Minggu, 16 Desember 2018 | 00:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Pertempuran berlanjut di Yaman kendati perundingan perdamaian berlangsung di Swedia

Jumat, 07 Desember 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Milisi Houthi mencoba memblokir warga memasuki jalan di mana wilayah kepresidenan dihantam serangan udara di Sanaa, Yaman, Senin (7/5). Sumber foto: https://bit.ly/2mP3eZf
Milisi Houthi mencoba memblokir warga memasuki jalan di mana wilayah kepresidenan dihantam serangan udara di Sanaa, Yaman, Senin (7/5). Sumber foto: https://bit.ly/2mP3eZf

Elshinta.com - Pertempuran berlangsung terus antara kedua pihak yang berperang di Yaman kendati perundingan yang difasilitasi oleh PBB diluncurkan di Swedia pada Kamis (6/12), kata beberapa sumber lokal.

Seorang perwira militer mengatakan kepada Xinhua bahwa bentrokan bersenjata meletus antara pasukan propemerintah dan gerilyawan Syiah Al-Houthi di jalan masuk menuju Provinsi Adh-Dhalea di bagian selatan negeri tersebut. Lebih dari 10 gerilyawan Al-Houthi dan tiga prajurit yang setia kepada pemerintah dukungan Arab Saudi tewas sementara beberapa orang lagi cedera, kata perwira tersebut --yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Di Kota Al-Hudaydah di pantai Laut Merah, Brigade Eimlaq terlibat dalam baku-tembak melawan gerilyawan Al-Houthi yang berusaha memasuki daerah yang dikuasai pemerintah di Kabupaten Hays. Satu sumber militer mengatakan petempur Al-Houthi tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata sementara dan terus mengincar daerah yang dikuasai pemerintah dengan menggunakan bom mortir dan roket.

Kantor berita resmi Yaman, Saba, melaporkan bom yang ditembakkan oleh gerilyawan Al-Houthi mendarat di satu pusat perbelanjaan di Al-Hudaydah, sehingga mengakibatkan kerusakan dan kepanikan di kalangan warga. Sementara itu, jaringan televisi Masirah --yang berafiliasi kepada Al-Houthi melaporkan petempur kelompok yang didukung Iran tersebut menyerang tempat tentara Arab Saudi berkumpul di Wilayah Jizan di bagian barat-daya Yaman dengan menggunakan rudal rakitan.

Media lokal, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang, melaporkan bahwa pemimpin senior kelompok Al-Houthi mengancam akan sepenuhnya menutup bandar udara Sana`a, yang dipandang sebagai jalur penting bantuan kemanusiaan dan saat ini digunakan untuk pengiriman bantuan mendesak, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Menteri Luar Negeri Yaman Khaled Yamani, yang memimpin tim perunding pemerintah di Swedia, menuntut gerilyawan Al-Houthi agar sepenuhnya mundur dari Kota Pelabuhan Laut Merah Al-Hudaydah dan menyerahkan senjata mereka.

Beberapa pengamat berpendapat gerilyawan Al-Houthi takkan menerima untuk menyerahkan senjata mereka dan beberapa prasyarat menunjukkan semua pihak masih belum memiliki keinginan baik untuk mencapai kesepakatan perdamaian. Pembicaraan perdamaian yang ditaja PBB untuk membangun kepercayaan di antara pihak yang berperang di Yaman dimulai pada Kamis di Swedia, dalam langkah pertama untuk melanjutkan proses politik yang terhenti pada 2016.

Utusan Khusus PBB Martin Griffiths dalam satu taklimat menyampaikan harapan bahwa kemajuan "serius" ke arah perdamaian dapat dicapai di Swedia. "Saya kira dalam beberapa hari ke depan kita dapat menemukan penyelesaian bagi masalah tertentu yang bisa mengurangi penderitaan," katanya, dikutip Antara.

