KPK panggil dua saksi kasus Pemkot Pasuruan
Jumat, 07 Desember 2018 - 14:04 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono. Sumber foto: https://bit.ly/2BURUD9

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pasuruan Tahun Anggaran 2018. 

Dua saksi itu dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono (SET). "Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan dua orang saksi untuk tersangka SET terkait suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pasuruan Tahun Anggaran 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dua saksi itu antara lain Kabag Umum Setda Kota Pasuruan Samsul Hadi dan Kasubid Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Pasuruan Dedik Usdikari. Dalam penyidikan kasus itu, KPK masih terus mendalami terkait dugaan pemberian "fee-fee" untuk tersangka Setiyono selaku Wali Kota Pasuruan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pasuruan. 

KPK total telah empat tersangka dalam kasus itu antara lain Setiyono. staf Ahli atau Plh Kadis PU Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo (DFN), staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Ti Hardianto (WTH), dan swasta atau perwakilan CV Mahadir Muhammad Baqir (MB).

Setiyono diduga menerima 10 persen "fee" dari nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yaitu sebesar Rp2,297 miliar ditambah 1 persen untuk kelompok kerja (pokja) terkait proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Miro di Pemkot Pasuruan dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2018.
      
Pemberian "fee" itu dilakukan secara bertahap yaitu pertama, pada 24 Agustus 2018 M 2018, Muhammad Baqir mentransfer kepada Wahyu Tri Harianto sebesar Rp20 juta atau 1 persen untuk pokja sebagai tanda jadi. Pada 4 September 2018, CV Mahadir ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp2,21 miliar.
   
Kedua, pada 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Muhammad Baqir melakukan setor tunai kepada Wali Kota Pasuruan Setiyono melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau sekitar Rp115 juta. Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka termin pertama proyek cair.
 
Sebagai pihak penerima Setiyono, Dwi Fitri Nurcahyo, dan Wahyu Tri Hardianto disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan sebagai tersangka pemberi suap, Muhammad Baqir disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 27 Maret 2019 - 07:53 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan keterlibatan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum P...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:32 WIB
Elshinta.com -Terdakwa kasus berita bohong Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada dokter bedah pla...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:23 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pi...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:13 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama PT Krakata...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Pelaksana tu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:00 WIB
Elshinta.com - Sidang lanjutan penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet dig...
Selasa, 26 Maret 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyiapkan sejumlah saksi untuk memperkuat dakwaa...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:40 WIB
Elshinta.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghormati dan mengikuti pro...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:29 WIB
Elshinta.com - Pengacara tersangka kasus perusakan barang bukti Pelaksana tugas (Plt) Ketu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Mantan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indone...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)