi Jepang dan Prancis,  saat ini sudah 100 persen dikuasai Pertamina. "Juga Freeport yang saya minta bulan ini harus dapat mayoritas 51 persen," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan lebih dari 40 tahun Indonesia hanya mendapat bagian sembilan persen dan Indonesia hanya diam saja, tidak ada yang demo.  "Ketika 51 persen malah bilang antek asing, aseng,  saya tak akan diam kalau ada isu-isu seperti ini, akan saya jawab," katanya.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo,  Ketua Badan Bela Negara FKPPI yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo.  

Juga hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja antara lain Menko Polhukam Wiranto, Mensos Agus Gumiwang K, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,  Seskab Pramono Anung.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo prihatin sekitar sembilan juta orang percaya dengan isu fitnah yang beredar di masyarakat termasuk melalui media sosial. 

"Harus saya sampaikan, ada sembilan juta masyarakat percaya karena saya dapat survei masyarakat percaya dengan fitnah seperti ini," kata Presiden Jokowi saat membuka Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Tahun 2018 di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta, Jumat (7/12).

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menunjukkan gambar tokoh PKI DN Aidit sedang berpidato pada tahun 1955. "Coba lihat di medsos,  banyak sekali gambar DN Aidit sedang pidato pada tahun 1955, kok di dekatnya ada saya," kata Jokowi. 

Menurut dia,  penyebaran isu-isu seperti itu merupakan cara yang tak beretika dan tak beradab. "Saya lahir saja belum, hal yg tidak masuk akal sehingga harus dijelaskan," katanya. 

Ia menyebutkan PKI bubar tahun 1965 sementara dirinya lahir pada tahun 1961. "Masa ada PKI balita, cara berpolitik seperti itu harus dihentikan," kata Jokowi. 

Ia menyebutkan selama sekitar empat tahun dirinya mendiamkan isu itu.  Namun, saat ini dia harus menjawab atau menjelaskan isu tidak benar itu. 

Ia juga menyinggung isu dirinya sebagai antek aseng.  Ia menyebutkan Blok Mahakam yang dulu dikuasasi Jepang dan Prancis,  saat ini sudah 100 persen dikuasai Pertamina. "Juga Freeport yang saya minta bulan ini harus dapat mayoritas 51 persen," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan lebih dari 40 tahun Indonesia hanya mendapat bagian sembilan persen dan Indonesia hanya diam saja, tidak ada yang demo.  "Ketika 51 persen malah bilang antek asing, aseng,  saya tak akan diam kalau ada isu-isu seperti ini, akan saya jawab," katanya.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo,  Ketua Badan Bela Negara FKPPI yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo.  

Juga hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja antara lain Menko Polhukam Wiranto, Mensos Agus Gumiwang K, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,  Seskab Pramono Anung.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com