Pembicaraan itu diperkirakan berlangsung selama satu pekan, tergantung atas kemajuan konsultasi, kata Hanan Eldawadi, Kepala Pejabat Penerangan Umum di Kantor Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman. Pihak yang berperang di Yaman telah mengadakan beberapa babak pembicaraan perdamaian sejak konflik meletus setelah gerilyawan Al-Houthi merebut kekuasaan pada penghujung 2014. Namun, semua pembicaraan ambruk dan gagal mencapai kesepakatan politik, sehingga mengakibatkan kerusuhan lebih lanjut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Pertempuran berlangsung terus antara kedua pihak yang berperang di Yaman kendati perundingan yang difasilitasi oleh PBB diluncurkan di Swedia pada Kamis (6/12), kata beberapa sumber lokal.

Seorang perwira militer mengatakan kepada Xinhua bahwa bentrokan bersenjata meletus antara pasukan propemerintah dan gerilyawan Syiah Al-Houthi di jalan masuk menuju Provinsi Adh-Dhalea di bagian selatan negeri tersebut. Lebih dari 10 gerilyawan Al-Houthi dan tiga prajurit yang setia kepada pemerintah dukungan Arab Saudi tewas sementara beberapa orang lagi cedera, kata perwira tersebut --yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Di Kota Al-Hudaydah di pantai Laut Merah, Brigade Eimlaq terlibat dalam baku-tembak melawan gerilyawan Al-Houthi yang berusaha memasuki daerah yang dikuasai pemerintah di Kabupaten Hays. Satu sumber militer mengatakan petempur Al-Houthi tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata sementara dan terus mengincar daerah yang dikuasai pemerintah dengan menggunakan bom mortir dan roket.

Kantor berita resmi Yaman, Saba, melaporkan bom yang ditembakkan oleh gerilyawan Al-Houthi mendarat di satu pusat perbelanjaan di Al-Hudaydah, sehingga mengakibatkan kerusakan dan kepanikan di kalangan warga. Sementara itu, jaringan televisi Masirah --yang berafiliasi kepada Al-Houthi melaporkan petempur kelompok yang didukung Iran tersebut menyerang tempat tentara Arab Saudi berkumpul di Wilayah Jizan di bagian barat-daya Yaman dengan menggunakan rudal rakitan.

Media lokal, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang, melaporkan bahwa pemimpin senior kelompok Al-Houthi mengancam akan sepenuhnya menutup bandar udara Sana`a, yang dipandang sebagai jalur penting bantuan kemanusiaan dan saat ini digunakan untuk pengiriman bantuan mendesak, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Menteri Luar Negeri Yaman Khaled Yamani, yang memimpin tim perunding pemerintah di Swedia, menuntut gerilyawan Al-Houthi agar sepenuhnya mundur dari Kota Pelabuhan Laut Merah Al-Hudaydah dan menyerahkan senjata mereka.

Beberapa pengamat berpendapat gerilyawan Al-Houthi takkan menerima untuk menyerahkan senjata mereka dan beberapa prasyarat menunjukkan semua pihak masih belum memiliki keinginan baik untuk mencapai kesepakatan perdamaian. Pembicaraan perdamaian yang ditaja PBB untuk membangun kepercayaan di antara pihak yang berperang di Yaman dimulai pada Kamis di Swedia, dalam langkah pertama untuk melanjutkan proses politik yang terhenti pada 2016.

Utusan Khusus PBB Martin Griffiths dalam satu taklimat menyampaikan harapan bahwa kemajuan "serius" ke arah perdamaian dapat dicapai di Swedia. "Saya kira dalam beberapa hari ke depan kita dapat menemukan penyelesaian bagi masalah tertentu yang bisa mengurangi penderitaan," katanya, dikutip Antara.

Pembicaraan itu diperkirakan berlangsung selama satu pekan, tergantung atas kemajuan konsultasi, kata Hanan Eldawadi, Kepala Pejabat Penerangan Umum di Kantor Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman. Pihak yang berperang di Yaman telah mengadakan beberapa babak pembicaraan perdamaian sejak konflik meletus setelah gerilyawan Al-Houthi merebut kekuasaan pada penghujung 2014. Namun, semua pembicaraan ambruk dan gagal mencapai kesepakatan politik, sehingga mengakibatkan kerusuhan lebih lanjut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com