Jumat, 14 Desember 2018 | 20:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menteri BUMN resmikan Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo

Jumat, 07 Desember 2018 - 13:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, https://bit.ly/2PoboU7
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, https://bit.ly/2PoboU7

Elshinta.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12).

Rini dalam sambutan acara tersebut mengatakan TPI Manggarai Barat, Labuan Bajo, bisa membantu mendukung sektor pariwisata dengan adanya pusat kuliner terpadu. 

"Dengan adanya TPI dapat membentuk banyak usaha UMKM, restoran kecil di sini, kita bina juru masak lewat pelatihan untuk masyarakat Manggarai Barat untuk bisa disajikan kepada para wisatawan," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Dia menambahkan Manggarai Barat, Labuan Bajo memiliki potensi yang cukup besar, namun masih perlu ditata, terutama untuk sektor yang mendukung sektor pariwisata. "Saya melihat Manggarai Barat memiliki potensi yang besar, tapi membutuhkan penataan lebih baik, apalagi dengan dikumandangkannya komodo sebagai hewan langka satu-satunya di dunia, karena itu kita perlu menjaga dengan baik, menyiapkan tempat-tempatnya dengan benar agar semakin banyak wisatwan," katanya.

Rini juga berpesan kepada para pemilik lapak TPI yang baru untuk menjaga kebersihan dan merawat tempat yang sudah dibangun itu. "Setelah peletakan batu pertama, kemudian 'topping off' saya kejar terus agar segera terbangun TPI ini, karena itu dibutuhkan mekanisme kontrol karena wisatawan hanya datang dan pergi belum tentu memikirkan kepentingan warga setempat," katanya. 

Dia meminta koordinasi dari pemda untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam memajukan perekonomian di Labuan Bajo. Dalam kesempatan sama, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan pembangunan TPI di Manggarai Barat tersebut akan berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat. 

"Peresmian atau syukuran tiga peristiwa, peletakan batu pertama, kemudian 'topping off' dan hari ini peresmian, tidak terlupakan bagi kami di Manggarai Barat, menandakan perhatian pemerintah pusat begitu besar. Ini mmebangun peradaban Manggarai barat, dari tidak ada menjadi ada dan pasti tantanganya besar," katanya. 

Karena itu, Viktor mengimbau masyarakat untuk menjaga bangunan TPI dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Bangunan ini indah sangat mahal, karena itu kita harus bertanggung jawab, jangan lupa untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keramahtamahan," katanya. 

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi menjelaskan kapasitasnya kini mampu menampung hingga 680 unit kapal-kapal jetty berukuran rata-rata tujub GT, sedangkan untuk tempat pelelangan ikan dengan luas lahan 4.768 meter persegi dan luas bangunan 2.426 meter persegi akan menyediakan 45 unit kios serta 136 pedagang lapak kering dan basah sebagai lokasi penjualan ikan segar. 

Selain itu, di lokasi TPI juga disediakan fasilitas parkir untuk 50 unit kendaraan, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta tiap Minggu akan digelar kegiatan yang menarik bagi pengunjung dan masyarakat seperti festival ikan, kuliner Labuan Bajo, dan aktivitas lainnya. "Kontribusi ke pendapatan asli daerah kalau kami hitung dengan adanya ini dari Rp420 juta diharapkan menjadi Rp2 miliar per tahun," katanya.

ASDP akan menyerahkan bangunan dan pengelolaan TPI seluruhnya ke Pemda Manggarai Barat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12).

Rini dalam sambutan acara tersebut mengatakan TPI Manggarai Barat, Labuan Bajo, bisa membantu mendukung sektor pariwisata dengan adanya pusat kuliner terpadu. 

"Dengan adanya TPI dapat membentuk banyak usaha UMKM, restoran kecil di sini, kita bina juru masak lewat pelatihan untuk masyarakat Manggarai Barat untuk bisa disajikan kepada para wisatawan," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Dia menambahkan Manggarai Barat, Labuan Bajo memiliki potensi yang cukup besar, namun masih perlu ditata, terutama untuk sektor yang mendukung sektor pariwisata. "Saya melihat Manggarai Barat memiliki potensi yang besar, tapi membutuhkan penataan lebih baik, apalagi dengan dikumandangkannya komodo sebagai hewan langka satu-satunya di dunia, karena itu kita perlu menjaga dengan baik, menyiapkan tempat-tempatnya dengan benar agar semakin banyak wisatwan," katanya.

Rini juga berpesan kepada para pemilik lapak TPI yang baru untuk menjaga kebersihan dan merawat tempat yang sudah dibangun itu. "Setelah peletakan batu pertama, kemudian 'topping off' saya kejar terus agar segera terbangun TPI ini, karena itu dibutuhkan mekanisme kontrol karena wisatawan hanya datang dan pergi belum tentu memikirkan kepentingan warga setempat," katanya. 

Dia meminta koordinasi dari pemda untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam memajukan perekonomian di Labuan Bajo. Dalam kesempatan sama, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan pembangunan TPI di Manggarai Barat tersebut akan berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat. 

"Peresmian atau syukuran tiga peristiwa, peletakan batu pertama, kemudian 'topping off' dan hari ini peresmian, tidak terlupakan bagi kami di Manggarai Barat, menandakan perhatian pemerintah pusat begitu besar. Ini mmebangun peradaban Manggarai barat, dari tidak ada menjadi ada dan pasti tantanganya besar," katanya. 

Karena itu, Viktor mengimbau masyarakat untuk menjaga bangunan TPI dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Bangunan ini indah sangat mahal, karena itu kita harus bertanggung jawab, jangan lupa untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keramahtamahan," katanya. 

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi menjelaskan kapasitasnya kini mampu menampung hingga 680 unit kapal-kapal jetty berukuran rata-rata tujub GT, sedangkan untuk tempat pelelangan ikan dengan luas lahan 4.768 meter persegi dan luas bangunan 2.426 meter persegi akan menyediakan 45 unit kios serta 136 pedagang lapak kering dan basah sebagai lokasi penjualan ikan segar. 

Selain itu, di lokasi TPI juga disediakan fasilitas parkir untuk 50 unit kendaraan, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta tiap Minggu akan digelar kegiatan yang menarik bagi pengunjung dan masyarakat seperti festival ikan, kuliner Labuan Bajo, dan aktivitas lainnya. "Kontribusi ke pendapatan asli daerah kalau kami hitung dengan adanya ini dari Rp420 juta diharapkan menjadi Rp2 miliar per tahun," katanya.

ASDP akan menyerahkan bangunan dan pengelolaan TPI seluruhnya ke Pemda Manggarai Barat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com